Pendahuluan
Kalvinisme adalah sebuah sistem teologia yang mengambil nama seorang tokoh Reformasi, yaitu Yohanes Kalvin atau John Calvin. Namun dalam perkembangannya banyak pendukung Kalvinis yang tidak suka dengan nama “Kalvinisme”, mereka lebih suka memakai istilah “Reformed”, “Doktrin Kasih Karunia”, “Doktrin Kedaulatan Allah”, “Doktrin Pemilihan”, atau “Predestinasi”.
Fanatisme terhadap Kalvinisme sangatlah besar di antara para pendukungnya. Beberapa kutipan di bawah ini menunjukkan pendapat para pendukungnya.
* “Kalvinisme adalah agama dalam puncak dalam pemikirannya. Kalvinisme adalah ekspresi keinjilan yang paling murni dan stabil…Kalvinisme tidak kurang dan tidak lebih adalah harapan dunia ini.” (Warfield)
* “Pemikiran pusat dalam Kalvinisme adalah pemikiran besar Allah.” (Henry Meeter)
* “Theologia Kalvinisme adalah subjek paling agung yang pernah dipikirkan manusia.” (Boettner)
* “Sangat diragukan bahwa ada Theologia yang tidak bersifat Kalvinistik yang benar-benar Kristiani” (Talbot dan Crampton)
* Kalvinisme adalah Injil, dan mengajarkan Kalvinisme, pada faktanya adalah mengajarkan Injil” (Custance)
* Kalvinisme hanyalah nama panggilannya. Kalvinisme adalah Injil, dan tidak lain daripada itu.” (Spurgeon)
Orang Kalvinis sangat bangga dengan Kalvinisme, dan sering menegaskan bahwa Kalvinisme membawa dampak positif bagi dunia.
* “Hanya Kalvinisme yang menjamin adanya aktivitas sains dan intelektual yang sejati.” (Singer)
* “Coba tanya pada dirimu sendiri, apa jadinya Eropa dan Amerika, jika pada abad ke16, bintang Kalvinisme tidak tiba-tiba timbul di Eropa Barat.” (Kuyper)
* “Negara-negara yang Kalvinistik menjadi negara-negara dimana sistem kapitalisme berkembang.” (Dakin)
* “Etos kerja ‘Protestan’ dikembangkan dari pengajaran Calvin.” (Crampton)
* Ke mana saja Kalvinisme pergi, ia telah membawa serta sekolahan bersama dengannya, dan meberikan dorongan yang kuat untuk kemajuan pendidikan umum.” (Boettner)
* “Sangat sulit untuk melebih-lebihkan hutang umat manusia pada Calvin…sebagai pejuang bagi demokrasi yang terdepan.” (John Fiske)
Sebagai tambahan, Kaum Kalvinis sering bangga dengan nama besar para penganutnya seperti:
* Charles Haddon Spurgeon
* Warfield,
* MacArthur,
* George Whitefield,
* Jonathan Edwards,
* William Carey,
* Judson Taylor
* Hogde
* Louis Berkhof
Tetapi semua pernyataan manusia, seberapa besarpun namanya, tidaklah dapat dijadikan standar kebenaran. Segala hasil pemikiran manusia haruslah diukur menurut standar Alkitab (Firman Tuhan), sebagai satu-satunya standar yang absolut dengan konsep penafsiran yang literal, gramatikal, verbal, dan plenary.
Sumber: http://gbiasemarang.blogspot.com/2009/01/kalvinisme-pendahuluan.html


oke...dalam hal itu mungkin benar....akan tetapi, kita patut berterima kasih kepada semua karnya Agung John Calvin...karena Ia dipakai Tuhan juga sebagai alat untuk menyampaikan pesan Allah bagi Umat yang pada waktu itu tidak mengenal kebenaran yang sesungguhnya dan umat Tuhan pada masa sekarang ini juga.....
ReplyDeletedan saya tidak mendukung bahwa calvinisme sesat....tetapi mungkin pengikut-pengikutnya yang salah dalam menanggapi komentar-komentar Calvin...termasuk anda.....GBU
Calvin mengajarkan bahwa dalam satu dekrit Allah telah menentukan dalam kekekalan hingga kekekalan orang masuk surga atau neraka. Menurut anda bagaimana?
ReplyDeleteCalvin mengajarkan bahwa dalam satu dekrit Allah telah menentukan dalam kekekalan hingga kekekalan orang masuk surga atau neraka. Menurut anda bagaimana?
ReplyDelete