<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942</id><updated>2011-08-25T05:35:08.987-07:00</updated><title type='text'>GEREJA BAPTIS INDEPENDEN ALKITABIAH</title><subtitle type='html'>JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-1474472801365420189</id><published>2011-04-26T17:51:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T17:52:13.122-07:00</updated><title type='text'>KESESATAN DI AKHIR ZAMAN</title><content type='html'>Di zaman kita ini, kejahatan berkuasa, kesesatan sangat agresif, dan kompromi ada di mana-mana di udara. Kita berada di dunia yang jahat ini dan di zaman yang sesat ini entah kita suka atau tidak, dan kita harus mengalahkannya atau hal-hal itu akan mengalahkan kita. Kesesatan akhir zaman adalah seperti sungai besar yang deras menyapu segala sesuatu di dalam arusnya, dan gereja-gereja Perjanjian Baru yang Alkitabiah adalah seperti sebuah perahu. Jika kita tidak dengan usaha keras mendayung ke hulu – melalui hal-hal seperti pertobatan yang sejati, hidup Kristiani yang serius dan terpisah dari dunia, dan khotbah-khotbah yang tidak berkompromi – kita akan terbawa oleh arus. Tidak ada netralitas, tidak ada relaksasi, tidak ada pensiun. Jika kamu capek bekerja dan menurunkan dayung separasi dan nasihat-nasihat saleh, kamu akan segera bergerak sesuai dengan arus. Selama 20 tahun terakhir, banyak gereja-gereja Baptis fundamental telah berhenti mendayung. Ketika hal itu terjadi pertama kali, semua orang senang. Tentu ada beberapa jiwa yang khawatir tentang perubahan yang terjadi dan mereka membuat semua orang tidak nyaman pada awalnya dengan keluhan-keluhan mereka, tetapi karena gembala sidang tidak khawatir dan menekankan bahwa “tidak ada yang berubah,” semua orang rileks dan orang-orang kuno yang masih mau mendayung diperingatkan agar tidak memiliki “mata yang kritis” atau untuk tidak “menembaki” pelayan Tuhan. Jika mereka tidak menenangkan diri dan menikmati perjalanan mengikuti arus, mereka segera mendapatkan bahwa mereka tidak lagi diterima dan mereka pergi untuk mencari perahu kecil lain di suatu tempat yang masih mendayung ke arah hulu…Dengan “para pengeluh” hilang, akhirnya gereja tersebut dapat menikmati suasana baru. Sepertinya ini adalah solusi win-win. Daripada mendayung dengan sekuat tenaga dan menjadikan diri sangat capek, mereka dapat rileks dan menikmati pemandangan, dan tidak ada lagi seorang pengkhotbah yang akan meneriaki mereka untuk mendayung lebih kuat. Mereka sangat senang dan merasa ingin nge-rock. Mereka tidak lagi tanggung-tanggung dan main-main dengan sekedar “mengadaptasi” CCM. Mereka mengeluarkan rock band, menyetel gitar bass, mengencangkan peralatan drum, meningkatkan amplitudo loud speaker, menyajikan tim penyembahan (memastikan bahwa minimal satu dari anggotanya adalah seorang wanita atraktif yang berbusana sesensual yang diperbolehkan oleh gembala), dan membiarkan pujian meledak agar mereka semua dapat “merasakan Allah” melalui penyembahan yang sejati. Kini mereka dapat menikmati hidup daripada diikat oleh aturan dan dibatasi oleh separasi. Mereka memperhatikan bahwa ke arah manapun mereka memandang ada banyak perahu lain yang dengan senang mengikuti arus. Tentunya semua orang itu tidak mungkin salah. Ya, di situ ada perahunya Rick Warren yang besar. Wow, mereka nge-rock hebat! Dan ada perahu Franklin Graham. Dia terlihat bahagia! Bayangkan pengkhotbah-pengkhotbah dulu yang suka mendayung sering memperingatkan tentang ayahnya, Billy Graham. Sungguh menggelikan. Akhirnya, orang-orang di perahu itu mendapatkan bahwa mereka adalah bagian dari mayoritas dan tidak lagi menjadi bahan tertawaan perahu-perahu lain. Lalu mereka memperhatikan bahwa ada banyak cabang-cabang di sungai itu, dan mereka semua terlihat menarik, walaupun hutan belantara di tepi-tepi sungai itu terlihat gelap dan menakutkan; dan untuk sesaat – tetapi pasti itu hanyalah tipuan imajinasi – sepertinya ada monster-monster yang bergerak di bawah air yang gelap itu. Tetapi tidak, gembala baru kita (anak dari pendiri) memberitahu kita bahwa semua cabang-cabang itu baik-baik saja dan kita memiliki banyak sekali kebebasan. Allah berpikiran luas dan mengasihi semua cabang itu. Ada cabang emerging dan cabang meditasi dan cabang hedonisme Kristen dan cabang Bapa-Bapa Gereja dan banyak lagi yang pernah mereka lihat sebagai sesuatu yang berbahaya tetapi kini mereka dapat melihat bahwa semua itu cabang Kristiani yang baik-baik saja. Satu hal yang selalu diulangi oleh orang-orang adalah kini hidup terasa begitu menyenangkan dan mereka tidak perlu mendayung. Sungguh enak akhirnya dapat membuat keputusan sendiri dan tidak perlu dibatasi oleh teriakan-teriakan pengkhotbah yang fanatik. Mereka kini begitu bersemangat karena rock band, begitu tenggelam dalam “penyembahan,” begitu sibuk menyelidiki cabang-cabang yang berbeda-beda, sehingga mereka tidak menyadai bahwa sungai itu kini mengalir lebih cepat dan pemandangan mulai berubah. Kini ada bagian jeram yang berbatu-batu. Mereka mulai merasa sedikit tidak nyaman, dan ada yang menyarankan bahwa mungkin mereka kini perlu mendayung sedikit lagi, tetapi hal ini dianggap sebagai sikap Farisi. Bahkan ada yang berkomentar, “Apa berikutnya kamu mau mengundang David Cloud, si hyper-legalis dan penyerang pengkhotbah lain itu?” Semua orang tertawa. Tetapi, bagaimanapun juga kini sudah terlambat. Mereka sudah melaju terlalu kencang. Sungai itu kini menguasai mereka. Tidak ada tempat berbalik. Lalu mereka mendengar sesuatu di kejauhan, semacam bunyi deru, dan semakin lama semakin nyaring. Semakin nyaring. Dan akhirnya mereka melihatnya. Air itu bergejolak dan berbuih-buih menuruni air terjun yang besar. Mereka kini tidak berdaya, dalam genggaman sesuatu yang terlalu kuat untuk dilawan. Waktu untuk berbalik sudah lewat, dan mereka meluncur menuruni air terjun dan hancur di bebatuan di bawahnya. Tetapi sebelum mereka terjun, gembala sidang mereka yang cool itu berteriak, “Tetapi yang kita lakukan hanyalah berhenti mendayung!!!” Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng (2 Timotius 4:3-4).&lt;br /&gt;EDITOR: Dr. David Cloud dalam artikel ini memperingatkan tentang bahaya kompromi yang dihadapi oleh setiap gereja Baptis Independen yang Alkitabiah. Hal ini terutama dimulai dalam bidang musik. Kompromi hampir tidak pernah terjadi sekaligus, tetapi perlahan. Berhenti menyerang kesesatan secara aktif sudah merupakan suatu kompromi. Setiap orang Kristen perlu memastikan dirinya berada di gereja yang Alkitabiah. Lalu, setelah berada di gereja yang Alkitabiah, dia perlu memastikan gerejanya tidak berkompromi. Ini adalah pekerjaan yang melelahkan memang dan ibarat mendayung. “Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus” (Ibrani 2:1).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-1474472801365420189?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/1474472801365420189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2011/04/kesesatan-di-akhir-zaman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/1474472801365420189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/1474472801365420189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2011/04/kesesatan-di-akhir-zaman.html' title='KESESATAN DI AKHIR ZAMAN'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-596936925986133281</id><published>2010-10-20T04:24:00.000-07:00</published><updated>2010-10-20T04:26:10.446-07:00</updated><title type='text'>Penganiayaan Terhadap Jemaat Baptis</title><content type='html'>Penganiayaan Terhadap Kaum Baptis&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gereja Orthodoks Rusia telah memiliki sejarah yang panjang dalam penganiayaan terhadap kaum Baptist di Rusia.  Sejak 20 Agustus 1867 ketika seorang Baptist Jerman yang bernama Martin Kalweit membaptis selam Nikita Voroin di sebuah sungai kecil dekat sungai Kura di Kaukasus sebelah selatan Rusia. Penganiayaan gereja Orthodok Rusia terhadap kaum Baptis semakin nyata.&lt;br /&gt;Akhirnya pada tahun 1879 ‘sekte’ Baptis diakui secara hukum  namun toleransi sebenarnya tidak terjadi, karena gereja Orhodoks takut dengan penginjilan yang agresif  dan misi yang dilakukan kaum Baptis. Sebelum 1917 ketika sebagian besar kekaisaran jatuh ke tangan Komunis, gereja Orthodok adalah gereja negara dan mereka memakai kepolisian untuk menganiaya kaum Baptis. Ada seorang pemimpin Baptis menulis hal ini mengenai hari-hari penganiayaan pada masa itu. “ini adalah masa-masa yang sulit, mengerikan, dianiaya, diusir, dipenjara, dipukul adalah hal-hal yang dialami orang-orang percaya yang terus menerus terjadi bagi mereka yang sungguh-sungguh percaya. Di dalam rasa takut yang terus menerus ditangkap polisi mereka tetap mengadakan pertemuan jemaat di hutan, di bawah tanah, di kuburan, di rumah-rumah.&lt;br /&gt;Tulisan mengenai penderitaan saudara Baptis kita di rezim Komunis semakin banyak dikumpulkan. Tempat penyimpanan arsip KGB (agen rahasia Rusia) dibuka oleh Georgi Vins tahun 1995 dan ia pun menyelidiki rahasia yang selama ini disimpan ayahnya Rev. Peter Yakuvlech Vins. Ia menemukan file ayahnya yang terdiri dari 450 halaman, ia dapatkan bahwa ayahnya ditembak mati pada tanggal 26 Agust 1937. &lt;br /&gt;Pada tahun 1996  David L. Cummins mendapat kehormatan untuk bertemu dengan  Rev. Vladimir Zinchenko, gembala dari gereja Baptis yang tidak terdaftar di Moskow. Ia menceritakan pengalamanya dipenjarakan dua kali baru-baru ini. Vladimir Zinchenko lahir pada tanggal 13 Juni 1950 dari keluarga Kristen Baptis yang taat. Di awal tahun 1960, ayahnya P.S. Zinchenko adalah salah seorang pemimpin Baptis yang mewakili kaum Baptis dan Georgi Vins bertemu dengan Nikita Khrushchev, pemimpin Uni Soviet. Namun usaha mereka tidak berhasil untuk memperjuangkan kebebasan beragama di negara tersebut.  &lt;br /&gt;Ibu Vladimir, Vera adalah seorang wanita Kristen yang taat dan luar biasa. Dalam bimbingan rohani yang baik akhirnya pada tanggal 20 Juni 1963, Vladimir mengakui imanya di depan publik dengan dibaptis selam. Enam tahun kemudia Vladimir ditangkap dan dipenjara karena memimpin pujian disebuah kebaktian di dalam hutan. Ia dituduh bersalah dan dikirim ke camp pengasingan Ukraina, tidak jauh dari perbatasan Rumania. KGB berusaha mencuci otaknya namun tidak berhasil. Saudara Vladimir, Paul juga dipenjarakan karena imannya. Pada tamggal 2 september 1972, Vladimir pun dibebaskan.&lt;br /&gt;Setelah dibebaskan ia pun semakin giat melayani Tuhan dan menikah lalu melanjutkan studinya. Pada tangaal 10 Agustus 1980, ia  ditahbiskan menjadi gembala disebuah gereja local tempat ia dulu melayani. Namun pencaobaan kembali datang, tanggal 24 Februari 1984 ia ditangkap KGB dan dipenjarakan. Ia dibawa ke penjara Matroska disebelah utara Moskow. Istrinya yang setia dan 2 anak perempuanya yang masih kecil diberi kesempatan mengunjungi setahun satu kali. Pada tahun 1987, Valdimir dibebaskan, namun ia diberitahu bahwa ia tidak boleh tinggal di Moskow lagi. Dalam waktu 72 jam ia harus segera meninggalkan Moskow.&lt;br /&gt;Oleh karena kesulitan ekonomi, Uni Soviet, Mikhail Gorbachev dalam pertemuanya dengan presiden George Bush meminta bantuan, namun Bush menolak. Bush meminta Uni Soviet terbuka dan mengijinkan kebebasan beragama di negara tersebut. Oleh karena kesulitan ekonomi akhirnya  pemimpin Komunis tersebut menyerah pada permintaan Bush. Akhinrnya Vladimir Zinchenko bebas untuk kembali  pada kawanan dombanya dan mengembalakan mereka.  Kedua anak mereka sekarang sedang belajar  dan melayani di Amerika dan Tuhan memberkati mereka  dengan anak ketiga.&lt;br /&gt;Pada saat ini kebebasan beragama sedang dalam keadaan buruk. Di Indonesia diskriminasi terhadap kaum Baptis semakin meningkat, oleh sebab itu kita harus terus berdoa agar Tuhan memberi kekuatan kepada kita untuk berjuang. Tunas jemaat yang terus didirikan di seluruh daerah kiranya semakin bertumbuh dan semangat, mumpung kesempatan kita melayani masih ada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-596936925986133281?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/596936925986133281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2010/10/penganiayaan-terhadap-jemaat-baptis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/596936925986133281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/596936925986133281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2010/10/penganiayaan-terhadap-jemaat-baptis.html' title='Penganiayaan Terhadap Jemaat Baptis'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-6850453499399581143</id><published>2010-10-20T04:19:00.000-07:00</published><updated>2010-10-20T04:21:10.680-07:00</updated><title type='text'>Gembala Protestan jadi Penginjil Baptis</title><content type='html'>Gembala Protestan Jadi Penginjil Baptist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dilahirkan di tahun 1783, Gottlob Bruckner menjadi seorang missionary Baptis yang luar biasa. Kisah ini akan memberikan pelajaran bagi siapapun yang membacanya. Gottlob dilahirkan diwilayah pertanian di selatan kota Berlin, Jerman.  Gottlob dibesarkan di keluarga yang rajin membaca Alkitab dan setiap hari renungan harian menjadi aktivitas keluarga. Pada usia 20 tahun anak muda ini meninggalkan rumah untuk mencari nafkah ke kota Berlin. Di kota Jerman ini ia bertemu dengan seorang pengkhotbah dan membawanya kepada hal-hal yang ingin Allah lakukan dalam hidupnya. Di kota inilah akhirnya ia bertobat dan percaya pada Juruslamat.&lt;br /&gt; Gottlob akhirnya mengetahui pelayanan William Carey di India dan berpikir bahwa Allah mnghendakinya menjadi missionary. Kebetulan temanya seorang gembala membuka sekolah pelatihan missionary dan Gottlob pun mendaftarkan diri dan belajar selama 18 bulan lalu dikirim ke Belanda untuk mengikuti pelatihan lanjutan. Dan ia belajar di sana selama tiga tahun termasuk mempelajari bahasa Belanda. &lt;br /&gt;Tahun 1811 sebuah kelompok misi di bentuk di Belanda, namun kondisi politik di bawah pemerintahan kaisar Napoleon tidak memungkinkan orang-orang untuk keluar negeri. Namun gottlob kembali ke Jerman dan belajar selama setahun di sana. Akhirnya Gottlob bersama dua orang temanya dikirim ke Inggris hanya dengan membawa satu tas kecil pakaian. Selama kurang lebih satu tahun belajar Gottlob pun ditahbiskan di Inggris.&lt;br /&gt;Perang hampir berakhir, oleh karena Inggris mengambil alih Indonesia dari Belanda di masa perang Napoleon dan peti pakaian Gottlob dikirim melalui kapal untuk menuju Indonesia, namun kapal yang membawa pakaian Gottlob terbakar dan ia pun kehilangan barang-barang duniawinya. Tahun 1814 bulan Januari, Gottlob dan temanya beralayar menuju Indonesia, kapal mereka nyaris tengelam oleh karena badai yang dahsyat. Setelah sampai di Jakarta, Gottlob seorang diri langsung berangkat menuju sebelah utara Jawa. Dua kali kapal mereka diserang bajak laut sehingga membuatnya sedikit letih menghadapi semua itu. Setelah kapal berlabuh, Gottlob harus mendaki gunung yang penuh Harimau dan menuju kota Semarang. Tibalah ia disebuah gereja Belanda yang telah disiapkan sejak zaman dulu. Jemaat gereja tersebut adalah orang Belanda dan Indonesia yang hanya sekedar formalitas datang ke gereja namun tidak disertai pertobatan. Gottlob pun akhirnya berkenalan dengan seorang anak perempuan gembala Belanda dan mereka akhirnya menikah dan dikaruniai 8 orang anak.&lt;br /&gt;Ketika Rev. Gottlob sedang mengunjungi kota-kota lain, ia bertemu sebuah keluarga misionari dari gereja Baptist Inggris mereka adalah Rev. Thomas Trowt. Rev. Gottlob akhirnya berteman baik dengan Rev. Thomas. Suatu saat mereka berdiskusi sangat panjang tentang baptisan yang benar.  Namun pada tanggal  31 Maret 1816 Rev. Gottlob mengumumkan pada jemaatnya; “Saya berencana untuk dibaptis, sekarang saya percaya bahwa Alkitab mengajarkan baptisan secara selam dan dilakukan pada orang yang sudah bertobat dan percaya bukan sebelum.” Pada hari minggu setelah pengumuman itu ia pun segera dibaptis selam dan jemaatnya pun memecatnya menjadi gembala mereka. Keputusan yang sulit diterima bagi Rev. Gottlob mengingat ia sudah berkeluarga dan memiliki 8 orang anak. Namun kebenaran tetaplah kebenaran yang harus dijunjung tingi.&lt;br /&gt;Enam bulan kemudian Rev.Thomas Trowt meninggal dunia karena demam dan Belanda mengambil alih Indonesia dari Inggris, hal ini mengakibatkan tidak ada missionary Inggris yang bias masuk Indonesia. Namun karena Rev. Gottlob adalah keturunan Jerman, ia pun dapat tetap tinggal di Indonesia. Rev. Thomas Trowt meninggalkan pekerjaanya yaitu terjemahan kitab PB ke bahasa Jawa dan Rev. Gottlob yang melanjutkanya. Suatu hari ia menerima sepucuk surat dari William Carey  yang mengundangnya membawa hasil terjemahanya untuk dikaji ulang. William Word, di tunjuk oleh British  Mission Society untuk mencetak Alkitab. Tahun 1828 bersama dengan 2 anak laki-lakinya ia berangkat ke India dan kurang lebih 3 tahun ia berada di India dan satu anaknya meninggal dunia karena demam.&lt;br /&gt;Ketika tugasnya selesai ia pun naik kapal dengan membawa 2000 Alkitab PB dalam bahasa Jawa, 20.000 traktat, kertas-kertas dalam jumlah yang banyak untuk dicetak dan satu set huruf cetak jawa. Kapal mereka hamper tengelam karena badai dan topan, namun mereka terus berdoa  dan Tuhan mendengar doa mereka. Setibanya dirumah ia harus menerima kenyataan semua Alkitab dan traktatnya ditahan, hanya disisakan beberapa kitab saja. Namun ia tidak putus asa melainkan berusaha mencetaknya lagi dan mengirimkan sebuah cetakan PB pada raja-raja di Belanda dan Prusia. Hasil yang ia lakukan membuat pemerintah Belanda di Indonesia menyetujui kebebasan beragama.&lt;br /&gt;Hingga akhir hayatnya Rev. Gottlob melihat sedikit saja hasil pelayanannya. Ia meninggal ditahun 1857 dan tidak ada seorang Baptist pun yang membantunya menyebarkan Injil di Indonesia. Namun hari ini kita melihat cukup banyak gereja Baptis tumbuh di pulau Jawa. Seorang Baptist dipakai Allah untuk menyiapkan jalan bagi penginjil-penginjil dimasa mendatang. Jangan pernah menyerah dan kecewa melihat hasil pelayanan Anda, namun tetaplah setia kerjakan sampai kelak Tuhan datang menjemput.&lt;br /&gt;Hal yang paling penting untuk diperhatikan dan dikagumi dari Rev. Gottlob adalah keberaniannya untuk mengikut kebenaran. Walaupun ia harus menderita dipecat dari gerejanya demi kebenaran dan berusaha memelihara keluarganya, tentu ini bukan hal yang mudah. Banyak orang hari ini selalu kuatir akan masalah kehidupan dan tidak berani mengambil keputusan untuk ikut kebenaran. Disatu sisi mereka nampak seolah-olah hamba Tuhan yang terhormat dan memiliki banyak jemaat yang memujanya. Celakanya lagi mereka berusaha membangun gerejanya besar-besar agar kelihatan megah dan jemaatnya mampu dan kaya. Padahal mereka terus menyesatkan banyak orang dengan berkata; “manusia masuk surga kerena dipilih, membaptis bayi, membaptis orang sakit, membaptis percik dll. Sesungguhnya kata Paulus mereka melayani perut mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-6850453499399581143?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/6850453499399581143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2010/10/gembala-protestan-jadi-penginjil-baptis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/6850453499399581143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/6850453499399581143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2010/10/gembala-protestan-jadi-penginjil-baptis.html' title='Gembala Protestan jadi Penginjil Baptis'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-4455742478224112437</id><published>2009-03-17T20:04:00.000-07:00</published><updated>2009-12-28T03:17:24.763-08:00</updated><title type='text'>PERBEDAAN KALVINIS DENGAN NON-KALVINIS</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERBEDAAN KALVINIS DENGAN NON-KALVINIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagian 1: Jika manusia harus beriman agar selamat, apakah berarti ia punya andil dalam keselamatan?&lt;br /&gt;Oleh Dr. Steven E. Liauw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendiskusikan mengenai masalah Kalvinisme, banyak terjadi salah pengertian dan debat kusir, karena tidak mengerti inti perbedaan satu pandangan dengan lainnya. Akibatnya, kedua belah pihak ngotot pada posisinya masing-masing, dan saling menyalahkan, bahkan tanpa benar-benar mengerti apa yang dimaksud oleh pihak lawan. Tentu, ini diperparah ketika suatu istilah dipakai dengan dua  pengertian yang berbeda, sehingga diskusi tidak pernah mencapai titik temu. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui, di mana letak perbedaan yang sebenarnya, antara seorang Kalvinis dengan seorang non-Kalvinis. Seri ini akan membahas satu-persatu, perbedaan-perbedaan krusial antara Kalvinis dengan non-Kalvinis. Ada cukup banyak perbedaan, tetapi saya akan fokus kepada satu perbedaan di setiap seri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, sebelum membahas perbedaan, kita perlu melihat dulu, tentang persamaan mereka. Kalvinis maupun non-Kalvinis (yang Alkitabiah) percaya Alkitab sebagai Firman Allah dan standar kebenaran. Keduanya percaya bahwa keselamatan didasarkan pada karya pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib, menggantikan manusia. Keduanya percaya bahwa keselamatan hanyalah karena kasih karunia, tanpa ada jasa atau usaha manusia di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin di sinilah Kalvinis mulai protes, dan menegaskan bahwa non-Kalvinis sedikit banyak mengandalkan jasa/usaha manusia untuk masuk Surga. Tetapi, itu tidak benar. Semua orang yang Alkitabiah akan mengatakan bahwa keselamatan tidaklah tergantung pada jasa/usaha manusia. Letak perbedaan sebenarnya adalah: KALVINIS MENGANGGAP IMAN PERCAYA SEBAGAI SUATU JASA/USAHA, SEDANGKAN NON-KALVINIS MENGATAKAN BAHWA IMAN PERCAYA BUKANLAH USAHA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu poin perbedaan mendasar antara Kalvinis dengan non-Kalvinis. Bagi orang-orang Alkitabiah, keselamatan adalah karena kasih karunia, oleh iman (Ef. 2:8). Artinya, tidak ada suatu apapun dalam diri manusia yang membuat dia pantas diselamatkan. Keselamatan adalah sepenuhnya kasih karunia. Tuhan menyelamatkan manusia bukan karena dia baik (manusia sudah bobrok dalam dosa), bukan karena dia hebat, bukan karena dia memiliki suatu hal yang menarik, bahkan bukan karena dia memiliki iman. Iman bukan dasar dari keselamatan. Kasih karunia adalah dasar dari keselamatan. Allah menyelamatkan manusia, semata-mata karena Ia berbelas kasihan, dan menaruh kasih kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, Alkitab juga tegas mengatakan, bahwa keselamatan itu adalah oleh iman. Artinya, iman adalah syarat dari keselamatan. Tuhan memutuskan untuk memberi keselamatan kepada manusia atas dasar kasih karunia, tetapi Tuhan menuntut syarat, yaitu iman. Harus dibedakan apa itu DASAR dan apa itu SYARAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ILUSTRASI: Ada seorang yang kaya dan baik hati, tinggal di rumahnya yang megah. Dia lalu melihat bahwa ada sejumlah anak-anak gelandangan yang tidak memiliki rumah, setiap hari tidur di bawah jembatan tidak jauh dari rumahnya. Ia lalu berbelas kasihan kepada mereka dan memutuskan untuk memberikan tempat tinggal yang layak kepada mereka. Ia memanggil mereka, lalu berkata: barangsiapa yang mencuci mobil saya, akan saya berikan tempat tinggal yang layak. Nah, di sini kita melihat, bahwa bagi seorang gelandangan yang mendapat rumah, DASAR kebahagiaannya adalah belas kasihan dari si orang kaya. Tetapi, SYARATnya adalah mencuci mobilnya. Mencuci mobil bukanlah alasan mengapa orang kaya itu mau memberikan rumah kepada anak gelandangan. Toh, mencuci mobil tidak sebanding dengan harga rumah yang akan dia berikan. Orang kaya itu sudah memiliki ALASAN/DASAR untuk memberi rumah, barulah ia mengajukan SYARAT bagi para gelandangan. ALASANnya adalah belas kasihannya, SYARAT yang dia ajukan adalah “mencuci mobilnya.” Jadi, DASAR berbeda dengan SYARAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kembali ke realita, Allah menyelamatkan manusia dengan DASAR kasih karuniaNya (ini adalah alasan Allah), dengan syarat manusia itu harus beriman/percaya. Efesus 2:8 menyatakan hal ini: “Sebab KARENA (alasan) kasih karunia kamu diselamatkan OLEH (syarat/cara) iman…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang berkata: “Nah, bukankah seperti dalam ilustrasi tadi, jika ada SYARAT mencuci mobil, maka berarti perlu andil/usaha untuk mendapatkan kasih karunia itu.” Benar! Kalau syaratnya adalah “mencuci mobil,” maka ada usaha manusia. Bahkan, syarat apapun yang diajukan, mengimplikasikan adanya usaha manusia, kecuali satu syarat: percaya/beriman atau menerima.(1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, disinilah letak perbedaan Kalvinis dan non-Kalvinis. Kalvinis bersikukuh, bahwa jika manusia diharuskan untuk menerima kasih karunia agar selamat, maka artinya manusia memiliki andil dalam keselamatan. Manusia lalu bisa menyombongkan diri, bahwa adalah karena jasa-jasanya ia selamat. Oleh karena itu, DALAM THEOLOGI KALVINIS, IMAN BUKAN SYARAT KESELAMATAN, IMAN ADALAH HASIL DARI KESELAMATAN! Menurut Kalvinis, manusia tidak menerima kasih karunia, barulah ia lahir baru, justru ia bisa menerima/percaya karena ia sudah dilahirbarukan. Sebagai contoh, Piper mengatakan: “Kami tidak berpikir bahwa iman mendahului…..kelahiran kembali. Iman adalah bukti Allah telah melahirkan kita secara baru.”(2) MacArthur menegaskan bahwa “Regenerasi secara logis harus memulai iman.” (3) Sproul menambahkan: “Regenerasi (kelahiran kembali) bukanlah buah atau hasil dari iman. Sebaliknya, regenerasi mendahului iman, sebagai suatu syarat bagi iman.” (4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, urutan Kalvinis terbalik dibandingkan dengan urutan Alkitab. Kalvinis mengatakan: lahir baru dulu (selamat) barulah beriman/menerima. Sedangkan Alkitab mengatakan: “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yoh. 1:12). Jadi, menurut Alkitab, menerima dulu (percaya dulu), barulah menjadi anak Allah (dilahirbarukan). Menurut Kalvinis, lahir baru adalah syarat iman. Menurut Alkitab, iman adalah syarat lahir baru. Efesus 2:8 sudah membuktikan hal ini. Ayat-ayat lain mengukuhkan hal ini: Kisah Rasul 3:19 (bertobat dulu baru dosa dihapus), Kisah Rasul 16:31 (percaya dulu, baru dosa dihapus/selamat).(5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kita harus kembali kepada: mengapakah Kalvinis membuat urutan yang sedemikan aneh? Dari mana mereka mendapat ide bahwa manusia lahir baru dulu, barulah beriman? Ini semua berakar dari dua konsep mereka yang salah, yaitu:&lt;br /&gt;1. Bahwa manusia tidak bisa beriman/percaya tanpa lahir baru (Poin ini akan secara mendalam dibahas di seri lain).&lt;br /&gt;2. Bahwa jika manusia harus beriman/menerima kasih karunia untuk keselamatannya, maka itu sama dengan keselamatan karena usaha. Poin nomor dua ini yang menjadi pokok pembahasan kita di artikel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Kalvinis yang pernah berdiskusi dengan saya menyatakannya seperti demikian: “Jika saya dapat memilih untuk menerima atau menolak kasih karunia Allah, maka ketika saya masuk Surga, saya dapat menyombongkan diri, bahwa saya telah memilih untuk menerima.” Untuk memperkuat pandangannya, Kalvinis menyerang orang-orang Alkitabiah. Kalvinis berkata bahwa jika harus percaya dulu, baru selamat, maka berarti manusia menyelamatkan dirinya sendiri. Tetapi benarkah konsep ini? Sepertinya hanya Kalvinis yang berpikir demikian. Coba kita lihat dalam skenario hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi: Ada seorang yang sangat miskin sekali. Dia tidak memiliki apa-apa, bahkan makan pun sulit. Tambahan lagi, dia tidak memiliki keterampilan apapun yang dapat dibanggakan. Suatu hari, seorang yang sangat kaya, memutuskan untuk memberikan kepada si miskin ini, suatu harta yang besar jumlahnya. Si miskin tidak perlu melakukan apapun, selain dari menerima hadiah itu. Hadiah itu gratis! Jika si miskin menerima harta tersebut, dapatkah ia berbangga, bahwa dia kini kaya karena usahanya? Dapatkah ia menyombongkan diri kepada teman-temannya bahwa ia berjasa atas kekayaan yang kini ia nikmati? Bisakah dia berdalih: “Saya hebat, karena saya memilih untuk menerima?” Dapatkah dia berkata bahwa karena dia menerima hadiah itu, dia sendirilah yang telah membuat dirinya kaya? Teman-temannya yang berpikiran waras tentu akan berseru: “Tinggal menerima saja, itu sih bukan hebat! Itu terima bersih namanya!” Tidak seorangpun yang belum terkontaminasi Kalvinisme, akan berpikir bahwa si miskin ini memiliki jasa dalam hal itu. Juga tidak ada yang akan berkata bahwa ia menjadi kaya karena usahanya. Semua akan mengatakan bahwa dia menjadi kaya karena kasih karunia dari sang orang kaya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga, tidak ada satu orangpun yang waras, yang belum terkontaminasi oleh Kalvinisme, akan mengatakan bahwa tindakan percaya/beriman merupakan jasa manusia dalam keselamatan. IMAN BUKANLAH USAHA/JASA! Tetapi Kalvinisme, secara sistematis menuduh bahwa kita yang mengajarkan “iman” sebagai syarat keselamatan, adalah orang-orang yang mengandalkan “usaha sendiri” atau “kehebatan sendiri” untuk masuk Surga. Tidak demikian bung! Secara logis, jika seseorang memberikan hadiah, memang harus diterima, dan tindakan menerima itu bukanlah suatu usaha atau jasa pihak penerima. Kalau ada orang-orang yang menolak hadiah tersebut, bukan berarti ada kehebatan di pihak orang-orang yang menerima, melainkan adanya kebodohan di pihak orang-orang yang menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita lihat, bahwa theologi Kalvinis, yang menyamakan iman dengan usaha, tidak sesuai dengan logika. Tetapi, logika bukanlah standar tertinggi kita. Lebih parah lagi, theologi Kalvinis ini menyalahi Alkitab. Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa iman berbeda dengan usaha. Salah satu perikop yang jelas sekali dalam hal ini adalah Roma 4:1-6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita? Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? “Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran. Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya:” (Roma 4:1-6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat-ayat di atas, jelas sekali bahwa Alkitab membedakan antara PEKERJAAN atau USAHA dengan IMAN! Iman bukanlah usaha! Alkitab tegas dalam hal ini! Jadi, jika kita mengatakan bahwa “anda perlu percaya Yesus untuk lahir baru,” itu tidaklah mengajarkan keselamatan berdasarkan usaha/jasa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun yang membaca Alkitab tanpa pernah dipengaruhi oleh Kalvinisme sebelumnya, tidak akan berkesimpulan bahwa “lahir baru” mendahului “iman.” TIDAK ADA SATU AYAT PUN YANG MENGAJARKAN LAHIR BARU DULU BARU BERIMAN. Sebaliknya, untuk mempertahankan theologi mereka, Kalvinis membuat berbagai skema yang rumit. Untuk mengakomodasi Roma 4:1-6, sebagian Kalvinis menyatakan bahwa pembenaran adalah setelah percaya, tetapi lahir baru adalah sebelum percaya.&lt;br /&gt;Jadi, urutan keselamatan Kalvinis:&lt;br /&gt;1. Dilahirbarukan secara pasif oleh Tuhan (Regenerasi)&lt;br /&gt;2. Menjadi percaya atau beriman atau menerima&lt;br /&gt;3. Dibenarkan (Justification)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urutan demikian sungguh tidak masuk akal, karena memisahkan regenerasi dengan pembenaran. Dalam skema Kalvinis, “iman” hanyalah formalitas belaka. “Iman” hanyalah suatu buah dari keselamatan itu sendiri, sama seperti pekerjaan baik adalah buah dari keselamatan. Kalau Kalvinis benar, maka “iman” bukanlah syarat atau alasan pembenaran, karena iman itu sendiri adalah efek dari kelahiran kembali.&lt;br /&gt;Artinya, secara logis Kalvinis mengajarkan:&lt;br /&gt;1. Orang lahir baru dulu, baru beriman&lt;br /&gt;2. Orang menjadi anak Allah dulu (lahir ke dalam keluarga Allah), baru beriman&lt;br /&gt;3. Orang memiliki hidup dulu (lahir baru), baru beriman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, banyak sekali ayat-ayat Alkitab yang bertentangan dengan urutan tersebut:&lt;br /&gt;1. Yoh. 6:47 berkata “barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal” BUKAN “barangsiapa memiliki hidup menjadi percaya.”&lt;br /&gt;2. Yoh. 1:12 berkata menyatakan bahwa yang menerima Yesus menjadi anak-anak Allah, BUKAN bahwa anak-anak Allah menjadi menerima Yesus.&lt;br /&gt;3. Kis. 16:31 menyatakan bahwa percaya kepada Tuhan Yesus Kristus akan membawa selamat, BUKAN selamat dulu lalu akan menjadi percaya.&lt;br /&gt;4. Yoh. 20:31 menyatakan “oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya,” BUKAN memperoleh hidup agar bisa beriman. Ayat ini juga menegaskan iman sebagai SYARAT keselamatan.&lt;br /&gt;5. Roma 10:13-14, percaya dulu, kemudian bisa berseru kepada Tuhan (dalam iman), lalu diselamatkan. BUKAN lahir baru dulu baru percaya.&lt;br /&gt;6. 1 Kor. 4:15, orang-orang Korintus lahir baru, melalui percaya INJIL yang diberitakan Paulus. BUKAN lahir baru lalu menjadi percaya INJIL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan, bahwa:&lt;br /&gt;1. Kalvinis menganggap bahwa jika iman dijadikan syarat keselamatan, itu sama saja dengan menyelamatkan diri sendiri. Iman dianggap sebagai suatu jasa atau usaha dari pihak manusia.&lt;br /&gt;2. Kalvinis menganggap bahwa orang lahir baru dulu, barulah ia menjadi percaya. Iman adalah buah dari keselamatan/regenerasi.&lt;br /&gt;3. Alkitab menyatakan bahwa iman adalah syarat keselamatan, kasih karunia adalah dasar keselamatan.&lt;br /&gt;4. Alkitab menyatakan bahwa keselamatan oleh iman, bukanlah keselamatan oleh usaha manusia. Iman berbeda dengan usaha. Iman tidak dapat dianggap sebagai suatu jasa.&lt;br /&gt;5. Alkitab menegaskan bahwa iman mendahului keselamatan, mendahului kelahiran kembali, mendahului hidup kekal, mendahului pembenaran, mendahului adopsi menjadi anak Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endnotes&lt;br /&gt;(1) Saya jadikan ketiganya satu, karena memang ketiganya merujuk kepada hal yang sama. Dalam Alkitab, beriman sama dengan percaya. Keduanya adalah syarat keselamatan. Dalam Yoh. 1:12, menerima Yesus juga adalah syarat keselamatan. Artinya, beriman dan percaya pada Yesus sama dengan menerima Yesus. Dengan kata lain, iman adalah sarana untuk menerima Yesus. Kita menerima Yesus dengan cara beriman kepadaNya. Istilah “bertobat” juga satu paket dengan beriman atau menerima Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) John MacArthur, Faith Works (Dallas, Texas: Word Publishing, 1993), 62.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) John MacArthur, The Gospel According to Jesus (Grand Rapids, Michigan: Zondervan Publishing House, 1988), 172-173.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) R.C. Sproul, Chosen by God (Wheaton, Illinois: Tyndale Publishing House, 1986), 13.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Kalvinis sering mencoba untuk menjelaskan kesulitan mereka demikian: bahwa orang lahir baru dulu, baru beriman, baru dibenarkan (diselamatkan). Tetapi ini adalah usaha menjaring angin. Adakah orang yang lahir baru, tetapi tidak selamat? Proses kelahiran kembali sudah merupakan proses keselamatan. Jadi, tetap saja menurut Kalvinis: selamat dulu, barulah beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From:  http://graphe-ministry.org/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-4455742478224112437?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/4455742478224112437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/03/perbedaan-kalvinis-dengan-non-kalvinis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/4455742478224112437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/4455742478224112437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/03/perbedaan-kalvinis-dengan-non-kalvinis.html' title='PERBEDAAN KALVINIS DENGAN NON-KALVINIS'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-7076673825059955632</id><published>2009-03-05T21:01:00.002-08:00</published><updated>2009-03-05T21:02:34.613-08:00</updated><title type='text'>Seorang Imam Yahudi Yang Bertobat.</title><content type='html'>Seorang Imam Yahudi Yang Bertobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Joseph Samuel Christian Frederick dilahirkan di Jerman  oleh orang tua Yahudi di tahun 1771. Sebagaimana taat istiadat Yahudi, ia disunat pada hari kedelapan dan menerima nama Joseph Samuel. Ia di didik secara pribadi oleh seorang guru yang mengajarkan Hukum Taurat kepadanya. Ia sangat cepat menyerap pelajaran sehingga pada umur 16 tahun ia telah mampu membaca Pentateuch dalam bahasa Yunani. Ia meneruskan pendidikanya di kantor seorang rabbi dan akhirnya ia menjadi pemimpin Sinagoge pada usianya yang baru 21 tahun.&lt;br /&gt; Karena tidak puas dengan kehidupanya di rumah, dia pun melakukan perjalanan ke berbagai tempat di Jerman. Sekalipun ia diajar untuk membenci kekristenan, ia akhirnya menjadi akrab dengan seorang Kristen. Orang Kristen inilah yang menanamkan konsep-konsep kekristenan di dalam benak Joseph. Ia pun menetap di Weimar dan kerja menjadi pembuat sepatu selama 3 tahun. Di masa inilah ia banyak membaca Perjanjian Baru dan kitab Yahudi. Setelah semuanya ia baca akhirnya ia menarik kesimpulan bahwa Yesus kristus adalah Masias dan ia pun dibaptis menjadi seorang Protestan.&lt;br /&gt; Ia tertarik dengan kelompok Moravia dan menghadiri pertemuan mereka. Suatu hari ketika pulang dari pertemuan Moravia, salah satu temanya menanyakan apakah ia mau menjadi seorang missionary. Joseph pun menjawab mau dan bersedia menjadi missionary. Di Februari 1800, ia masuk ke seminary Saxony yaitu suatu tempat pelatihan bagi orang muda yang menjadi misionari.&lt;br /&gt; Setelah menyelesaikan pendidikanya ia pun diutus  untuk pergi ke London Missionary Society. Di sini ia dilatih untuk pergi ke Afrika. Ketika ia menantikan waktu keberangkatanya, ia mengunjungi saudara-saudara yahudinya di Sinagoge-sinagoge, dengan maksud untuk menjelaskan kekristenan epada mereka. London Missionary Society mengetahui hal ini dan mengizinkanya untuk melayani orang-orang Yahudi. Sekalipun ia memberitakan Injil pada banyak orang Yahudi namun tidak banyak yang bertobat.&lt;br /&gt; Tanggal 23 Juli ia meninggalkan keluarganya di New York. Bekerjasama dengan rekan-rekanya ia mendirikan sebuah gereja dan ia ditahbiskan menjadi gembala di sana. Tahun 1825 ia mulai ragu-ragu mengenai cara pemaptisan dan orang yang menerima baptisan. setelah bergumul sekitar 2 tahun, ia menemukan bahwa sebenarnya baptisan yang benar adalah diselam dan bayi tidak memenuhi syarat menerima baptisan. tanggal 28 Agustus 1827, ia dibaptis selam oleh Rev. Maclay di New York dan sejak saat itu ia telah menjdai seorang Baptist.&lt;br /&gt; Selama 43 tahun terakhir dimana masa hidupnya, Joseph melakukan perjalanan tahunan selama 4 hingga 6 bulan dan berkhotbah setiap tahun seabnyak 300 kali. Ia juga menulis buku mengenai pertobatan orang-orang Yahudi, mengenai baptisan dan paskah, termasuk Alkitab Yahudi Vander Hougt’s. Kumpulan surat-suratnya dinamakan Joseph &amp; Benyamin yang isinya mengenai kontroversi antara Yahudi dan Kristen. &lt;br /&gt;Ia menulis, “ Aku telah mengirimkan surat-surat ini untuk Benyamin, saudaraku yang mewakili saudara Yahudiku. Sekarang aku telah menjadi tua dan berjanggut putih dan tidak bisa mengharap memiliki waktu yang banyak untuk melayani Tuhan. Saya telah menyiapkan surat-surat untuk orang-orang dengan segala daya upayaku dan sekarang dengan rendah hati saya serahkan kepada orang-orang,  supaya setelah saya mati dan kembali ke Bapa-ku yaitu Abraham, Ishak dan Yakub di kerajaan Surga, maka lewat surat-suratku berita Injil Yesus Kristus dapat diberitakan. Yesus Kristus adalah Mesias yang disalibkan penebus dan Juruslamat orang percaya.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-7076673825059955632?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/7076673825059955632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/03/seorang-imam-yahudi-yang-bertobat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/7076673825059955632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/7076673825059955632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/03/seorang-imam-yahudi-yang-bertobat.html' title='Seorang Imam Yahudi Yang Bertobat.'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-2666380966805987284</id><published>2009-03-05T21:01:00.001-08:00</published><updated>2009-03-05T21:01:39.488-08:00</updated><title type='text'>Wanita Baptist Yang Menjawab Panggilan Allah</title><content type='html'>Wanita Baptist Yang Menjawab Panggilan Allah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pahlawan iman kita kali ini adalah Lavina Mead, ia dilahirkan di New Lisbon, Wisconsin tanggal 26 April 1859. Sepuluh tahun kemudian ia mendengar jemaat Baptis menyanyikan sebuah lagu, “tangisan dari Macedonia” ia lalu bertanya kepada ibunya apa arti lagu itu. Ketika pesan lagu itu dijelaskan oleh ibunya kepadanya, ia pun menjawab “Aku akan ke Macedonia.”  Sejak saat itu ia memusatkan pikiranya untuk pelayanan padahal  pada saat itu ia adalah anak gadis yang kecil yang tidak pernah menyangka bahwa kemauannya menjawab panggilan Allah membuat ia keliling dunia di masa yang akan datang.&lt;br /&gt; Lavina sekolah menengah atas di Pillsbury academy di Owatonna, Minnesota. Setelah lulus ia menjagi guru dan mengajar selama sepuluh tahun di daerah barat daya Minnesota. Tahun 1886 ia mengajukan diri untuk menjadi missionary. Lavina terpilih dan januari tahun 1887 ia pun berlayar ke Ingole, India. Namun sayang, panas terik dan iklim dia India membuat ia demam dan kesehatanya terganggu. Dokter bersikeras mengganjurkan Lavina segera pulang ke Amerika untuk berobat, gadis ini pun kecewa dan pulang ke Amerika. Namun ia tidak segera putus asa, setelah kesehatanya pulih Lavina segera mendaftarkan diri ke Training Institue di  Minneapolis untuk mempersiapkan diri agar lebih baik sebelum terjun kembali ke palayanan. Selama waktu itulah ia banyak melakukan penginjilan dan berbicara di gereja-gereja dalam kelompok anak remaja perempuan. Ketika ia menyelesaikan pelatihannya dan kesehatanya benar-benar pulih, ia pun ditunjuk pelayanan ke daerah yang lebih sejuk yaitu Jepang.&lt;br /&gt; Tahun 1890, bersama dengan Nellie Fife dan L. Adele Philips, ia memulai pelayanan di Osaka, Jepang. Lavina perlu waktu 15 bulan untuk menguasai bahasa Jepang. Setelah itu ia ditinggal sendiri dalam pelayananya di Jepang. Ia menerapkan penginjilan dari pintu ke pintu dan membentuk suatu kelompok yang bernama “Wanita Alkitab.”  Pada masa itu orang asing dilarang untuk melakukan perjalanan ke tempat lain selain dari kota tempat dimana mereka tinggal. Lavina melakukan strategi penginjilan dengan melakukan penggiriman “Wanita Alkitab” untuk ke luar kota, sehingga banyak wanita Jepang bisa mendengar Injil.&lt;br /&gt; Dari usahanya inilah akhirnya Lavina berhasil mendirikan sekolah bagi wanita-wanita muda. Tanggal 29 Januari 1896, sebuah bangunan baru didirikan dan ketika sekolah ini dimulai hanya terdiri dari 15 murid. Namun waktu berlalu sehingga jumlah murid bertambah dan pengaruh Injil meluas. Pendidikan hanyalah alat bagi Lavina untuk memperluas berita Injil dan memenangkan jiwa. Setelah pelayanan  di Osaka  mulai berkembang, Lavina pergi ke Sendai untuk  memperluas berita Injil.&lt;br /&gt; Tahun 1908, ia kembali ke Osaka, kota kedua terbesar di Jepang. Disana ia mendirikan Womens Bible Training School. Kemudian meneruskan pelayanan disana selama 18 tahun. Wanita-wanita muda yang lulus dari sekolah ini ada yang menjadi guru, penginjil maupun istri gembala. Lavina juga membangun asrama baru bagi para missionary sehingga pelayanan di Osaka semakin berkembang. Karena usaha-usahanya dalam pelayanan membuat ia lelah dan fisiknya mulai lemah, tanggal 27 Mei 1926 ia kembali ke Amerika karena tidak mau menjadi beban di sana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-2666380966805987284?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/2666380966805987284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/03/wanita-baptist-yang-menjawab-panggilan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/2666380966805987284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/2666380966805987284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/03/wanita-baptist-yang-menjawab-panggilan.html' title='Wanita Baptist Yang Menjawab Panggilan Allah'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-6791234093554840963</id><published>2009-03-05T20:58:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T20:59:20.399-08:00</updated><title type='text'>George Blaurock 1491-1529 AD.</title><content type='html'>George Blaurock 1491-1529 AD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blaurock terlahir dengan nama Georg Cajacob di desa  Bonaduz, Swiss sekitar tahun 1491. tahun 1516 ia menjadi seorang imam Katolik di Trins dan dua tahun kemudian mengundurkan diri. Tahun 1524 ia tertarik mempelajari lebih banyak mengenai reformasi Swiss. Blaurock adalah seorang yang pemberani, dialah yang meminta Grebel untuk membaptiskan dia dan setelah itu ia membaptis orang-orang percaya yang lain di Januari 1525.&lt;br /&gt;Setelah ia bergabung dengan sekelompok orang yang berani membela kebenaran firman Tuhan. Blaurock dan rekan-rekannya yang lain berulang kali dipenjarakan dan disiksa. Tercatat tanggal 30 Januari 1525, Blaurock, Felix Manz dan 24 orang percaya lain yang barusan dibaptis di Zollikon dan satu orang  yang belum dibaptis ditangkap dan dipenjara di biara Agustinian di Zurich. Tanggal 16 Maret ditahun yang sama ia ditangkap lagi dan diberi peringatan dan didenda lalu dibebaskan. Pada masa itu Zwingly mengumumkan bahwa ia telah mengalakan kelompok anabaptis, dan pemerintah Zurich mendukungnya.&lt;br /&gt;Bulan Juli 1525 Blaurock dan Manz mendapatkan masalah lagi karena berkhotbah dan membaptis orang di Chur. Manz dikirim paksa ke Zurich dan Blaurock berhasil dibebaskan teman-teman mereka. Setelah itu ia berusaha lagi berkhotbah di sebuah desa di Henwil, seperti biasa ia pun ditangkap dan dipenjarakan lagi. Tahun 1527 di bulan Januari rekan sepelayanannya, Manz dibunuh dengan cara ditengelamkan Zwingly. George Blaurock pun mendapatkan hukuman didera tanpa ada proses pengadilan, ia ditelanjangi sebagian dan dipukul punggungnya hingga berdarah-darah di gerbang Niederdorf.&lt;br /&gt;Tanggal 21 April adalah keempat kalinya ia ditangkap dan diasingkan, akhirnya Blaurock memutuskan untuk meninggalkan Swiss dan tidak kembali lagi. Blaurock menuju Austria dan di sana ia bertemu dengan sebuah gereja anabaptis yang telah kehilangan gembalanya, Michael Kurschner yang dihukum mati dengan cara dibakar tanggal 2 Juni 1529. Blaurock diminta jemaat untuk mengembalakan gereja itu. Blaurock pun menyetujuinya dan di dalam masa pengembalaanya banyak jiwa yang bertobat dan dibaptis.&lt;br /&gt;Namun pemerintah Innsbruck tidak tinggal diam,14 Agustus 1529, Blaurock dan Hans Langegger, seorang pianis gereja dibawa ke pengadilan dan disiksa. Pihak pemerintah meminta nama-nama orang anbaptis dan menghitung jumlah mereka. Tiga minggu kemudian, tanggal 6 September 1529, Blaurock dan Langegger diikat di sebuah tiang dan dibakar hidup-hidup di Klausen, Italy.&lt;br /&gt;Alasan ia dihukum mati adalah karena ia telah dianggap penghianat iman Katolik dan meninggalkan jabatan sebagai seorang imam. Di buku “Martir Mirror” tercatat tuduhan-tuduhan gereja Roma Katolik membakar Blaurock, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena ia telah meninggalkan pelayanannya sebagai imam, tidak meneruskan praktek baptisan bayi danberkhotbah tentang cara pembaptisan selam, karena menentang misa kudus dan pengakuan dosa sebagaimana yang ditentukan imam, karena tidak menizinkan orang menyembah bunda Maria, oleh karena semua itu ia dihukum mati dan menjadi seorang pahlawan iman. Diperjalanannya menuju tempat ia dieksekusi, ia dengan tulus menyapa orang-orang dan memberitakan Injil pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warisan yang ia tinggalkan adalah  khotbahnya dan dua lagu yang isinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin menyanyikan puji-pujian di hatiku kepada nama-Mu yang kudus dan untuk selamanya mengumandangkan anugerah yang telah kuterima. Aku mohon kepada-Mu, Allahku demi semua anak-anakMu jagalah mereka semua selamanya dari musuh-musuh jiwa mereka. Aku tidak membangun dengan daging karena itu akan berlalu namum aku meletakan keyakinanku pada firman-Mu… akhir perjalanan telah tiba. Pujilah Tuhan! Mampukan kami untuk memikul salib ke tempat tujuan kami dan berikanlah belas kasihanMu agar kami bisa menyerahkan jiwa-jiwa kami ke dalam tangan-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekalipun Blaurock bukan seorang  amper   yang terkenal, namun ia memberikan kontribusi yang besar di dalam gerakan Anabaptis di masa reformasi. Dialah yang pertama kali meminta Grebel membaptis dia dan bergabung dengan Manz dan Grebel dalam membawa berita Injil kebenaran di antara saudara-saudarnya di daerah Swiss sampai ke desa-desa yang ada. Blaurock berperan besar atas terbentuknya jemaat Anabaptis di Zollikon. Tidak dapat disangkal lagi, komitmennya yang tak tergoyahkan terhadap iman anabaptis dan semangatnya dalam memberitakan Injil kebenaran&lt;br /&gt;Apakah semangat Anda bertambah hari demi hari dalam memberitakan Injil-Nya ? Atau Anda digoyahkan dan dibutakan dengan berbagai kenikmatan hidup di dunia ini sehingga Anda lupa bahwa kedatangan Tuhan Yesus semakin dekat ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-6791234093554840963?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/6791234093554840963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/03/george-blaurock-1491-1529-ad.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/6791234093554840963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/6791234093554840963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/03/george-blaurock-1491-1529-ad.html' title='George Blaurock 1491-1529 AD.'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-1100367500138269949</id><published>2009-03-05T20:57:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T20:58:25.977-08:00</updated><title type='text'>Felix Manz 1498-1527 AD.</title><content type='html'>Felix Manz 1498-1527 AD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Felix Manz lahir di Zurich kira-kira tahun 1498. Manz merupakan anak luar nikah dari seorang imam Katolik dan terlatih didalam bahasa Latin, Yunani dan Ibrani. Ia bergabung dengan Zwingly pada tahun 1522, bersama dengan Grebel dan teman-temanya yang lain. Namun ia tidak setuju dengan penafsiran Zwingly mengenai sacral society (gereja bersatu dengan negara), baptisan bayi, baptisan percik, dan perjamuan kudus.&lt;br /&gt; Pada tahun 1525, Manz berpisah dengan Zwingly dan membentuk sebuah jemaat anabaptis di rumahnya. Ia menberitakan bahwa baptisan yang benar adalah baptisan orang yang sudah bertobat dan percaya dan dengan cara selam. Manz adalah salah satu orang pada saat itu yang berani menentang Zwingly. Oleh karena keberanianya, ia dikejar-kejar oleh Zwingly dan beberapa kali berhasil ditangkap dan dipenjarakan, namun berhasil kabur dari penjara. Manz bersama dengan Blaurock banyak mendapat pengikut karena kepiawaiannya berkhotbah dan meyakinkan orang berdosa akan kebenaran Alkitab.&lt;br /&gt; Semangat dan keberanian Felix Manz sungguh luar biasa dan ditambah dengan kehidupanya yang baik, pendidikanya yang cukup sehingga membuat banyak pengikutnya menjadi berani memberitakan kebenaran dan terang-terangan menentang Zwingly. Melihat situasi demikian Zwingly merasa kedudukannya terancam dan bisa kehilangan popularitas sebagai seorang Protestan. Akhirnya segala daya upaya dilakukan Zwingly untuk menangkap Felix Manz dan melenyapkan Manz dari dunia ini. Pada tanggal 5 Januari 1527 Felix Manz telah tertangkap dan dijatuhi hukuman mati.&lt;br /&gt; Felix Manz dituduh memiliki pemahaman yang berbeda dengan gereja  amper, ia seorang anabaptis yang membaptis ulang orang, ia memisahkan diri dan hanya mau bersekutu dengan orang percaya yang sudah menerima Kristus. Karena doktrinya dianggap menentang pemerintah akhirnya ia pun dijatuhi hukuman mati.&lt;br /&gt; Manz, dibawa dari penjara Wellenberg dan melewati pasar ikan menuju sungai Limmat. Ketika diperjalanan saat ia digiring oleh pengawal, ia memberitakan Injil dan memuji Allah dan menyatakan bahwa baptisan yang benar adalah baptisan orang percaya dan ia rela mati demi membela kebenaran ini. Sesampainya ia di sungai Limmat terdengar suara ibunya dari kejauhan yang memohonya untuk setia saat menghadapi pencobaan ini. Dengan tangan terikat ia ditaruh diperahu kecil, lalu ditaruh tongkat di antara lutut dan lengannya dan segera ia ditekan ke dalam air. Seketika itu ia berseru dengan suara nyaring, “Ke dalam tanganmu Tuhan, kuserahkan rohku.”&lt;br /&gt; Felix Manz merupakan orang Anabaptis yang pertama mati ditengelamkan oleh kaum Protestan. Hari  ini banyak  pengikut ‘kristus’ yang hanya meminta berkat dan berkat, tidak pernah berani ambil bagian dalam perjuangan memberitakan Injil. Apakah mereka sungguh-sungguh murid Kristus ? Kadangkala mungkin Anda merasa bahwa sudah cukup berkorban demi Injil, sudah cukup menderita untuk Injil. Tetapi sesungguhnya apa yang Anda alami dan miliki saat ini membuktikan apakah Anda cukup berkorban demi Injil.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-1100367500138269949?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/1100367500138269949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/03/felix-manz-1498-1527-ad.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/1100367500138269949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/1100367500138269949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/03/felix-manz-1498-1527-ad.html' title='Felix Manz 1498-1527 AD.'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-4323435082739356606</id><published>2009-03-05T20:52:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T20:55:43.807-08:00</updated><title type='text'>Conrad Grebel 1498-1526 AD.</title><content type='html'>Conrad Grebel 1498-1526 AD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Conrad adalah anak laki-laki dari Jacob dan Dorothea Fries Grebel. Grebel adalah keluarga yang terpandang di Swiss oleh karena itu Conrad memiliki pendidikan yang cukup tinggi. Conrad belajar di universitas Basel dan Wina dan terpengaruh humanisme Erasmus. Ia banyak mempelajari karya-karya klasik Yunani dan Perjanjian Baru dari Zwingly. Di tahun 1522 Felix Manz bergabung di kelas dan menjadi murid Zwingly bersama dengan Grebel. Pada awalnya mereka belajar bahasa dan tidak begitu membahas masalah rohani. Ini adalah strategi Zwingly untuk menarik anak-anak muda dalam mendukung program reformasinya.&lt;br /&gt; Perselisihan pertama muncul antara Zwingly dan Grebel adalah mengenai masalah Perjamuan Tuhan. Dalam surat Grebel yang ia tulis kepada sepupunya, ia menyatakan ketidak-setujuannya dengan Zwingly yaitu ketika Zwingly bersekutu bersama negara dan membangun gerejanya. Grebel juga menentang baptisan bayi, baptisan percik yang dilakukan Zwingly pada saat itu. &lt;br /&gt;Tidak lama setelah perselisihanya dengan Zwingly, Grebel memutuskan untuk dibaptis dengan cara selam dan berpisah dengan Zwingly. Bersama dengan teman-temanya, George Blaurock dan Felix Manz, mereka menjadi orang-orang yang mengajarkan doktrin Anabaptis.  Di rumah Felix Manz, mereka membentuk sebuah jemaat independent dan penginjilan dilakukan dari rumah-kerumah. Grebel akhinya membaptis orang-orang percaya yang mau bergabung menjadi jemaat,  Gabriel Gigger, Anna Manz dan Wolfgang Ullimann seorang biarawan katolik yang bertobat. Perjamuan Tuhan pun dilaksanakan untuk mengingat kematian Tuhan Yesus Kristus.&lt;br /&gt;Hal besar terjadi pada bulan April 1525, ketika Grebel membaptis sekitar 500 orang di sungai Sitter. Kejadian ini membuat Zwingly marah dan memutuskan untuk menangkapnya. Grebel melarikan diri dan bersembunyi namun tetap berkomunikasi dengan teman dan jemaatnya secara diam-diam.  Ia menulis traktat-traktat penginjilan dan mempertahankan baptisan orang percaya. Pada saat ia dalam masa persembunyian ia diliputi kemiskinan dan sakit penyakit.&lt;br /&gt;Akhirnya, ia pun berhasil ditangkap oleh Zwingly dan dipenjarakan bersama Manz di Puri Gruningen dengan dakwaan membaptis ulang. Di dalam penjara kondisi fisiknya semakin menurun dan penyakit yang mengerogotinya semaikin parah. Pada tahun 1526 bulan Agustus Grebel meninggalkan dunia fana ini untuk menghadap Juruslamatnya di Surga yang mulia.&lt;br /&gt; Kaum Protestan selalu menganggap Calvin, Zwingly sebagai  reformator yang luar biasa taat kepada Tuhan. Namun sesungguhnya mereka adalah tokoh-tokoh reformasi yang jauh dari kebenaran Alkitab. Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan pada murid-muridNya untuk memakai kekerasan, intimidasi demi Injil. Injil selalu diberitakan dengan kasih dan selalu mengasihi  orang-orang yang bertolak belakang dengan Injil sambil berdoa bagi mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-4323435082739356606?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/4323435082739356606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/03/conrad-grebel-1498-1526-ad.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/4323435082739356606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/4323435082739356606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/03/conrad-grebel-1498-1526-ad.html' title='Conrad Grebel 1498-1526 AD.'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-4489775453426522812</id><published>2009-02-26T01:50:00.001-08:00</published><updated>2009-02-26T01:51:02.189-08:00</updated><title type='text'>Apakah Cara Baptisanmu Benar ?</title><content type='html'>Apakah Cara Baptisanmu Benar ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada suatu ketika terjadi perbincangan antara dua sahabat, yaitu Robert Carmichael dan Archibald McLean, di Glasgow tahun 1763. Carmichael bertanya pada McLean, “Bagaimana pandanganmu mengenai Baptisan ?” Kedua pria ini sedang mencari dasar-dasar Alkitab. McLean belum bisa menjawab, tetapi ia berjanji pada temanya untuk memikirkan hal ini. Setelah percakapan mereka, Carmichael pindah ke Edinburg untuk memimpin sebuah kelompok persekutuan independen.&lt;br /&gt; Tahun 1764 di bulan Juni Carmichael menulis surat ke McLean dan menanyakan kesimpulan McLean atas pertanyaannya yang telah ia ajukan dulu. Tanggal 2 Juli 1764 , McLean membalas surat Carmichael dan ia telah menyimpulkan bahwa perintah baptisan adalah seharusnya dilakukan pada orang yang percaya dan caranya adalah penyelaman. Dia mengambil kesimpulan ini setelah ia membaca seluruh kitab Perjanjian Baru tanpa ada pengaruh dari orang Baptis.&lt;br /&gt; Setelah Carmichael tahu kebenaran ia mengkhotbahkanya akhirnya terjadi perbedaan-perbedaan doktrinal dalam gerejanya dan ia mengundurkan diri, lalu membuka jemaat baru. Semakin Carmichael memikirkan tentang baptisan maka semakin ia yakin bahwa cara yang benar adalah selam dan ia dengan berani mengkhotbahkanya. Karena usahanya yang begitu semangat, lima orang simpatisan yang datang ke gereja barunya berhasil diyakinkan dan dibaptis dengan selam. Padahal dulu para simpatisan ini adalah orang yang memiliki paham berbeda dengannya.&lt;br /&gt; Hari demi hari orang-orang percaya bertambah digerjanya yang ia beri nama Bristo Place Church- sebuah gereja baptis yang  dianggap sebagai pelopor gereja baptis di Skotlandia. Salah satu tunas jemaat Bristo Place Church adalah John Street Baptist Church di Glasgow yang didirikan oleh Archibald McLean, teman Carmichael yang ia baptis dengan cara selam di sungal Clyde.&lt;br /&gt; McLean akhirnya dikenal sebagai “Bapak McLean” dikalangan orang Baptis. Bapak McLean meninggal 21 Desember 1812. Hasil karyanya adalah buku-buku doktrinal yang luar biasa dirangkum dalam 7 Volume di tahun 1805. C.H. Spurgeon berkata bahwa buku McLean “Comentary on Hebrews” adalah salah satu buku yang paling bisa dipercaya (alkitabiah) yang ditulis manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-4489775453426522812?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/4489775453426522812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/apakah-cara-baptisanmu-benar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/4489775453426522812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/4489775453426522812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/apakah-cara-baptisanmu-benar.html' title='Apakah Cara Baptisanmu Benar ?'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-5373844330430883605</id><published>2009-02-26T01:46:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T01:47:59.358-08:00</updated><title type='text'>Adakah Kebebasan Beragama di Indonesia ?</title><content type='html'>Ketika sebuah  negara hukumnya tidak jelas maka akan terjadi banyak permasalahan dan kesewenang-wenangan terhadap sebagian masyarakat. Sejak Indonesia merdeka sudah tidak terkatakan banyaknya pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) yang terjadi pada kaum kristen. Tindakan sewenang-wenang dari pemerintah orde lama, orde baru bahkan masa reformasi, membuat dunia bertanya adakah hukum di Indonesia?      Setiap orang terlepas dari apa agamanya, kepercayaannya, warna kulitnya, jenis kelaminnya, dan bahasanya memiliki hak asasi yang bersifat kodrati. Karena hak manusia itu melekat pada dirinya bukan merupakan pemberian negara atau pemerintah melainkan pemberian Allah ketika manusia diciptakan. Sejak dibentuknya negara Indonesia dalam sidang BPUPKI 1945, Mohamad Hatta telah menganjurkan agar dibuatnya undang-undang yang tegas menjamin hak asasi manusia dan melindungi manusia dari berbagai pelanggaran. Namun usulan itu mendapat tantangan dari Soekarno dan Soepomo karena mereka menganggap hak asasi manusia itu bersifat individualitas sedangkan negara yang mau dibentuk bersifat gotong royong. Akhirnya UUD 1945 dibuat dan menghasilkan pasal-pasal kompromi. Pasal itu antara lain pasal 27,28,29,30, dan 31. Barulah ketika 31 tahun kemudian  melalui sidang umum MPR tahun 1998  Tap no.25 disepakati  PIAGAM HAK ASASI MANUSIA dan tahun 1999 dibuatnya UUD No.39 tentang hak asasi manusia.     UUD sudah dibuat dengan sedemikian rupa tetapi penerapannya dan kenyataannya, pelanggaran hak asasi manusia terus terjadi. Hak manusia yang paling Hakiki adalah beragama/mempercayai penciptanya. Namun kenyataannya agama mayoritas terus saja menindas agama minoritas. Sedangkan negara tidak berbuat banyak. Pada hakekatnya agama atau keyakinan seseorang pada penciptanya tidak perlu diatur oleh negara. Sebagai contoh : dikeluarkanya SKB Menteri yang melanggar UUD 1945 pasal 29 ayat 2.  Sangat tidak masuk akal ketika si A dirumahnya melakukan kegiatan kerohanian dan ia perlu mendapat izin dari tetangga-tetangganya. Sedangkan ketika ada kegiatan karaoke, sunatan massal, pernikahan yang memblokir jalan umum, tidak pernah ada izin dari yang bersangkutan pada tetangga yang lain.   Semua gereja kristen ketika hendak membangun sebuah gereja pasti sangat sulit mendapat izin, padahal tidak memakai uang negara. Sedangkan mesjid didirikan dimana-mana dengan memakain uang negara yang merupakan hasil pajak dari semua pemeluk agama. Bahkan hampir disetiap komplek perumahan diharuskan membangun Surau/mesjid. Tetapi ketika dirumah pribadi komplek tersebut memulai aktivitas kerohanian yang berbau Kristen, RT-nya akan segera datang dan memperingatkan. Ada apa dengan Indonesia ? Sudah tidak terhitung banyaknya gereja dirusak, dibakar dan para pengikut kristen mendapat intimidasi. UUD dibuat hanya untuk mengelabui negara-negara demokrasi  yang berkuasa agar di mata International, Indonesia memiliki nama baik dan mendapat dukungan dari berbagai bidang.  Pemerintah lupa dalam sejarah Indonesia banyak tokoh-tokoh kristen yang memberikan sumbangsih pada pembagunan mesjid dan institusi islam di Indonesia. Contoh kongkrit yaitu pembangunan Pusat kegiatan Islam di Ujung Pandang, dimana para konglomerat dari golongan masyarakat minoritas yang dikoordinir oleh mantan Pangab Jendral (Purn) M.Yusuf, turut berpartisipasi mengumpulkan dana yang cukup besar sampai mencapai jumlah milyar-an rupiah. Ir. Silaban, seorang arsitektur yang sederhana juga mempunyai andil dan berpartisipasi sebagai seorang perancang bangunan Masjid Istiqal di Jakarta. Pembangunan Masjid Agung di Surabaya yang pernah tertunda karena kesulitan dana, atas inisiatif Wakil Presiden RI dengan cara mengerahkan serta mengumpulkan dana dari para konglomerat yang berasal dari golongan masyarakat minoritas, telah terkumpul uang sejumlah milyar-an rupiah. Dana tersebut dikumpulkan dari para konglomerat antara lain; Ir. NN menyumbang sebesar 1 milyar rupiah, juga konglomerat - konglomerat yang lain yang menyetor antara 0,5 sampai 1 milyar rupiah. Kelompok Jimbaran yang mayoritas terdiri dari kelompok masyarakat golongan minoritas yang di koordinir oleh Menteri Kependudukan dan Keluarga Berencana Prof.Dr. Hayono Suyono telah menyumbangkan 2 % dari penghasilan masing-masing sehingga telah terkumpul sekitar satu trilyun rupiah untuk pembangunan desa-desa miskin, maupun meningkatkan usaha golongan ekonomi lemah. Apakah patut golongan masyarakat minoritas yang tidak berdaya tersebut , terus-menerus menjadi obyek pemerasan dan intimidasi serta tidak mempunyai harkat hidup di Negara Republik Indonesia?&lt;br /&gt; Penutupan, Perusakan, Pembakaran 374 Gereja Di Indonesia dari tahun 1945 s/d 1964 terdapat 2 buah rumah ibadah / Gereja yang dirusak. Sejak 1965 sampai 1 Juli 1997 dalam setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah Gereja yang ditutup, dirusak atau dibakar. Lebih-lebih sejak diberlakukannya SKB 2 Menteri (Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri) SKB 2 Menteri ini sebenarnya bertentangan dengan : UUD 1945 Pasal 29 ayat 2, Pancasila, Tap MPRS nomor XX tahun 1966, Dasar-dasar Hak Asasi Manusia.         Peristiwa pengrusakan Rumah Ibadah atau Gereja yang tercatat dengan baik. Berikut data yang berhasil dihimpun dari sebuah sumber mengenai kejadian pengrusakan dan kekerasan terhadap umat kristen:  &lt;br /&gt;1.Peristiwa Siantan - Kalimantan Barat, 30 Maret 1996, dimana Gereja Misi Injili di desa Peniti, Kecamatan Siantan Kabupaten Pontianak dirusak dan dibakar.               2.Peristiwa Surabaya (Minggu Kelabu), 9 Juni 1996, dimana 10 gedung Gereja dihancurkan di daerah Sidotopo oleh massa sebanyak 3000 orang disertai perampokan dan pelecehan sexual. Gereja yang dirusak adalah: &lt;br /&gt; 1.Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) , Jl.Sidotopo Indah  WetanII/26.         2.Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) "Pogot", Jl.  Sidotopo WetanIndahII/62-64.      3.Pos Pelayanan "Siloam" GPIB "Cahaya Kasih", Jl. Bulak  Jaya.         4.Gereja Bethel Indonesia (GBI) Firman Hayat, Jl.  TenggumungBaruSelatan 51.      5.Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Jl. Jatisrono  Tengah 11.        6.Gereja Kemah Injil Indonesia Kalvari, Jl. Bulak Banteng  Madya 4.         7.Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT), Jl. Wonosari Wetan  Baru Gg.Sekolahan 22.      8.Persekutuan Doa Gereja Bethel Indonesia (GBI), Jl.  Bulak Banteng Wetan IV/2-4.     9.Gereja Sidang Jemaat Pentakosta Di Indonesia, Jl.  Tenggumung Karya III/54.       10.Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Jl. Sidotopo  Wetan Indah.              3.Peristiwa Wates, Kediri-Jawa Timur, 14 Juni 1996, dimana Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) diserang dan dirusak massa  2.500 orang oknum pada jam 02:00 dini hari. &lt;br /&gt;4.Peristiwa Pare, Kediri-Jawa Timur, 25 Juni 1996, dimana Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) pada jam 12:00 siang dirusak dan perabotannya dikeluarkan dari gereja serta dibakar dihalaman gereja oleh massa  200 orang oknum. &lt;br /&gt;5.Peristiwa Bekasi - Jawa Barat, 17 Juli 1996 di mana gereja katolik dibakar oleh masa yang tidak dikenal. &lt;br /&gt;6.Peristiwa Situbondo-Jawa Timur (Kamis Hitam), 10 Oktober 1996, dimana 24 gedung Gereja dirusak dan dibakar oleh massa sebanyak 3000 orang. peristiwa ini sangat luar biasa menyedihkan karena seorang Pendeta dari Gereja Pentakosta meninggal dunia terbakar didalam gedung Gereja beserta keluarga dan seorang Penginjil. Terdapat 5 orang meninggal dunia, yaitu Pdt. Ishak Christian, Ribka Lena Christian (istri), Elizabeth Christian (anak), Nova Samuel (keponakan) dan Rita (Penginjil).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-5373844330430883605?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/5373844330430883605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/adakah-kebebasan-beragama-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/5373844330430883605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/5373844330430883605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/adakah-kebebasan-beragama-di-indonesia.html' title='Adakah Kebebasan Beragama di Indonesia ?'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-7684179025262671291</id><published>2009-02-22T19:30:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T19:32:27.615-08:00</updated><title type='text'>Wanita Anabaptist yang Mengasihi Tuhan</title><content type='html'>15 Januari 1549, ada seorang martir Baptis yang bernama Elizabeth, dulu ia adalah seorang biarawati Katolik. Ia ditahan karena memiliki Alkitab Perjanjian Baru dan menyangkal bahwa ia adalah istri Menno Simons. Ia dikawal untuk diadili dan untungnya, interogasi terhadap Elizabeth tercatat dan inilah percakapanya dengan pejabat pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan  :  Apakah pendapatmu dengan misa?&lt;br /&gt;Elizabeth :  Saya tidak setuju dengan misa yang anda               &lt;br /&gt;                           lakukan namun apa yang sesuai dengan firman                      &lt;br /&gt;                        Tuhan akan saya junjung tinggi.&lt;br /&gt;Dewan  :  Apa pendapatmu tentang sakramen suci?&lt;br /&gt;Elizabeth :  Saya tidak pernah temukan di Alkitab kata   &lt;br /&gt;               sakramen suci dalam namun saya baca tentang  &lt;br /&gt;               perjamuan Tuhan.&lt;br /&gt;Dewan  :  Apa yang Alllah katakan ketika Ia mengadakan                        &lt;br /&gt;                           Perjamuan dengan murid-muridNya ?&lt;br /&gt;Elizabeth :  Apa yang Ia katakan ? Daging atau Roti ?&lt;br /&gt;Dewan  :  Dia memberikan mereka roti.&lt;br /&gt;Elizabeth :  Apakah Allah terus-menerus duduk di sana dan &lt;br /&gt;                           siapakah yang dapat makan daging Allah ?&lt;br /&gt;Dewan  :  (Langsung mengubah topik pertanyaan). &lt;br /&gt;                           Mengapa anda menentang baptisan bayi ?                        &lt;br /&gt;                           Mengapa anda dibaptis ulang ?&lt;br /&gt;Elizabeth :  Anda salah, saya tidak dibaptis ulang. Saya  &lt;br /&gt;                           dibaptis ketika saya mengakui iman saya sebab  &lt;br /&gt;                           ada tertulis baptisan adalah milik orang &lt;br /&gt;                           percaya.      &lt;br /&gt;Dewan  :  Apakah maksud anda anak kecil yang dibaptis &lt;br /&gt;                           sejak bayi pasti tersesat ?&lt;br /&gt;Elizabeth :  Tidak. Saya tidak boleh menghakimi anak-&lt;br /&gt;                           anak.&lt;br /&gt;Dewan  :  Apakah anda tdak mengharapkan keselamatan &lt;br /&gt;                           ketika anda dibaptis ?&lt;br /&gt;Elizabeth :  Tidak tuan-tuan, semua air di sungai tidak &lt;br /&gt;                           dapat  menyelamatkan saya tetapi keselamatan &lt;br /&gt;                           hanya pada Kristus dan Ia telah memerintahkan &lt;br /&gt;                           saya untuk mengasihiNya lebih dari segala- &lt;br /&gt;                           galanya dan mengasihi sesamaku seperti &lt;br /&gt;                           mengasihi diriku sendiri.&lt;br /&gt;Dewan  :  Apakah imam-imam punya kuasa untuk &lt;br /&gt;                           mengampuni ?&lt;br /&gt;Elizabeth :  Tidak tuan-tuan,  bagaimana mungkin saya &lt;br /&gt;                           mempercayai hal ini, hanya melalui Kristus   &lt;br /&gt;                           satu-satunya imam kita maka kita akan &lt;br /&gt;                           diampuni (mengutip Ibrani 7:21).&lt;br /&gt;Setelah ia disidang dan beberapa hari kemudian ia disiksa. Hans, pelaku penyiksaan memakukan sekrup ke dalam jari-jari Elizabeth dan darh pun segera menucur deras. Elizabeth berseru agar Allah menolongnya dan secara ajaib tiba-tiba rasa sakit yang ia alami pun hilang. Pada saat itu Dewan meminta Elizabeth menyebutkan orang-orang yang seiman dengn Elizabeth, namun ia menolak untuk mengatakanya.&lt;br /&gt;Akhirnya keputusan dewan pun mengumumkan bahwa penghukuman Elizabeth jatuh pada tanggal 27 Maret 1549. Elizabeth akan dihukum dengan cara dimasukan ke dalam karung dan ditengelamkan. Elizabeth pun hanya bisa menangis dan bersedih dengan ketidak adilan yang menimpanya dan ia hanya bisa pasrah kepada Allahnya. Elizabeth tahu bahwa air di laut akan membunuh tubuhnya tetapi ketika ia ia ditengelamkan beberapa saat kemudian ia akan bangun dengan tubuh yang kekal di surga.&lt;br /&gt;Tertullian di abad ke dua mengatakan, “kita menjadi semakin banyak dan berlipat ganda ketika kita menabur, dan darah Kristus adalah benih.” Pernyataan ini sering diartikan bahwa  darah para martir adalah benih gereja.” Kiranya Allah memberikan kita anugerah untuk menderita dengan penuh sukacita demi iman kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-7684179025262671291?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/7684179025262671291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/wanita-anabaptist-yang-mengasihi-tuhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/7684179025262671291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/7684179025262671291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/wanita-anabaptist-yang-mengasihi-tuhan.html' title='Wanita Anabaptist yang Mengasihi Tuhan'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-787789819393321126</id><published>2009-02-22T19:08:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T19:12:26.473-08:00</updated><title type='text'>Rahasia Kepastian Masuk Surga</title><content type='html'>KAPAN SAJA SAYA MATI&lt;br /&gt;SAYA PASTI MASUK SURGA&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;“Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut,” Ams 14:12.&lt;br /&gt;Ayat ini merupakan sebuah peringatan dan sekaligus nasehat. Di dalamnya tersirat peringatan&lt;br /&gt;agar berhati-hati karena ada banyak jalan ciptaan manusia yang sesungguhnya akan membawa bahaya&lt;br /&gt;maut. Kita diperingatkan agar berhati-hati, jangan sampai sesudah kita tiba di ujung jalan kehidupan&lt;br /&gt;kita barulah kita berpikir. Itu pasti sudah terlambat.&lt;br /&gt;Dan ayat ini juga mengandung nasehat supaya kita berpikir dan berpikir di dalam menentukan&lt;br /&gt;apa yang akan kita percayai sebelum kita sampai ke ujung jalan kehidupan kita. Tiap-tiap agama di&lt;br /&gt;dunia ini menyatakan bahwa ajarannya adalah yang paling benar, itu menyebabkan timbul persaingan&lt;br /&gt;yang bagaikan persaingan dalam dunia bisnis. Bukan hanya antar agama bersaingan, bahkan aliranaliran&lt;br /&gt;dalam suatu agama pun saling bersaing di dalam hal definisi tafsiran mereka terhadap kitab suci&lt;br /&gt;yang sama.&lt;br /&gt;Kalau dalam dunia bisnis, persaingan yang sehat akan sangat menguntungkan konsumen&lt;br /&gt;karena akan memungkinkan konsumen mendapatkan barang yang murah dan baik. Bagi pemilik&lt;br /&gt;product yang baik dan bermutu, ia sama sekali tidak kuatir terhadap persaingan, namun sebaliknya&lt;br /&gt;bagi pemilik product yang tidak bermutu. Sering kali terjadi, pemilik product yang kurang bermutu&lt;br /&gt;menghendaki sistem proteksi, monopoli bahkan memakai kekerasan atau kuasa pemerintah untuk&lt;br /&gt;melindungi atau memihak kepadanya sambil menindas yang lain.&lt;br /&gt;Dalam dunia kerohanian juga terdapat hal yang hampir sama, yaitu adanya pihak tertentu yang&lt;br /&gt;menyadari bahwa kebenaran agamanya kurang dapat dipertahankan, sehingga pemimpinnya&lt;br /&gt;mendorong penganutnya untuk memakai cara-cara yang tidak terpuji, bahkan menyerang yang lain.&lt;br /&gt;Mereka tidak berani berargumentasi melainkan memilih cara kekerasan atau mempergunakan kuasa&lt;br /&gt;pemerintahan untuk melarang bahkan menindas yang lain. Hal demikian dapat kita amati sepanjang&lt;br /&gt;sejarah sejak adanya berbagai agama atau aliran agama di muka bumi.&lt;br /&gt;Pemerintah yang baik, sebagaimana ia memberikan kebebasan kepada dunia bisnis untuk&lt;br /&gt;bersaing agar rakyat mendapatkan yang baik/bermutu dan murah, seharusnya juga memberi kebebasan&lt;br /&gt;kepada dunia kerohanian untuk berargumentasi agar rakyat dapat memilih yang mereka anggap/yakin&lt;br /&gt;benar. Kalau pemerintah ingin berdiri di pihak yang netral, maka pemerintah tidak boleh&lt;br /&gt;mempermasalahkan rakyatnya yang masuk agama yang mereka yakini sejauh mereka tidak melakukan&lt;br /&gt;tindakan kriminil. Tidak ada hal yang salah jikalau pengikut suatu agama atau aliran dalam satu agama&lt;br /&gt;mengajar, bernyanyi, dan berargumentasi untuk membenarkan ajaran mereka sejauh mereka tidak&lt;br /&gt;mencelakai orang lain dan merusak harta-benda milik orang lain.&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Karena ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut, maka marilah kita&lt;br /&gt;berargumentasi tanpa kekerasan dan intimidasi. Agama atau denominasi sebuah agama yang memakai&lt;br /&gt;kekerasan atau kekuasaan itu sudah membuktikan keraguan penganutnya atas kebenaran yang&lt;br /&gt;diyakininya.&lt;br /&gt;Buku kecil ini ditulis kepada orang yang cinta kebenaran agar melaluinya jalan kebenaran yang&lt;br /&gt;membawa kepada hidup dapat difahami dan dimiliki. Berpikirlah dan sadarlah; jangan setelah tiba di&lt;br /&gt;ujung jalan baru bertindak, karena itu telah terlambat.&lt;br /&gt;Jakarta, 10 September 1996&lt;br /&gt;Dr.Suhento Liauw&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;MAKNA&lt;br /&gt;KESELAMATAN YANG SEJATI&lt;br /&gt;Pada dasarnya semua manusia senang mendengar dan menerima ucapan selamat. Ketika seseorang&lt;br /&gt;menghadapi peristiwa-peristiwa besar dalam hidupnya, ia merasa sangat bahagia dengan ucapanucapan&lt;br /&gt;selamat dari keluarga, teman-teman, dan&lt;br /&gt;semua kenalannya. Sekalipun semua ucapan selamat&lt;br /&gt;itu biasanya sekedar bersifat basa-basi, namun toh itu&lt;br /&gt;cukup membuatnya bahagia juga.&lt;br /&gt;Ketika seseorang terhindar dari suatu&lt;br /&gt;malapetaka, ia akan diucapkan selamat oleh orangorang&lt;br /&gt;di sekelilingnya walaupun keselamatan yang&lt;br /&gt;diperolehnya adalah keselamatan yang semu dan&lt;br /&gt;sangat sementara sifatnya. Mengapa dikatakan semu&lt;br /&gt;dan sementara? Karena pada hakekatnya ketika&lt;br /&gt;seseorang terhindar dari suatu malapetaka, sangat&lt;br /&gt;mungkin malapetaka lain sedang menantinya.&lt;br /&gt;Tidak ada satu manusia pun yang dapat&lt;br /&gt;memiliki keselamatan yang sejati dalam hidupnya&lt;br /&gt;sebelum ia terhindar atau dijamin pasti akan terhindar&lt;br /&gt;dari malapetaka yang terakhir. Karena sekalipun ia&lt;br /&gt;terhindar dari satu malapetaka, sesungguhnya masih&lt;br /&gt;ada banyak malapetaka lain sedang menantinya. Keselamatan yang sejati itu diperoleh seseorang&lt;br /&gt;jikalau ia sudah sungguh-sungguh terlepas dari malapetaka penghabisan yang sesudahnya tidak ada&lt;br /&gt;lagi malapetaka lain.&lt;br /&gt;Semestinya tidak ada seorang pun yang tidak mendambakan keselamatan yang sejati itu karena&lt;br /&gt;terhadap keselamatan yang semu saja manusia sudah sedemikian mendambakannya sehingga ketika&lt;br /&gt;pada hari-hari tertentu ia ingin sekali diucapkan selamat sekalipun itu hanya sekedar penghiburan saja,&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;bayangkan kalau ia bisa mendapatkan keselamatan yang sejati itu. Ada sebagian manusia yang&lt;br /&gt;kelihatannya seperti tidak mempedulikan keselamatan yang sejati, namun sebenarnya ia sedang dihasut&lt;br /&gt;untuk tidak mempedulikannya. Sebagian lagi mungkin karena tidak mengetahui dengan jelas&lt;br /&gt;malapetaka apakah yang akan dihadapinya. Ia tidak pernah mendengar bahwa manusia yang sudah&lt;br /&gt;mati akan menghadap Penciptanya untuk dihakimi. Ia menyangka kehidupan manusia itu sama dengan&lt;br /&gt;kehidupan ayam yang dipotong tiap hari. Namun sekalipun ia beranggapan demikian ia tetap tidak&lt;br /&gt;mau dianggap atau disamakan dengan ayam melainkan tetap percaya bahwa manusia itu lebih khusus.&lt;br /&gt;Memang manusia itu makhluk khusus yang Tuhan hembusi roh ketika diciptakanNya. Oleh sebab itu&lt;br /&gt;manusia bisa berpikir, memiliki kesadaran diri serta mempunyai nilai moral.&lt;br /&gt;Malapetaka yang terakhir dan yang terbesar yang akan dihadapi manusia ialah ketika ia mati&lt;br /&gt;ia akan dikumpulkan bersama dengan sekelompok malaikat yang membangkang terhadap Allah&lt;br /&gt;beserta setiap orang yang mengikuti jejaknya. Penderitaan yang akan mereka alami di situ itu setimpal&lt;br /&gt;dengan perbuatan jahat yang telah mereka perbuat di dunia ini. Di sana tidak ada lagi kasih karena&lt;br /&gt;yang terkumpul di sana adalah orang-orang yang telah tidak mengenal kasih. Di sanalah Allah&lt;br /&gt;membiarkan mereka melampiaskan kebejatan moral mereka dan kebusukan hati mereka. Bukan hanya&lt;br /&gt;itu, kita baca di dalam Alkitab, yaitu di dalam kitab nabi Yesaya 66:23-24 bahwa tempat itu adalah&lt;br /&gt;tempat penghukuman bagi setiap manusia yang tidak mempedulikan Allah. Di situ ulat-ulatnya tidak&lt;br /&gt;akan mati, dan apinya tidak akan padam, mereka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang&lt;br /&gt;hidup.&lt;br /&gt;Suatu tempat penghukuman terakhir bagi orang-orang yang membangkang terhadap Allah&lt;br /&gt;yang oleh manusia disebut Neraka. Tentang tempat itu dijelaskan dengan lebih lengkap lagi di bagian&lt;br /&gt;lain dari Alkitab. Hampir setiap bangsa di dunia ini mempunyai dongengnya tersendiri tentang tempat&lt;br /&gt;yang mengerikan itu. Mengapa demikian? Karena sesungguhnya di dalam lubuk hati manusia yang&lt;br /&gt;paling dalam ia menyadari dan mengakui adanya ketidakberesan dalam hidupnya dan itu akan&lt;br /&gt;menyulitkannya untuk mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan Penciptanya. Manusia tahu&lt;br /&gt;tentang apa yang diperbuatnya, dan tahu juga bahwa semua itu akan menyebabkan ia tidak bisa&lt;br /&gt;menghampiri Allah yang maha suci, yang tidak dapat membiarkan kejahatan yang sekecil apapun&lt;br /&gt;menghampiriNya, apalagi tinggal bersamaNya. Hati yang sudah pernah melakukan kejahatan dan yang&lt;br /&gt;selalu cenderung melakukan kejahatan itulah hati manusia berdosa yang menyadari bahwa akan&lt;br /&gt;dihukum.&lt;br /&gt;Dosa yang diperbuat manusia menyebabkan ia tidak bisa menghampiri Allah karena Allah&lt;br /&gt;adalah Pribadi yang maha-suci. Tempat bagi manusia berdosa ialah Neraka. Di situ ia akan bersama&lt;br /&gt;iblis, yaitu penghasut manusia dan pemberontak terhadap Allah. Alkitab menyatakan bahwa tidak ada&lt;br /&gt;seorang pun di dunia ini yang tidak pernah berbuat dosa, karena sejak manusia dilahirkan ia telah&lt;br /&gt;dilahirkan di dalam dosa. Sifat dosa nenek moyangnya diturunkan kepadanya bagaikan penyakit&lt;br /&gt;turunan. Selain itu ia sendiri juga berbuat dosa, terus dan terus berbuat dosa. Seperti ada tertulis,&lt;br /&gt;tidak ada yang benar, seorang pun tidak (Roma 3:10).&lt;br /&gt;Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23).&lt;br /&gt;Lalu bagaimanakah manusia yang berdosa itu mungkin kembali ke hadirat Allah untuk&lt;br /&gt;menikmati kemuliaan dan kebahagiaan bersamaNya? Tidak ada cara lain kecuali dosa, yaitu&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;penyebab malapetaka itu disingkirkan. Dosa inilah penyebab kecelakaan terbesar yang harus&lt;br /&gt;dialami manusia, yaitu mati dan dihakimi.&lt;br /&gt;Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu&lt;br /&gt;dihakimi (Ibrani 9:27).&lt;br /&gt;Terhindar dari malapetaka yang terbesar inilah yang kita sebut memperoleh keselamatan yang&lt;br /&gt;sejati karena sesudah malapetaka yang satu ini selanjutnya tidak ada malapetaka lain lagi. Selanjutnya&lt;br /&gt;bagaimanakah cara untuk memperolehnya? Masalahnya bukan mau atau tidak mau melainkan cara&lt;br /&gt;memperolehnya. Kerinduan manusia terhadap keselamatan yang sejati itu pada umumnya sudah&lt;br /&gt;sangat nyata. Ada yang pergi bertapa, ada yang berusaha dengan berpuasa, bahkan ada yang berusaha&lt;br /&gt;mendapatkannya dengan amal. Seandainya ada patokan harga yang ditetapkan untuk dibayar agar bisa&lt;br /&gt;masuk Surga, tentu banyak orang akan berusaha keras untuk membayarnya. Namun akal sehat kita&lt;br /&gt;memberitahukan kita bahwa manusia masuk Surga dengan uang itu hal yang tidak mungkin. Hal ini&lt;br /&gt;juga berarti bahwa Surga itu tidak bisa dicapai dengan usaha manusia.&lt;br /&gt;Keselamatan yang sejati itu bisa diperoleh kalau penyebab malapetaka terbesar itu bisa diatasi&lt;br /&gt;atau dibereskan. Penyebab malapetaka terbesar itu ialah dosa manusia. Karena dosa itulah maka&lt;br /&gt;manusia tidak mungkin menghampiri Allah. Itu sama sekali bukan karena Allah sangat jahat sehingga&lt;br /&gt;Ia tidak memperbolehkan manusia berdosa menghampiriNya, melainkan karena sifatNya yang mahasuci&lt;br /&gt;itu tidak memungkinkanNya dihampiri oleh manusia yang berdosa.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah sangat ingin agar semua manusia yang telah diciptakanNya itu bisa&lt;br /&gt;kembali kehadiratNya untuk menikmati kemuliaan dan kebahagiaanNya.&lt;br /&gt;Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai&lt;br /&gt;kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang&lt;br /&gt;binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat (II Pet 3:9).&lt;br /&gt;Ayat tersebut di atas membuktikan bahwa Allah sangat menghendaki agar manusia bisa&lt;br /&gt;kembali kehadiratNya. Apapun akan dilakukanNya demi untuk menyelamatkan manusia. Namun Allah&lt;br /&gt;tidak bisa melakukan hal yang bertentangan dengan sifatNya. Ia tidak mungkin mencuri harta orang&lt;br /&gt;kaya untuk diberikan kepada orang miskin karena mencuri itu bertentangan dengan sifatNya.&lt;br /&gt;Kalau Allah sangat rindu menyelamatkan manusia, pertanyaan yang layak untuk dipertanyakan&lt;br /&gt;ialah, apakah manusia yang bersangkutan merindukan keselamatan dirinya? Adakah manusia&lt;br /&gt;memikirkan keselamatan jiwanya? Bagaimana dengan anda?&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;USAHA MANUSIA UNTUK MENGHAPUSKAN DOSA&lt;br /&gt;eandainya ada semacam alat atau bahan pencuci dosa, maka suasana di dunia ini pasti menjadi lain.&lt;br /&gt;Pastilah bahan atau alat itu akan laku keras dan ia merupakan komoditi pendatang devisa yang paling&lt;br /&gt;dominan, seperti yang pernah dibuat zaman dulu, yaitu surat pengampunan dosa yang diperjual&lt;br /&gt;belikan Gereja Roma Katolik. Kalau alat atau bahan itu mahal maka yang akan selamat adalah orang&lt;br /&gt;kaya, dan pasti orang kaya akan semakin sombong sehingga sangat dibenci, sementara yang&lt;br /&gt;membenci menambahi dosa mereka sehingga semakin sulit mengatasinya. Tetapi seandainya alat atau&lt;br /&gt;bahan itu murah sekali, maka orang akan semakin berani berbuat dosa karena alat pencucinya murah&lt;br /&gt;serta gampang diperoleh di mana-mana. Keadaan itu akan menyebabkan orang-orang di dunia ini&lt;br /&gt;semakin jahat sehingga kita semua tidak tahan hidup di dunia ini. Atau dunia ini akan langsung&lt;br /&gt;berubah menjadi Neraka.&lt;br /&gt;Kalau seandainya anda yang diberi wewenang untuk menentukan harga dari alat atau bahan&lt;br /&gt;penghapus dosa itu, maka mau dijual dengan harga yang mahal atau murah? Pada waktu itu anda akan&lt;br /&gt;stress karena tidak tahu harus dijual dengan harga mahal atau murah. Seandainya seluruh&lt;br /&gt;keuntungannya adalah milik anda, pasti anda akan cenderung menjualnya dengan harga yang mahal,&lt;br /&gt;sedangkan kalau keuntungannya bukan milik anda pasti anda akan menjualnya dengan harga yang&lt;br /&gt;murah supaya keluarga dan teman-teman anda sanggup membelinya. Kalau begitu, yang paling&lt;br /&gt;membutuhkan alat atau bahan itu adalah anda sendiri, karena keegoisan anda itu langsung terbukti.&lt;br /&gt;Adakah cara, bahan, atau alat untuk menghapuskan dosa manusia sehingga memungkinkannya&lt;br /&gt;masuk ke Surga untuk menikmati kebahagiaan Allah? Pertanyaan ini sudah dipertanyakan sejak&lt;br /&gt;dahulu kala, bahkan kelihatannya sebagian manusia telah lelah mempertanyakannya sehingga tidak&lt;br /&gt;mau bertanya lagi melainkan mempersiapkan diri untuk masuk ke Neraka saja.&lt;br /&gt;Ada yang berusaha memperbaiki suasana di Neraka agar orang yang dikasihinya tidak terlalu&lt;br /&gt;menderita di sana. Mereka mengirim televisi, dan ada yang mengirim kulkas, bahkan ada yang&lt;br /&gt;mengirim pembantu untuk dinikmati orang yang dicintai mereka. Untung boneka pembantu itu tidak&lt;br /&gt;ditulisi nama, kalau ditulisi nama, maka dapat kita bayangkan kalau kebetulan namanya persis dengan&lt;br /&gt;nama salah seorang pengunjung/ pelayat.&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;Bersiap-siap masuk Neraka itu sebuah cerminan keputusasaan sebagian manusia karena tidak&lt;br /&gt;mendapatkan cara untuk masuk Surga. Berbagai cara telah diusahakan manusia sejak zaman dahulu&lt;br /&gt;kala. Ada yang berusaha masuk Surga dengan bertapa. Usaha semacam ini dimaksudkan agar hati&lt;br /&gt;nurani yang bersangkutan dapat dimurnikan dengan banyak merenung dan berdiam diri. Andai kata&lt;br /&gt;pada saat seseorang sedang bertapa itu ia tidak berbuat dosa, namun bagaimana dengan dosanya yang&lt;br /&gt;sudah pernah dibuat? Dan, setelah ia keluar dari pertapaan, apakah ia tidak akan berbuat dosa lagi?&lt;br /&gt;Siapapun yang berakal sehat akan menjawab, selagi kita hidup di dunia ini kita tetap mempunyai&lt;br /&gt;kemungkinan melakukan dosa.&lt;br /&gt;Kalau dengan bertapa manusia dapat menghapuskan dosanya, maka semest inya sejak&lt;br /&gt;lahir ia sudah mulai bertapa hingga ia mati. Atau kalau pertapaan s e t a h u n&lt;br /&gt;dapat menghapuskan dosa yang dibuat selama setahun, maka seseorang&lt;br /&gt;yang ingin masuk Surga harus bertapa lebih dari lima p u l u h&lt;br /&gt;persen waktu hidupnya.&lt;br /&gt;Sebagian lagi mengajarkan bahwa dosa dapat di&lt;br /&gt;hapuskan dengan mengikuti rituil upacara-upacara yang k&lt;br /&gt;husyuk atau berpuasa. Banyak orang yakin usaha ini akan b&lt;br /&gt;erhasil sebab hati nurani mereka sedikit terobati oleh rituil u p&lt;br /&gt;acara yang dibuat sedemikian rupa, atau usaha menahan lapar yang&lt;br /&gt;sangat berat sehingga hal-hal itu membawa kesan secara ps ik&lt;br /&gt;ologis bahwa itu tidak mungkin sia-sia. Namun, pasti tidak a d a&lt;br /&gt;seorangpun yang akan setuju jikalau anggota keluarganya dibun&lt;br /&gt;uh oleh seseorang dan pembunuh itu hanya diperintahkan untuk&lt;br /&gt;melakukan sejumlah upacara, atau berpuasa dalam suatu ja ng&lt;br /&gt;ka waktu, dan sesudah itu habis perkara. Kita yang bodoh saja t ahu&lt;br /&gt;bahwa tidak adil kalau seseorang yang telah membunuh itu hanya d imi n t a u n t u k&lt;br /&gt;melaksanakan upacara tertentu atau hanya disuruh untuk berpuasa apalagi Allah, betul?&lt;br /&gt;Mungkinkah keselamatan itu diperoleh dengan melakukan kewajiban agama atau upacaraupacara?&lt;br /&gt;Dapatkah dosa dihapuskan dengan upacara? Jawablah sendiri dengan akal sehat anda! Kalau&lt;br /&gt;bisa maka pemerintah kita tidak memerlukan penjara lagi.&lt;br /&gt;Ada lagi sebagian orang yang memberikan pandangan dari sudut pandang perdagangan.&lt;br /&gt;Mereka mengatakan bahwa Allah akan mempertimbangkan jumlah dosa dan jumlah amal yang telah&lt;br /&gt;dilakukan seseorang di dunia. Kalau ternyata dosa seseorang itu lebih banyak dari amalnya orang&lt;br /&gt;tersebut tidak dapat masuk Surga, sedangkan kalau ternyata amalnya lebih banyak dari dosanya orang&lt;br /&gt;tersebut boleh masuk Surga, maka itu berarti manusia yang ingin masuk Surga harus rajin berbuat&lt;br /&gt;amal.&lt;br /&gt;Namun anehnya mereka tidak mengetahui tentang patokan yang dipakai untuk mengukur amal&lt;br /&gt;dan dosa, yaitu per-kilogram, per-meter kubik atau per-liter. Mereka juga tidak dapat mengetahui&lt;br /&gt;dosa jenis tertentu itu sekian beratnya dan amal jenis tertentu itu sekian beratnya. Kalau manusia&lt;br /&gt;dapat masuk Surga dengan amal yang lebih banyak daripada dosa, mestinya ada tabel dosa dengan&lt;br /&gt;ukurannya, barulah manusia dapat memastikan, apakah ia sudah pasti masuk Surga atau masih&lt;br /&gt;memerlukan tambahan amal?&lt;br /&gt;Tidak heran kalau ada penganut faham ini yang merasa amalnya sudah cukup banyak sehingga&lt;br /&gt;Kepada perawat saya mohon m 1 aaf. Ini hanya cerita perumpamaan.&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;ia berani membelanjakan amalnya dengan jajan ke tempat-tempat mesum. Seorang konglomerat yang&lt;br /&gt;sudah sering menyumbang aktivitas sosial pasti akan merasa tidak menjadi masalah untuk memiliki&lt;br /&gt;“simpanan” di perumahan. Lihatkah anda bahwa sistem amal itu bukan mengurangi dosa melainkan&lt;br /&gt;menambah? Tuhan yang bijak tidak mungkin memakai cara yang terkesan bodoh dan konyol.&lt;br /&gt;Dan lagi seandainya manusia dapat masuk Surga dengan keberhasilannya dalam berbuat&lt;br /&gt;amal, maka itu berarti Surga adalah hasil prestasi manusia. Hal itu juga berarti di antara semua kesuksesan&lt;br /&gt;seorang manusia, kesuksesan yang terbesar dan yang terpenting dalam hidupnya adalah&lt;br /&gt;keberhasilannya untuk masuk Surga. Kalau begitu, orang-orang yang masuk Surga itu pasti akan&lt;br /&gt;sangat sombong karena keberadaan mereka di Surga adalah bukti kehebatan mereka. Mungkinkah&lt;br /&gt;Allah mengijinkan seseorang masuk Surga dengan cara yang dapat membuatnya menjadi sangat&lt;br /&gt;sombong?&lt;br /&gt;Seandainya manusia diijinkan masuk Surga karena amalnya lebih banyak daripada dosanya,&lt;br /&gt;maka di Surga akan ada banyak orang yang berkata demikian, “saya sungguh beruntung sekali, sebab&lt;br /&gt;sebelum saya dibawa ke rumah sakit menjelang kematian saya, amal saya itu seimbang dengan dosa&lt;br /&gt;saya. Namun ketika saya didorong masuk oleh perawat, saya berusaha tersenyum dengan setiap orang&lt;br /&gt;yang lewat di samping saya. Dan perawat yang melayani saya pun tak luput dari senyuman saya.&lt;br /&gt;Akhirnya saking lelahnya saya memaksakan diri untuk tersenyum, saat itulah saya mati. Namun&lt;br /&gt;ternyata perbuatan saya itu menghasilkan amal yang lumayan sehingga menyebabkan jumlah amal&lt;br /&gt;saya melonjak menjadi lebih banyak dari dosa saya.” Ha..ha.. ia masuk Surga karena senyuman.&lt;br /&gt;Seandainya dimasukkan ke Neraka itu karena kekurangan amal, maka di Neraka akan banyak&lt;br /&gt;orang yang berkata demikian, “saya sungguh sial, sebab ketika saya mendapat serangan jantung, amal&lt;br /&gt;dan dosa saya itu seimbang. Tetapi karena waktu saya sampai di rumah sakit, ternyata perawat yang&lt;br /&gt;bertugas malam itu ada kemungkinan yang belum lulus, sehingga ketika ia berusaha mencari pembulu&lt;br /&gt;darah untuk meng-infus saya, ia tusuk sini salah dan tusuk sana salah lagi sehingga saya menjadi emosi&lt;br /&gt;dan saya marah sekali kepadanya, dan celaka sekali karena justru pada saat saya marah itulah napas&lt;br /&gt;saya putus. Itulah yang menyebabkan dosa saya melonjak sehingga saya dimasukkan ke sini. Padahal&lt;br /&gt;sebelumnya amal saya sedikit lebih banyak daripada dosa saya.” Kasihan, ia masuk ke Neraka karena&lt;br /&gt;kesalahan perawat.1&lt;br /&gt;Mungkinkah dengan mengandalkan prestasi manusia Surga itu dicapai? Kalau mungkin, itu&lt;br /&gt;berarti sebuah prestasi manusia yang gilang gemilang dan sangat patut dibanggakan. Setiap orang&lt;br /&gt;yang memiliki pikiran yang sehat pasti tidak akan setuju jikalau ada seorang penjahat yang telah&lt;br /&gt;membunuh seseorang kemudian dinyatakan tidak perlu dihukum melainkan cukup diwajibkan berbuat&lt;br /&gt;amal secukupnya. Mengapa tidak setuju? Pasti orang kaya akan lebih leluasa membunuh orang yang&lt;br /&gt;tidak disukainya dan kemudian mendirikan panti asuhan atau panti werda atau bahkan membagibagikan&lt;br /&gt;harta mereka di tepi jalan.&lt;br /&gt;Sesungguhnya amal hanya dapat membantu menjadikan kehidupan ini tidak terlalu&lt;br /&gt;menyeramkan. Memang tidak dapat disangkal bahwa amal akan membuat seseorang kelihatan seperti&lt;br /&gt;orang baik, namun itu hanya pada aspek luar saja. Sebab ketika seseorang mengambil uang yang tidak&lt;br /&gt;menjadi haknya biasanya dilakukannya secara sembunyi-sembunyi. Tetapi giliran saat ia menyumbang&lt;br /&gt;kepada suatu korban bencana alam atau pada fakir miskin, pada umumnya dilakukan dengan terbuka&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;atau bahkan mengundang wartawan agar diberitakan. Ketahuilah amal tidak dapat menghapuskan&lt;br /&gt;dosa, ia cuma membuat dosa kelihatan kurang jelas.&lt;br /&gt;Jika sebuah gelas yang kita umpamakan sebagai kehidupan manusia itu kita isi cairan racun&lt;br /&gt;nyamuk baygon seperempat gelas, dan baygon itu kita umpamakan dosa, apakah dengan menambahkan&lt;br /&gt;air tawar yang kita umpamakan amal itu baygonnya akan hilang? Tidak mungkin! Air tawar itu&lt;br /&gt;hanya membuat racunnya agak tawar dan menjadi kurang jelas, namun tetap masih ada di dalam gelas.&lt;br /&gt;Demikian juga dengan kehidupan kita. Dapatkah dosa dihilangkan dengan menambahkan amal? Tidak&lt;br /&gt;mungkin! Itu hanya sekedar membuat kejahatan manusia menjadi kurang jelas, namun kejahatan yang&lt;br /&gt;pernah dibuatnya tetap masih ada. Cairan baygon masih tetap ada di dalam gelas, namun tidak&lt;br /&gt;terlihat jelas karena tercampur dengan air tawar. Jika gelas itu dibawa ke laboratorium, maka akan&lt;br /&gt;sangat gampang bagi seorang ahli kimia untuk memisahkan racun baygon itu dari air tawar.&lt;br /&gt;Hal ini sama persis dengan keadaan manusia yang mencoba menyelesaikan masalah dosanya&lt;br /&gt;dengan amal. Kehidupannya dianggap baik oleh orang-orang di sekelilingnya karena telah&lt;br /&gt;dicampurkan dengan amalnya. Ia dapat membagikan hadiah dan pada momen-momen tertentu ikut&lt;br /&gt;aksi sosial. Pokoknya semua orang akan mengatakan bahwa ia benar-benar orang baik yang amalnya&lt;br /&gt;berlimpah-ruah. Namun tentu ia tidak dapat mengelabui Allah yang maha suci dan maha tahu. Betul,&lt;br /&gt;amalnya banyak, tetapi itu sama sekali tidak menghilangkan dosanya. Bahkan Allah tahu bagaimana&lt;br /&gt;cara ia mendapatkan uang yang telah memungkinkan ia melakukan action munafiknya.&lt;br /&gt;Ada juga orang yang tidak bergiat berbuat amal namun ia yakin bahwa ia telah menghidupi&lt;br /&gt;kehidupan yang baik. Ia tidak membunuh, tidak merampok, tidak mencuri, oleh sebab itu ia yakin&lt;br /&gt;bahwa dirinya pasti akan masuk Surga. Orang demikian lupa bahwa yang menyebabkan manusia tidak&lt;br /&gt;masuk Surga itu bukan karena jumlah dosanya yang terlalu banyak, melainkan hanya karena ada dosa.&lt;br /&gt;Bukan karena banyak-sedikitnya tetapi karena ada-tidaknya. Ketika engkau disebut ‘orang berdosa’&lt;br /&gt;maka engkau tidak diperbolehkan masuk Surga. Untuk menyandang nama itu tidak diperlukan dosa&lt;br /&gt;yang lebih banyak dari amal, melainkan satu dosa saja cukup untuk menyandang predikat ‘orang&lt;br /&gt;berdosa.’&lt;br /&gt;Manusia masuk Neraka itu karena tidak bisa masuk Surga karena memang hanya ada dua&lt;br /&gt;tempat bagi manusia ketika ia meninggal dunia. Oleh sebab itu kalau ia tidak bisa kembali ke Surga&lt;br /&gt;menikmati kebahagiaan dan kemuliaan Allah, maka tidak ada tempat lain lagi selain Neraka. Alkitab&lt;br /&gt;memberitahukan kita bahwa sesungguhnya hanya ada dua kelompok manusia saja, yaitu yang&lt;br /&gt;mempedulikan Allah dan yang mengabaikan Allah, atau yang di luar Allah dan yang di dalam Allah.&lt;br /&gt;Agar berada di dalam Allah tentu perlu didahului sikap mempedulikan Allah. Kepedulian&lt;br /&gt;terhadap Allah Pencipta akan menuntun seseorang menghargai jalan yang ditawarkanNya, apalagi&lt;br /&gt;jalan itu adalah jalan yang justru untuk menyelamatkan manusia. Bagaimana dengan anda?&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;CARA MENGHAPUS DOSA&lt;br /&gt;YANG MENURUT ALLAH&lt;br /&gt;Semua pemerintahan di dunia memiliki hukum pidana yang dipakai untuk menentukan berbagai&lt;br /&gt;hukuman terhadap orang yang melanggar hukum. Dari manakah manusia tahu bahwa orang yang&lt;br /&gt;bersalah harus dijatuhkan hukuman? Jawabannya ialah karena manusia adalah makhluk bermoral yang&lt;br /&gt;diciptakan oleh Allah yang bermoral, bahkan yang maha-suci, maka Allahlah yang menanamkan sense&lt;br /&gt;of justice di dalam diri manusia. Di dalam sebuah negara hukum semua bentuk pelanggaran hukum&lt;br /&gt;itu dibereskan dengan menjalankan penghukuman yang telah diputuskan pengadilan.&lt;br /&gt;Jika ada orang yang bersalah karena mencuri ayam, maka ia akan diajukan ke pengadilan, dan&lt;br /&gt;pengadilan akan menjatuhkan hukuman terhadapnya, misalnya masuk penjara selama tiga bulan dari&lt;br /&gt;tanggal 1 Januari sampai 31 Maret. Tidak ada cara lain bagi si pencuri ayam itu untuk menebus&lt;br /&gt;kesalahannya selain menjalankan hukuman yang telah ditentukan oleh hukum baginya. Mau tidak mau&lt;br /&gt;ia harus meringkuk di dalam penjara dari tanggal 1 Januari sampai tanggal 31 Maret untuk menebus&lt;br /&gt;kesalahannya. Tentu ia tidak boleh pergi melaksanakan rituil penyembahan, bertapa, atau berpuasa,&lt;br /&gt;atau melakukan amal bakti untuk menggantikan penghukuman yang telah ditentukan oleh hukum.&lt;br /&gt;Chun Do Wan, mantan presiden Korea Selatan yang pernah memerintah dengan kejam, ketika&lt;br /&gt;turun tahta ingin menghapus kesalahannya dengan menjadi biksu. Namun rakyatnya tidak mau&lt;br /&gt;menerima cara jitunya untuk menghindar dari tanggung jawab itu. Akhirnya mereka tetap&lt;br /&gt;menyeretnya ke pengadilan. Perkara ini sedang disidangkan ketika buku ini ditulis. Ia dituntut dengan&lt;br /&gt;hukuman mati.&lt;br /&gt;Alkitab mengatakan bahwa setiap manusia yang telah berdosa itu harus mati dan kemudian&lt;br /&gt;akan dihakimi Allah. Tidak ada jalan lain bagi manusia kecuali mati dan menerima penghakiman&lt;br /&gt;(Ibrani 9:27).&lt;br /&gt;Setelah pencuri ayam yang kita jadikan perumpamaan itu meringkuk di dalam penjara selama&lt;br /&gt;tiga bulan, kemudian tibalah hari yang dinanti-nantikannya yaitu tanggal 1 April. Pada hari itu ia akan&lt;br /&gt;dibebaskan. Dan pada saat ia dibebaskan ia bukan narapidana lagi karena ia telah menjalani&lt;br /&gt;penghukuman atas dosa yang dilakukannya.&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;Karena tidak ada jalan untuk membereskan dosa selain menjalani penghukuman yang telah&lt;br /&gt;ditetapkan, maka Allah yang Maha Suci, yang Maha Adil akan menjatuhkan penghukuman terhadap&lt;br /&gt;setiap manusia yang berdosa. Namun karena kasihNya yang amat besar, yang sama besar dengan sifat&lt;br /&gt;keadilanNya itu menuntutNya bertindak untuk melakukan sesuatu, maka Ia merencanakan jalan&lt;br /&gt;keselamatan yang tidak mungkin bertentangan dengan sifat kemaha-adilanNya dan kemahasucianNya.&lt;br /&gt;Ia merencanakan untuk menjadi manusia yang tidak berdosa untuk menerima hukuman yang telah&lt;br /&gt;ditentukan, bahkan turun ke Neraka. KemanusiaanNya telah mati ketika Ia menjalankan penghukuman&lt;br /&gt;di atas kayu salib, namun keilahianNya membangkitkanNya dari kematian dan Ia kembali ke Surga.&lt;br /&gt;Jauh sebelum apa yang direncanakan ini dilaksanakanNya, Ia memerintahkan manusia yang&lt;br /&gt;ingin diselamatkan untuk mempersembahkan korban, yaitu mengambil seekor domba, sambil&lt;br /&gt;memegang kepala domba itu dombanya disembelih. Maksudnya ialah dosa orang yang bersangkutan&lt;br /&gt;ditanggungkan ke atas domba itu. Hal ini diperintahkan demi mengajarkan konsep penghukuman&lt;br /&gt;terhadap dosa yang digantikan oleh domba. Domba itu hanya sekedar g a mb a r a n&lt;br /&gt;saja, ia tidak mungkin dapat menggantikan manusia menanggung d o s a ,&lt;br /&gt;karena apalah kehebatan domba sehingga ia layak mena&lt;br /&gt;nggung dosa manusia?&lt;br /&gt;Namun Allah lakukan semua itu hanya sekedar b a&lt;br /&gt;han pelajaran bagi manusia agar manusia memahami fungsi Jur&lt;br /&gt;uselamat sebagai pengganti manusia berdosa menerima p e&lt;br /&gt;nghukuman yang bagaikan domba di atas mezbah. Dalam k i t&lt;br /&gt;ab Ibrani 10:1 dan seterusnya dituliskan dengan jelas&lt;br /&gt;sekali bahwa semua itu hanya sekedar bayangan saja,&lt;br /&gt;itu tidak dapat menyelamatkan melainkan sekedar u n t u k&lt;br /&gt;mengingatkan manusia bahwa ia berdosa.&lt;br /&gt;Ayat 4 mengatakan:&lt;br /&gt;“Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.”&lt;br /&gt;Janganlah ada orang menyangka bahwa dosanya dapat disucikan dengan mengorbankan&lt;br /&gt;seekor domba. Dan hendaknya setiap orang memahami bahwa semua itu hanya sekedar gambaran&lt;br /&gt;saja. Ketika Yohanes Pembaptis melihat Allah yang menjelma menjadi manusia, yaitu Yesus, yang&lt;br /&gt;sedang lewat di depannya berkatalah ia:&lt;br /&gt;“Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”&lt;br /&gt;Jadi, jelas sekali domba yang selalu disebut di dalam kitab Perjanjian Lama, atau yang&lt;br /&gt;dipersembahkan oleh Abraham, Musa, dan lain lain itu sebenarnya hanya untuk menggambarkan&lt;br /&gt;Yesus. Tidak mungkin salah lagi bahwa domba yang dijadikan korban di dalam zaman Musa itu&lt;br /&gt;menggambarkan Yesus yang mati tersalib karena dosa manusia.&lt;br /&gt;Yesus, yang digambarkan dengan domba pada zaman Musa adalah Juruselamat yang&lt;br /&gt;ditentukan Allah bagi setiap manusia di segala zaman, termasuk mereka yang hidup sebelum&lt;br /&gt;kelahiranNya karena setiap orang yang percaya kepada darah domba yang dipersembahkan, berarti&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;ia telah percaya juga kepada Domba Allah yang dijanjikan walaupun masih dalam penggambaran.&lt;br /&gt;Dosanya telah ditanggung bukan oleh domba yang dipersembahkannya pada waktu itu, melainkan&lt;br /&gt;oleh Domba Allah yang sedang dijanjikan, yaitu Yesus Kristus yang akan datang.&lt;br /&gt;Walaupun pada waktu itu orang-orang yang hidup pada zaman Musa kurang memahami&lt;br /&gt;kebenaran ini karena fasilitas untuk menjelaskannya sangat terbatas, namun mereka tetap bisa&lt;br /&gt;diselamatkan. Karena tindakan mempersembahkan korban itu sudah menandakan bahwa mereka&lt;br /&gt;percaya dan taat kepada Allah yang akan mengirim Anak DombaNya.&lt;br /&gt;Kita yang hidup pada zaman sekarang, yaitu zaman dimana Domba Allah telah diutus dan&lt;br /&gt;telah mati bagi kita di atas kayu salib untuk mengorbankan diriNya yang tidak berdosa demi&lt;br /&gt;menggantikan kita, kita diselamatkan dengan percaya kepadaNya tanpa perlu melakukan&lt;br /&gt;bayanganNya, yaitu mempersembahkan domba.&lt;br /&gt;Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia&lt;br /&gt;kita dibenarkan oleh Allah (II Kor 5:21).&lt;br /&gt;Jelas sekali bagi kita bahwa posisi domba dalam Perjanjian Lama (masa sebelum Yesus&lt;br /&gt;dilahirkan) yang menjadi pengganti orang berdosa menerima penghukuman itu hanya menggambarkan&lt;br /&gt;Yesus yang akan datang. Ketika Ia tergantung di atas kayu salib posisiNya adalah posisi manusia&lt;br /&gt;yang paling berdosa yang sedang memikul dosa seisi dunia. Itulah sebabnya Allah Bapa yang maha&lt;br /&gt;suci tidak bersamaNya, maka Ia berseru:&lt;br /&gt;“Eli, Eli, Lama Sabakhtani,” yang berarti:”AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau&lt;br /&gt;meninggalkan Aku?” (Mat 27:46).&lt;br /&gt;Yesus bukan tidak tahu mengapa Allah meninggalkanNya. Pertanyaan itu dipertanyakanNya&lt;br /&gt;agar kita tahu bahwa pada saat itu Ia menempati posisi orang yang paling berdosa sehingga Allah&lt;br /&gt;Bapa meninggalkanNya. Dosa yang ditanggungNya bukanlah dosa yang dilakukanNya, juga bukan&lt;br /&gt;hanya dosa umat pilihanNya, melainkan dosa seisi dunia (Ibr 2:9 I Yoh 2:2), termasuk dosa anda dan&lt;br /&gt;dosa saya.&lt;br /&gt;Sama seperti orang-orang yang hidup pada zaman Musa yang dibenarkan karena percaya&lt;br /&gt;kepada pengorbanan domba biasa yang menggambarkan Domba Allah, maka setiap orang yang&lt;br /&gt;percaya kepada Yesus Kristus akan dibenarkan dihadapan Allah karena pada saat ia percaya dan&lt;br /&gt;mengucap syukur atas pengorbanan Anak Domba Allah di kayu Salib itulah Allah memperhitungkan&lt;br /&gt;penghukuman yang sepatutnya ia terima ke atas tubuh Tuhan Yesus. Sejak saat ia beriman kepada&lt;br /&gt;Tuhan Yesus dengan sepenuh hati itulah ia dibenarkan oleh kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus&lt;br /&gt;di hadapan Allah.&lt;br /&gt;Alkitab menyatakan kebenaran ini dengan jelas sekali yaitu bahwa Yesus diserahkan untuk&lt;br /&gt;menerima penghukuman karena pelanggaran manusia, dan dibangkitkan untuk membenarkan manusia&lt;br /&gt;yang percaya.&lt;br /&gt;“..... Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena&lt;br /&gt;pembenaran kita” (Roma 4:25).&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;Maksudnya, Ia telah dihukumkan untuk menggantikan manusia dan dibangkitkan serta&lt;br /&gt;menghadap Allah Bapa untuk menyatakan bahwa Ia telah menanggung hukuman yang dicanangkan&lt;br /&gt;bagi manusia. Orang yang telah percaya kepadaNya telah menjadi orang benar di hadapan Allah.&lt;br /&gt;Benar karena apa? Karena dosanya telah dibereskan melalui penghukuman yang telah diterima Yesus&lt;br /&gt;baginya.&lt;br /&gt;Jadi, seseorang dibenarkan di hadapan Allah itu bukan karena ia hebat, melainkan karena ia&lt;br /&gt;percaya kepada Tuhan Yesus yang telah menggantikannya menerima penghukuman, dan yang pergi&lt;br /&gt;menghadap Allah Bapa untuk menyatakan bahwa ia tidak berdosa lagi, melainkan telah&lt;br /&gt;dikuduskanNya.&lt;br /&gt;“....Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita” (I kor l:30)&lt;br /&gt;Dosa manusia yang tidak mungkin diselesaikan dengan amal, pertapaan, rituil upacara agama,&lt;br /&gt;puasa dan lain sebagainya itu diselesaikan melalui percaya kepada Yesus Kristus. Karena ketika&lt;br /&gt;seseorang percaya, maka hal itu sama dengan menyerahkan semua dosanya kepada Yesus yang telah&lt;br /&gt;menjalani penghukuman atas dosa-dosa itu.&lt;br /&gt;“Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan dan dengan mulut orang mengaku dan&lt;br /&gt;diselamatkan” (Roma 10:10).&lt;br /&gt;Yang terpenting adalah percaya di dalam hati, karena tanpa dibenarkan terlebih dulu tidak&lt;br /&gt;mungkin seseorang bisa masuk Surga yang mulia. Walaupun ada orang yang telah mengaku sejuta&lt;br /&gt;kali, namun jika hatinya tidak percaya, maka ia tidak dapat masuk Surga karena ia belum dibenarkan.&lt;br /&gt;Ingat, Surga hanya dapat dimasuki oleh orang-orang benar saja.&lt;br /&gt;Namun bagi yang mulutnya masih berfungsi, artinya yang masih dapat berbicara, Tuhan&lt;br /&gt;merindukan pengakuannya yang bersumber dari hatinya sebagai kesaksian bagi manusia lain. Pada&lt;br /&gt;saat kita percaya di hati, kita dibenarkan. Tentu yang dimaksudkan di sini adalah percaya yang seratus&lt;br /&gt;persen, bukan percaya yang hanya lima puluh persen kepada Tuhan Yesus dan lima puluh persen lagi&lt;br /&gt;percaya kepada dewa-dewa lain, atau hal-hal lain.&lt;br /&gt;Kalau seseorang yang menambahkan hal lain atau oknum lain selain percaya kepada Tuhan&lt;br /&gt;Yesus itu membuktikan bahwa ia tidak sungguh-sungguh percaya kepada Yesus karena itu&lt;br /&gt;menandakan bahwa ia masih ragu akan kesanggupan Tuhan Yesus untuk menghapuskan semua&lt;br /&gt;dosanya. Menambahkan siapapun atau apapun, baik itu Maria, Kong Fu Tsu, amal, baptisan dan lain&lt;br /&gt;sebagainya itu membuktikan bahwa sebenarnya yang bersangkutan tidak percaya seratus persen&lt;br /&gt;kepada Tuhan Yesus.&lt;br /&gt;Jalan menuju ke Surga yang telah diselesaikan Tuhan Yesus itu benar-benar telah selesai,&lt;br /&gt;karena sebelum Ia menyerahkan nyawaNya, Ia berseru;&lt;br /&gt;“Sudah selesai” (Yoh 19: 30).&lt;br /&gt;Artinya, tidak perlu ditambah dengan berbuat baik atau dengan hal-hal lain lagi karena sudah selesai!&lt;br /&gt;Jangan ada orang yang berpikir bahwa selain percaya kepada Tuhan Yesus ia perlu rajin berbuat baik&lt;br /&gt;agar dapat masuk Surga. Orang yang berpikir demikian itu pasti karena terpengaruh oleh berbagai&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;pengajaran yang salah.&lt;br /&gt;Memang benar bahwa orang kristen diperintahkan untuk berbuat baik, tetapi bukan untuk&lt;br /&gt;mendapatkan keselamatan, melainkan untuk membuktikan diri sebagai orang yang telah mengenal&lt;br /&gt;Allah. Tidak ada manusia yang boleh menjadikan hasil perbuatan baiknya sebagai alasan untuk masuk&lt;br /&gt;Surga karena karya keselamatan itu telah diselesaikan Tuhan Yesus. Jalan keselamatan yang Allah&lt;br /&gt;sediakan itu sifatnya murni KASIH KARUNIA atau ANUGERAH, sama sekali tidak memerlukan&lt;br /&gt;andil dari pihak manusia. Kalau ada andil dari pihak manusia, walaupun 0,00000001 persen, maka itu&lt;br /&gt;sudah berarti bukan lagi murni KASIH KARUNIA, melainkan ada andil dari pihak manusia, dan&lt;br /&gt;manusia dapat membanggakannya walaupun hanya yang sedikit itu.&lt;br /&gt;Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi&lt;br /&gt;pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri&lt;br /&gt;(Ef 2:8-9).&lt;br /&gt;Orang kristen diperintahkan untuk berbuat baik karena setelah ia diselamatkan, ia&lt;br /&gt;menyandang predikat baru yaitu anak-anak Allah, orang kudus, orang benar, warga negara Surga dll.&lt;br /&gt;Predikat itulah yang mendorongnya untuk hidup kudus, hidup benar, yaitu untuk menjaga nama baik&lt;br /&gt;Bapanya yang di Surga, dan otomatis juga nama bapa jasmaninya.&lt;br /&gt;Namun demikian ada pihak tertentu yang mengajarkan bahwa selain percaya kepada Tuhan&lt;br /&gt;Yesus, seseorang harus menjalankan hukum Taurat agar dapat masuk Surga. Mereka harus&lt;br /&gt;menyunatkan diri, tidak boleh makan daging tertentu dan lain sebagainya agar dapat masuk Surga.&lt;br /&gt;Jemaat Galatia pada abad pertama pernah melakukan kesalahan yang serupa, yaitu setelah ada&lt;br /&gt;orang Yahudi yang datang dari Yerusalem mempengaruhi mereka. Terhadap hal itu Paulus tulis surat&lt;br /&gt;kepada mereka dan menegur mereka, katanya, “sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang&lt;br /&gt;menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. Kamu lepas dari Kristus,&lt;br /&gt;jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.” (Gal&lt;br /&gt;5:3-4).&lt;br /&gt;Orang-orang demikian adalah orang-orang yang ingin masuk Surga dengan andil mereka&lt;br /&gt;sendiri, yang berarti menolak KASIH KARUNIA. Padahal, sudah sangat jelas dikatakan di dalam&lt;br /&gt;Alkitab bahwa kita diselamatkan oleh KASIH KARUNIA melalui iman, bukan melalui hukum Taurat!&lt;br /&gt;Kalau perlu ditambah dengan keberhasilan melakukan hukum taurat, maka itu berarti Tuhan tidak&lt;br /&gt;menyelesaikan jalan keselamatan sampai tuntas, melainkan hanya sekian persen dan yang sisanya&lt;br /&gt;harap diselesaikan masing-masing. Jelas sekali ajaran demikian tidak cocok dengan kebenaran Alkitab,&lt;br /&gt;karena Alkitab memberitahukan kita bahwa jalan keselamatan telah diselesaikan oleh Tuhan Yesus.&lt;br /&gt;Tindakan menambah apapun selain bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus adalah salah, dan&lt;br /&gt;perbuatan demikian berarti tidak percaya kepada Tuhan Yesus dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;Kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib itu untuk menanggung dosa yang terbesar, yaitu&lt;br /&gt;dosa isi dunia (I Yoh 2:2). Artinya hukuman yang ditanggungNya adalah hukuman yang diperuntukan&lt;br /&gt;bagi seluruh manusia berdosa yang pernah dilahirkan. Hal ini juga berarti bahwa seluruh dosa kita,&lt;br /&gt;yaitu dosa kita yang lampau, yang sekarang, bahkan yang akan datang telah ditanggungNya. Ia telah&lt;br /&gt;menanggung dosa semua manusia.&lt;br /&gt;Yang perlu dilakukan oleh manusia hanyalah mengakui keadaannya yang berdosa dan tidak&lt;br /&gt;berpengharapan serta menerima anugerah yang telah disediakanNya. Sekalipun Ia telah menanggung&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;dosa semua manusia, itu tidak berarti orang yang memusuhiNya dan yang menolakNya akan&lt;br /&gt;mendapat implementasinya. Alkitab memberitahukan kita bahwa orang yang tidak akan dihukumkan&lt;br /&gt;lagi itu adalah orang yang ada di dalam Yesus Kristus (Rom 8:1, Wah 14:13). Berarti orang yang&lt;br /&gt;berada di luar Dia tetap akan dihukum. Memang anugerah keselamatan telah tersedia bagi mereka dan&lt;br /&gt;bagi semua orang. Mereka hanya perlu melangkah masuk ke dalam anugerah Allah, yaitu dengan&lt;br /&gt;mengakui kondisi mereka dan menerimaNya sebagai Juruselamat pribadi mereka.&lt;br /&gt;Proses pengakuan kondisi mereka yang berdosa dan penyambutan terhadap Sang Juruselamt&lt;br /&gt;itu dapat dikatakan sebagai proses transaksi dosa dan keselamatan. Orang berdosa mengaku dan&lt;br /&gt;menyerahkan dosa mereka kepada Kristus, kemudian Kristus menyerahkan kepada mereka&lt;br /&gt;keselamatan yang mereka sangat perlukan. Sejak saat itu seluruh dosa mereka telah tertanggung ke&lt;br /&gt;atas Dia. Ingat, seluruh adalah benar-benar seluruh bukan separuh. Seluruh dosa orang yang percaya&lt;br /&gt;kepadaNya, yaitu mulai dari sifat dosa yang diwariskan Adam, sampai dosa yang terakhir yang belum&lt;br /&gt;dibuatnya telah ditanggung Yesus Kristus di kayu salib. Jadi, sesungguhnya hanya melalui percaya&lt;br /&gt;kepada Tuhan Yesus maka jaminan keselamatan itu sudah pasti bagi kita. Tindakan menambahkan&lt;br /&gt;seseorang atau sesuatu sebagai obyek iman tambahan misalnya Maria, Budha, Kong Fu Tsu dan lain&lt;br /&gt;sebagainya adalah suatu penghinaan terhadap Tuhan Yesus karena hal itu merupakan sebuah&lt;br /&gt;pernyataan bahwa kematian Tuhan Yesus belum cukup untuk menyelesaikan dosanya.&lt;br /&gt;Sejak seseorang percaya kepada Tuhan Yesus, maka seluruh dosanya telah terselesaikan oleh&lt;br /&gt;Tuhan Yesus di kayu Salib. Sejak saat itu ia memiliki status sebagai orang kudus. Selanjutnya orangorang&lt;br /&gt;yang telah dikuduskan Tuhan Yesus itu tidak membutuhkan sacrament untuk menguduskan&lt;br /&gt;diri mereka. Sacrament itu diperlukan oleh orang yang belum dikuduskan Tuhan Yesus. Dalam gereja&lt;br /&gt;yang benar-benar melaksanakan kebenaran Alkitab tidak akan diadakan perjamuan kudus karena&lt;br /&gt;kalau jemaatnya telah dikuduskan oleh Tuhan Yesus, maka mereka tidak perlu dikuduskan lagi&lt;br /&gt;dengan perjamuan.&lt;br /&gt;Gereja yang memahami kebenaran akan melaksanakan PERJAMUAN TUHAN yang bertujuan&lt;br /&gt;untuk mengenang kematian Tuhan (I Kor 10:21 dan 11:20). Perjamuan Tuhan adalah perjamuan yang&lt;br /&gt;diperintahkan Tuhan untuk mengingat akan kematianNya (1 Kor 11:24-25). Jangan sampai ada orang&lt;br /&gt;Kristen yang terpengaruh oleh konsep yang salah yang berasal dari gereja yang salah pengajarannya.&lt;br /&gt;Sebab ada gereja yang mengajarkan bahwa keselamatan itu diperoleh bukan dengan hanya percaya&lt;br /&gt;kepada Tuhan Yesus saja melainkan perlu dilengkapi dengan sacrament-sacrament.&lt;br /&gt;Mereka mengajarkan kalau seseorang telah percaya namun belum dibaptiskan maka ia tidak&lt;br /&gt;dapat masuk Surga. Jadi, bagi mereka baptisan itu sangat menentukan kepastian seseorang untuk&lt;br /&gt;masuk Surga. Padahal jelas sekali penjahat yang disalibkan di sebelah Tuhan Yesus yang percaya&lt;br /&gt;kepadaNya namun tidak dibaptis itu ternyata dinyatakan Tuhan Yesus sendiri bahwa ia masuk Surga.&lt;br /&gt;Tuhan Yesus sengaja melakukan hal ini agar orang-orang tidak menjadikan baptisan sebagai&lt;br /&gt;unsur penentu kepastian keselamatan. Baptisan adalah karya manusia, sedangkan keselamatan itu&lt;br /&gt;murni Kasih Karunia Allah yang tidak membutuhkan perbuatan atau andil pihak manusia. Pembaptisan&lt;br /&gt;adalah salah satu upacara yang Tuhan perintahkan untuk dilakukan oleh gereja, artinya bukan&lt;br /&gt;dilakukan oleh perorangan, namun dilakukan di bawah otoritas gereja terhadap orang yang telah&lt;br /&gt;percaya atau yang telah menjadi murid untuk menggambarkan Injil yang telah menyelamatkannya,&lt;br /&gt;yaitu kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Sungguhpun Tuhan sudah mendemonstrasikan&lt;br /&gt;dengan tegas dan nyata bahwa baptisan itu tidak menjadi faktor penentu keselamatan, namun toh&lt;br /&gt;masih banyak orang yang tetap mau memasukannya sebagai syarat untuk masuk Surga.&lt;br /&gt;Kalau mau tahu tentang baptisan alkitabiah, silakan membaca buku yang saya 2 tulis yang berjudul Baptisan Alkitabiah&lt;br /&gt;16&lt;br /&gt;Ketahuilah Tuhan telah terhukum di kayu Salib serta telah menyatakan sudah selesai, maka&lt;br /&gt;jangan ada orang yang berlagak lebih berkuasa daripadaNya yang mencoba mempersulit orang-orang&lt;br /&gt;yang mau mendapatkan kepastian keselamatan dengan menambahkannya dengan syarat baptisan.&lt;br /&gt;Ada begitu banyak agama dan pengajaran di dunia ini yang mengajarkan bahwa untuk masuk&lt;br /&gt;Surga diperlukan usaha atau andil dari pihak manusia, sehingga hal ini mempengaruhi sebagian orang&lt;br /&gt;Kristen yang kurang memahami kebenaran Alkitab. Siapa saja yang menambahkan apa saja untuk&lt;br /&gt;masuk Surga selain hanya bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus itu berarti menghina KASIH&lt;br /&gt;KARUNIA yang disediakan Allah melalui Tuhan Yesus.&lt;br /&gt;Kalau ada orang yang sedang sakit keras di rumah sakit mau bertobat dan percaya Tuhan,&lt;br /&gt;perlukah ia terburu-buru dibaptiskan? Kalau ia telah bersungguh-sungguh hati bertobat dan percaya&lt;br /&gt;kepada Tuhan Yesus, maka tanpa dibaptis pun ia pasti masuk Surga (Rom 3:21-25, 5:1-11, 8:1 dan&lt;br /&gt;10:10 Ef 1:13, 2:8-9).&lt;br /&gt;Namun ada banyak simpatisan kekristenan yang belum mengerti, yang kadang-kadang&lt;br /&gt;beranggapan bahwa seseorang itu benar-benar jadi kristen pada saat ia dibaptis. Hal itu terlihat jelas&lt;br /&gt;dari jumlah orang yang sedang sakit yang meminta agar ia segera dibaptis. Anggapan mereka kalau&lt;br /&gt;mereka dibaptiskan maka resmilah mereka sebagai orang Kristen. Padahal seseorang itu resmi&lt;br /&gt;mendapatkan keselamatan atau menjadi Kristen itu bukan pada saat ia dibaptis, melainkan pada saat&lt;br /&gt;ia mengakui dirinya orang berdosa dan menyambut Yesus ke dalam hatinya sebagai Juruselamat.&lt;br /&gt;Situasi bertambah menjadi semakin ruwet setelah orang Kristen, bahkan sebagian pendeta&lt;br /&gt;tidak berusaha mencari tahu motivasi permintaan orang itu. Padahal sangat mungkin motivasi yang&lt;br /&gt;mendorongnya meminta dibaptis itu adalah konsepnya yang salah. Ia merasa belum pasti masuk Surga&lt;br /&gt;karena belum dibaptis.&lt;br /&gt;Kalau orang demikian dibaptiskan dan kemudian ia meninggal, maka ia membawa mati iman&lt;br /&gt;yang salah. Karena seharusnya ia diberi penjelasan tentang jalan keselamatan yang benar seperti yang&lt;br /&gt;telah diuraikan di atas, yaitu cukup dengan bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus. Orang kristen&lt;br /&gt;yang sudah mengerti, apalagi seorang pendeta, harus menegaskan kepada orang sakit yang minta&lt;br /&gt;dibaptis bahwa kondisinya tidak memungkinkannya dibaptis dengan baptisan alkitabiah.2&lt;br /&gt;Orang yang sedang sekarat sangat ingin tahu, apakah ada keselamatan bagi orang yang tidak&lt;br /&gt;dapat berbuat amal dan tidak dapat bertapa? Ia sedang sekarat, ia tidak dapat berbuat amal, juga tidak&lt;br /&gt;dapat pergi bertapa lagi, yang sangat dibutuhkannya ialah kabar baik bahwa Yesus telah menanggung&lt;br /&gt;semua dosanya di kayu salib. Bertobat dan menyambut Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya adalah&lt;br /&gt;hal terutama di saat yang sangat kritis itu. Ia sangat membutuhkan kepastian keselamatan. Ia perlu&lt;br /&gt;tahu bahwa Kristus telah mati di kayu salib untuk menanggung semua dosanya. Setelah ia mendengar&lt;br /&gt;kabar baik itu selanjutnya adalah tanggung jawabnya, apakah ia akan menyambut berita itu dan&lt;br /&gt;mengucap syukur kepada Tuhan Yesus yang rela menanggung dosanya atau sebaliknya yaitu&lt;br /&gt;menolakNya. Tentu kita mengharapkan ia akan menerimaNya, bahkan bukan hanya dia, melainkan&lt;br /&gt;semua manusia bisa menerima Yesus, Juruselamat mereka, tentu termasuk anda.&lt;br /&gt;17&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;BUKTI TERHAPUSNYA DOSA&lt;br /&gt;Resapilah di dalam hatimu dan katakanlah dengan mulutmu kalimat-kalimat berikut:&lt;br /&gt;“Saya menyadari bahwa saya seorang berdosa yang seharusnya menerima penghukuman. Namun&lt;br /&gt;Allah sangat mengasihi saya sehingga Ia mengutus Yesus Kristus untuk menerima&lt;br /&gt;hukuman itu dengan mati di kayu Salib dan turun ke dalam a l a m m a u t&lt;br /&gt;untuk menggantikan saya. Pada hari ke tiga, Ia telah dibangkitkan&lt;br /&gt;serta menghadap Allah untuk mengatakan kepadaNya bahwa Ia telah&lt;br /&gt;menanggung semua dosa saya. Sekarang saya percaya k e p a d aNy a ,&lt;br /&gt;bahkan berhutang kepadaNya. Oleh sebab itu saya sangat bersyukur kepadaNya,&lt;br /&gt;bahkan akan bersyukur terus kepadaNya dalam sepanjang hidup&lt;br /&gt;saya. Tuhan Yesus, Engkaulah Juruselamat saya”&lt;br /&gt;Setiap manusia yang sudah bisa berbicara akan sanggup mengucapkan kalimat di atas. Namun&lt;br /&gt;apakah ucapan itu hanya sekedar di mulut saja atau betul-betul keluar dari dalam hati itu hanya dirinya&lt;br /&gt;dan Allah saja yang tahu. Bahkan bisa terjadi kadang-kadang ada orang yang meragukan keseriusan&lt;br /&gt;diri sendiri. Oleh sebab itu sepatutnya setiap orang bertanya, “apakah saya sudah sungguh-sungguh&lt;br /&gt;diselamatkan?”&lt;br /&gt;Bukti seseorang telah memiliki jaminan kepastian masuk Surga, atau telah dilahirkan kembali&lt;br /&gt;di dalam Kristus Yesus, atau telah sungguh-sungguh dengan sepenuh hati percaya kepada Tuhan&lt;br /&gt;Yesus adalah adanya ucapan syukur yang dinyatakan dalam kata-kata maupun dalam&lt;br /&gt;kehidupan. Ucapan syukur yang tulus itu adalah reaksi dari rasa tertolong atau reaksi dari menerima&lt;br /&gt;sesuatu.&lt;br /&gt;Kalau kita telusuri proses seseorang dilahirbarukan, kita akan dapatkan bahwa yang pertama&lt;br /&gt;adalah kesadaran orang yang bersangkutan akan dosa dan akibatnya. Tanpa kesadaran akan dosa&lt;br /&gt;18&lt;br /&gt;dan akibatnya maka tidak akan timbul rasa membutuhkan Juru selamat.&lt;br /&gt;Dalam Yoh 16:8 Tuhan memberitahukan kita bahwa Roh Kudus mempunyai tiga tugas; yaitu&lt;br /&gt;menyadarkan manusia akan DOSA, menyadarkan manusia akan KEBENARAN, dan menyadarkan&lt;br /&gt;manusia akan PENGHAKIMAN. Berkat usaha Roh Kudus melalui firman Tuhan itulah maka&lt;br /&gt;manusia berdosa disadarkan. Kesadaran akan dosa kemudian mendorong orang tersebut merenungkan&lt;br /&gt;upah dosa yang adalah maut/binasa. Selanjutnya manusia itu memikirkan jalan keluar dari akibat&lt;br /&gt;dosa yang tentu sangat menakutkannya. Kebenaran firman Tuhan memberitahukan kepadanya bahwa&lt;br /&gt;tidak ada jalan keluar yang dapat dikerjakan oleh manusia karena Allah yang maha suci tidak mungkin&lt;br /&gt;dihampiri manusia yang memiliki dosa yang sekecil apapun.&lt;br /&gt;Firman Allah memberitahukan kepada manusia bahwa hanya Allah sendiri yang dapat&lt;br /&gt;menyelamatkan manusia. Jalan keselamatan yang dikerjakan oleh Allah melalui kematian Tuhan Yesus&lt;br /&gt;telah tersedia dan telah diuraikan di atas.&lt;br /&gt;Rasa syukur akan muncul di hati orang yang menyadari akan posisi asalnya serta menyadari&lt;br /&gt;tentang kebinasaan yang akan dihadapinya seandainya ia tidak memperoleh Kasih Karunia yang Allah&lt;br /&gt;sediakan melalui Tuhan Yesus Kristus. Orang yang tidak menyadari posisi serta kemalangan yang&lt;br /&gt;akan dituainya tidak akan menerima pertolongan Tuhan Yesus, apalagi mengucap syukur kepadaNya.&lt;br /&gt;Kalau hanya menyadari posisi serta kemalangan yang akan dihadapi, namun belum menerima&lt;br /&gt;pertolongan Tuhan Yesus, orang demikian pun tidak bisa bersyukur, karena syukur atas apakah yang&lt;br /&gt;dapat diucapkan oleh seorang yang belum tertolong?&lt;br /&gt;Kesadaran akan dosa adalah awal dari kerinduan akan keselamatan yang akan memimpin&lt;br /&gt;seseorang kepada penerimaan Tuhan Yesus. Kalau oleh kesadaran akan akibat dosa seseorang telah&lt;br /&gt;menerima Tuhan Yesus, maka orang tersebut akan merasa sangat tertolong. Dan rasa tertolong inilah&lt;br /&gt;yang kemudian menimbulkan rasa syukur. Jelas sekali bahwa mengucap syukur itu adalah reaksi dari&lt;br /&gt;rasa tertolong, dan rasa tertolong itu membuktikan orang tersebut sudah menyadari keadaannya dan&lt;br /&gt;sudah tertolong oleh Kasih Karunia Tuhan Yesus.&lt;br /&gt;Ucapan syukur dapat dinyatakan dengan kata-kata dan sikap hidup sehari-hari. Ucapan syukur&lt;br /&gt;yang hanya diucapkan dengan kata-kata namun tidak diikuti dengan sikap hidup itu pasti bukan yang&lt;br /&gt;dihasilkan dari dalam hati. Ucapan syukur dengan kata-kata juga penting karena selain didengar Allah&lt;br /&gt;ucapan itu juga didengar manusia serta dapat menguatkannya. Namun yang lebih penting adalah&lt;br /&gt;ucapan syukur yang bersumber dari dalam hati karena itu merupakan bukti bahwa orang itu telah&lt;br /&gt;menerima pertolongan, atau telah mendapat bagian di dalam Kasih Karunia Tuhan Yesus.&lt;br /&gt;Kapankah seseorang mengucapkan terima kasih kepada orang lain? Umumnya ialah pada saat&lt;br /&gt;orang tersebut menerima sesuatu dari orang lain, entah itu sebuah hadiah, entah itu bantuan atau&lt;br /&gt;pertolongan. Kadar rasa syukur seseorang sangat tergantung pada nilai hadiah atau pertolongan yang&lt;br /&gt;diterimanya. Kalau hadiah yang diterimanya hanya sebuah pen yang harganya tidak mahal atau&lt;br /&gt;ditolong menyeberang jalan saja, tentu hal itu tidak sampai mempengaruhi seluruh kehidupannya.&lt;br /&gt;Namun jika hadiah yang diterima adalah sesuatu yang sangat bernilai, atau pertolongan yang&lt;br /&gt;diterimanya adalah yang menyangkut keselamatan nyawa, maka rasa syukur akan terus bertumbuh&lt;br /&gt;dalam hati sang penerima. Rasa syukur yang timbul atas penghayatan terhadap pertolongan yang telah&lt;br /&gt;diterima itu harus bersifat otomatis jangan seperti diprogramkan atau perlu dihimbau-himbau.&lt;br /&gt;Ucapan syukur akan terus mengalir di dalam hidup seseorang yang telah mengenal siapa&lt;br /&gt;dirinya serta yang merasa mendapat pertolongan keselamatan dari Tuhan Yesus. Semakin menghayati&lt;br /&gt;besarnya Anugrah Tuhan yang rela mati tersalib untuk menggantikannya, maka ucapan syukur akan&lt;br /&gt;19&lt;br /&gt;lebih melimpah lagi. Ucapan syukur yang dihasilkan dari kesadaran dalam hati bukanlah ucapan&lt;br /&gt;syukur yang sekedar di mulut saja. Kalau ada ucapan syukur yang bukan hanya di mulut saja namun&lt;br /&gt;yang betul-betul berasal dari dalam hati, tentu itu akan merubah sikap hidup bahkan seluruh aspek&lt;br /&gt;kehidupan kita, yaitu akan ada kerinduan untuk mentaatiNya, kerinduan untuk berbuat hal-hal yang&lt;br /&gt;menyenangkan hati Sang Penolong, yaitu Tuhan Yesus yang telah mati bagi kita di kayu Salib. Adalah&lt;br /&gt;hal yang sangat wajar kalau yang merasa tertolong berusaha mengenal Penolongnya. Oleh sebab itu&lt;br /&gt;membaca firman Tuhan dan mempelajarinya adalah kesukaan orang yang telah dilahirbarukan karena&lt;br /&gt;ia ingin selalu menghayati jasa Penolongnya.&lt;br /&gt;Datang ke gereja untuk berbakti, memuji nama Tuhan dengan pujian yang merdu dari mulut&lt;br /&gt;dan hati, mendengarkan khotbah dari Alkitab serta mempelajarinya adalah kesukaan orang yang telah&lt;br /&gt;dilahirbarukan di dalam Kristus Yesus. Semua itu akan diusahakan dan disenangi dengan tidak perlu&lt;br /&gt;didorong, dihimbau dan lain sebagainya. Setiap kali kita mengikuti Perjamuan Tuhan, kita diingatkan&lt;br /&gt;lagi akan kasih Tuhan yang melampaui akal itu, sehingga rasa syukur kita semakin bertumbuh dan&lt;br /&gt;berlimpah.&lt;br /&gt;Semakin berlimpahnya rasa syukur di dalam diri seseorang itu akan mengobarkan semangatnya&lt;br /&gt;untuk berbuat sesuatu bagi Tuhan yang sangat mengasihinya, sehingga mendorongnya membantu&lt;br /&gt;pelayanan Tuhan. Ada yang melayani dengan mengajar sekolah Minggu dan ada yang bahkan&lt;br /&gt;mempersembahkan seluruh hidupnya untuk pekerjaan Tuhan. Rasa syukur yang muncul dalam diri&lt;br /&gt;seseorang akan membawa pengaruh dalam kehidupan sehari-harinya. Seab rasa syukur seseorang itu&lt;br /&gt;dipengaruhi oleh rasa tertolongnya. Semakin seseorang merasa tertolong serta merasa pertolongan&lt;br /&gt;itu sangat berarti, maka semakin mengucap syukurlah ia.&lt;br /&gt;Jika dalam kehidupan sehari-hari orang percaya selalu bersyukur, mustahil ia dapat hidup di&lt;br /&gt;dalam dosa. Mungkinkah seseorang yang telah menyadari bahwa upah dosa yang harus diterimanya&lt;br /&gt;itu telah ditanggung oleh Tuhan Yesus di kayu Salib akan dapat tetap tinggal di dalam dosa itu tanpa&lt;br /&gt;merasa bersalah kepada Juruselamat yang telah menderita bagi dosa itu? Kalau memang ada rasa&lt;br /&gt;syukur, maka berarti telah menyadari tentang dosa serta kebenaran dan juga telah mengerti tentang&lt;br /&gt;penghakiman. Rasa syukur itu akan mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu bagi Pribadi yang&lt;br /&gt;memberi rasa syukur, yaitu Tuhan yang telah berkorban untuk menanggung dosanya.&lt;br /&gt;Kehidupan yang dipenuhi dengan ucapan syukur selain membuktikan bahwa seseorang telah&lt;br /&gt;mendapatkan kasih karunia Tuhan Yesus yang berlimpah, atau telah dilahirbarukan, juga merupakan&lt;br /&gt;jalan yang menghantarnya menuju hidup kudus di hadapan Tuhan, yaitu hidup yang menyenangkan&lt;br /&gt;hati Tuhan. Namun demikian, selama kita masih hidup di dalam daging, kita tetap bisa jatuh ke dalam&lt;br /&gt;dosa.&lt;br /&gt;Tetapi jatuh ke dalam dosa itu bukan hidup di dalam dosa! Ini harus dapat dibedakan. Hidup&lt;br /&gt;di dalam dosa itu berarti selalu berdosa, tidak merasa bersalah kepada siapapun dan tidak berusaha&lt;br /&gt;keluar dari dosa itu. Sedangkan jatuh ke dalam dosa ialah tanpa sengaja melakukan dosa serta merasa&lt;br /&gt;sangat bersalah, sedih, dan malu terhadap Tuhan dan diri sendiri, serta berusaha menjauhinya dan&lt;br /&gt;bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan dosa yang dilakukan seseorang setelah dilahirbarukan? Di bagian depan&lt;br /&gt;telah kita bahas bahwa pada saat seseorang bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus, maka semua&lt;br /&gt;dosa, yaitu dosa dari dalam kandungan hingga dosa terakhir menjelang kematiannya itu telah&lt;br /&gt;tertanggung oleh Tuhan Yesus di kayu Salib. Berarti dosa yang dilakukannya sesudah kelahiran&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;barunya juga sudah tertanggung oleh Tuhan Yesus di kayu Salib.&lt;br /&gt;Terhadap dosa yang dilakukan oleh orang yang telah lahir baru, firman Tuhan memerintahkan&lt;br /&gt;agar ia mengakuinya di hadapan Tuhan, bukan di hadapan manusia. Bukankah Tuhan itu maha tahu&lt;br /&gt;dan Ia telah tahu segala yang kita perbuat? Betul, semua dosa yang kita akan akui itu sebenarnya telah&lt;br /&gt;diketahuiNya. Pertanyaan yang sering kali muncul ialah, untuk apa diakui kalau sudah diketahui?&lt;br /&gt;Adapun maksud Tuhan memerintahkan kita mengakui setiap dosa yang kita perbuat (1 Yoh&lt;br /&gt;1:8-9) adalah agar kita malu pada diri kita sendiri dan juga pada Tuhan yang telah menanggung dosa&lt;br /&gt;itu di kayu Salib.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu pengakuan dosa yang Tuhan inginkan ialah pengakuan yang secara satu persatu&lt;br /&gt;dan diucapkan dengan hati yang penuh penyesalan serta rasa malu kepada Tuhan dan diri sendiri.&lt;br /&gt;Pengakuan dosa yang disertai rasa malu kepada Tuhan dan diri sendiri itu diharapkan akan&lt;br /&gt;menimbulkan rasa segan dan takut untuk mengulanginya.&lt;br /&gt;Akhirnya, menghidupi kehidupan yang selalu mengucap syukur atas dosa yang telah diampuni&lt;br /&gt;sambil mengingat akan kematian Tuhan Yesus di kayu salib karena menggantikan kita menerima&lt;br /&gt;penghukuman itu adalah kehidupan orang yang telah diselamatkan, yaitu yang telah memiliki&lt;br /&gt;kepastian masuk Surga.&lt;br /&gt;Setelah saya bertobat dan percaya dengan segenap hati kepada Tuhan Yesus, maka kapan saja&lt;br /&gt;saya mati saya pasti akan masuk Surga karena semua dosa saya telah dijatuhi hukuman, dan hukuman&lt;br /&gt;itu telah ditanggung Yesus ketika Ia dihukum di kayu salib. Sesungguhnya dosa anda juga telah&lt;br /&gt;ditanggungNya (I Yoh 2:2). Oleh sebab itu anda juga akan mendapatkan kepastian masuk Surga jika&lt;br /&gt;anda bertobat dan percaya kepadaNya dengan segenap hati anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-787789819393321126?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/787789819393321126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/rahasia-kepastian-masuk-surga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/787789819393321126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/787789819393321126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/rahasia-kepastian-masuk-surga.html' title='Rahasia Kepastian Masuk Surga'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-6910198817913002000</id><published>2009-02-22T18:37:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T18:51:09.078-08:00</updated><title type='text'>GEMBALA  PROTESTAN  YANG  BERTOBAT  MENJADI PENGINJIL BAPTIST</title><content type='html'>Dilahirkan di tahun 1783, Gottlob Bruckner menjadi seorang missionary Baptis yang luar biasa. Kisah ini akan memberikan pelajaran bagi siapapun yang membacanya. Gottlob dilahirkan diwilayah pertanian di selatan kota Berlin, Jerman.  Gottlob dibesarkan di keluarga yang rajin membaca Alkitab dan setiap hari renungan harian menjadi aktivitas keluarga. Pada usia 20 tahun anak muda ini meninggalkan rumah untuk mencari nafkah ke kota Berlin. Di kota Jerman ini ia bertemu dengan seorang pengkhotbah dan membawanya kepada hal-hal yang ingin Allah lakukan dalam hidupnya. Di kota inilah akhirnya ia bertobat dan percaya pada Juruslamat.&lt;br /&gt; Gottlob akhirnya mengetahui pelayanan William Carey di India dan berpikir bahwa Allah mnghendakinya menjadi missionary. Kebetulan temanya seorang gembala membuka sekolah pelatihan missionary dan Gottlob pun mendaftarkan diri dan belajar selama 18 bulan lalu dikirim ke Belanda untuk mengikuti pelatihan lanjutan. Dan ia belajar di sana selama tiga tahun termasuk mempelajari bahasa Belanda. &lt;br /&gt;Tahun 1811 sebuah kelompok misi di bentuk di Belanda, namun kondisi politik di bawah pemerintahan kaisar Napoleon tidak memungkinkan orang-orang untuk keluar negeri. Namun gottlob kembali ke Jerman dan belajar selama setahun di sana. Akhirnya Gottlob bersama dua orang temanya dikirim ke Inggris hanya dengan membawa satu tas kecil pakaian. Selama kurang lebih satu tahun belajar Gottlob pun ditahbiskan di Inggris.&lt;br /&gt;Perang hampir berakhir, oleh karena Inggris mengambil alih Indonesia dari Belanda di masa perang Napoleon dan peti pakaian Gottlob dikirim melalui kapal untuk menuju Indonesia, namun kapal yang membawa pakaian Gottlob terbakar dan ia pun kehilangan barang-barang duniawinya. Tahun 1814 bulan Januari, Gottlob dan temanya beralayar menuju Indonesia, kapal mereka nyaris tengelam oleh karena badai yang dahsyat. Setelah sampai di Jakarta, Gottlob seorang diri langsung berangkat menuju sebelah utara Jawa. Dua kali kapal mereka diserang bajak laut sehingga membuatnya sedikit letih menghadapi semua itu. Setelah kapal berlabuh, Gottlob harus mendaki gunung yang penuh Harimau dan menuju kota Semarang. Tibalah ia disebuah gereja Belanda yang telah disiapkan sejak zaman dulu. Jemaat gereja tersebut adalah orang Belanda dan Indonesia yang hanya sekedar formalitas datang ke gereja namun tidak disertai pertobatan. Gottlob pun akhirnya berkenalan dengan seorang anak perempuan gembala Belanda dan mereka akhirnya menikah dan dikaruniai 8 orang anak.&lt;br /&gt;Ketika Rev. Gottlob sedang mengunjungi kota-kota lain, ia bertemu sebuah keluarga misionari dari gereja Baptist Inggris mereka adalah Rev. Thomas Trowt. Rev. Gottlob akhirnya berteman baik dengan Rev. Thomas. Suatu saat mereka berdiskusi sangat panjang tentang baptisan yang benar.  Namun pada tanggal  31 Maret 1816 Rev. Gottlob mengumumkan pada jemaatnya; “Saya berencana untuk dibaptis, sekarang saya percaya bahwa Alkitab mengajarkan baptisan secara selam dan dilakukan pada orang yang sudah bertobat dan percaya bukan sebelum.” Pada hari minggu setelah pengumuman itu ia pun segera dibaptis selam dan jemaatnya pun memecatnya menjadi gembala mereka. Keputusan yang sulit diterima bagi Rev. Gottlob mengingat ia sudah berkeluarga dan memiliki 8 orang anak. Namun kebenaran tetaplah kebenaran yang harus dijunjung tingi.&lt;br /&gt;Enam bulan kemudian Rev.Thomas Trowt meninggal dunia karena demam dan Belanda mengambil alih Indonesia dari Inggris, hal ini mengakibatkan tidak ada missionary Inggris yang bias masuk Indonesia. Namun karena Rev. Gottlob adalah keturunan Jerman, ia pun dapat tetap tinggal di Indonesia. Rev. Thomas Trowt meninggalkan pekerjaanya yaitu terjemahan kitab PB ke bahasa Jawa dan Rev. Gottlob yang melanjutkanya. Suatu hari ia menerima sepucuk surat dari William Carey  yang mengundangnya membawa hasil terjemahanya untuk dikaji ulang. William Word, di tunjuk oleh British  Mission Society untuk mencetak Alkitab. Tahun 1828 bersama dengan 2 anak laki-lakinya ia berangkat ke India dan kurang lebih 3 tahun ia berada di India dan satu anaknya meninggal dunia karena demam.&lt;br /&gt;Ketika tugasnya selesai ia pun naik kapal dengan membawa 2000 Alkitab PB dalam bahasa Jawa, 20.000 traktat, kertas-kertas dalam jumlah yang banyak untuk dicetak dan satu set huruf cetak jawa. Kapal mereka hamper tengelam karena badai dan topan, namun mereka terus berdoa  dan Tuhan mendengar doa mereka. Setibanya dirumah ia harus menerima kenyataan semua Alkitab dan traktatnya ditahan, hanya disisakan beberapa kitab saja. Namun ia tidak putus asa melainkan berusaha mencetaknya lagi dan mengirimkan sebuah cetakan PB pada raja-raja di Belanda dan Prusia. Hasil yang ia lakukan membuat pemerintah Belanda di Indonesia menyetujui kebebasan beragama.&lt;br /&gt;Hingga akhir hayatnya Rev. Gottlob melihat sedikit saja hasil pelayanannya. Ia meninggal ditahun 1857 dan tidak ada seorang Baptist pun yang membantunya menyebarkan Injil di Indonesia. Namun hari ini kita melihat cukup banyak gereja Baptis tumbuh di pulau Jawa. Seorang Baptist dipakai Allah untuk menyiapkan jalan bagi penginjil-penginjil dimasa mendatang. Jangan pernah menyerah dan kecewa melihat hasil pelayanan Anda, namun tetaplah setia kerjakan sampai kelak Tuhan datang menjemput.&lt;br /&gt;Hal yang paling penting untuk diperhatikan dan dikagumi dari Rev. Gottlob adalah keberaniannya untuk mengikut kebenaran. Walaupun ia harus menderita dipecat dari gerejanya demi kebenaran dan berusaha memelihara keluarganya, tentu ini bukan hal yang mudah. Banyak orang hari ini selalu kuatir akan masalah kehidupan dan tidak berani mengambil keputusan untuk ikut kebenaran. Disatu sisi mereka nampak seolah-olah hamba Tuhan yang terhormat dan memiliki banyak jemaat yang memujanya. Celakanya lagi mereka berusaha membangun gerejanya besar-besar agar kelihatan megah dan jemaatnya mampu dan kaya. Padahal mereka terus menyesatkan banyak orang dengan berkata; “manusia masuk surga kerena dipilih, membaptis bayi, membaptis orang sakit, membaptis percik dll. Sesungguhnya kata Paulus mereka melayani perut mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-6910198817913002000?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/6910198817913002000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/gembala-protestas-yang-bertobat-menjadi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/6910198817913002000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/6910198817913002000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/gembala-protestas-yang-bertobat-menjadi.html' title='GEMBALA  PROTESTAN  YANG  BERTOBAT  MENJADI PENGINJIL BAPTIST'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-5108378287926449115</id><published>2009-02-22T18:30:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T18:32:58.379-08:00</updated><title type='text'>TOKOH-TOKOH ANABAPTIST</title><content type='html'>Montanus 135 AD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Montanus merupakan seorang Phrygian yang muncul sekitar tahun 156 AD. Mempertahankan kemurnian iman jemaat perjanjian baru, membangun jemaat yang kudus dan disiplin. Oleh karena itu mereka tidak segan-segan untuk mengeluarkan setiap anggota mereka yang hidup tidak kudus. Mereka menuntut setiap orang yang telah menyeleweng dan menyangkal Kristus untuk bertobat dan dibaptis ulang menjadi manusia baru. Sehingga mereka dikenal dengan istilah “Anabaptis.” &lt;br /&gt;Montanus menerima keseluruhan Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sebagai firman Allah. Montanus menolak keras baptisan bayi, mereka hanya membaptis orang dewasa yang sudah bertobat dan percaya kepada Kristus. Demikian juga Tertulian, tokoh yang terkenal membela Montanus. Bagi Montanus mahkota kehidupan adalah kemartiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novatian 250 AD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novatian berkembang dibeberapa bagian kerajaan Romawi. Novatian membela kemurnian jemaat Perjanjian Baru sehingga musuh mereka menamai mereka dengan nama “Cathari” yang artinya “Yang murni.” Mereka membaptis ulang setiap orang yang datang kepada mereka untuk mengabungkan diri menjadi jemaat, terutama orang Katolik. Sidang Lateran keempat menetapkan bahwa orang yang dibaptis ulang harus dihukum mati.karena itu salah seorang yang bersemangat dari mereka Albanus dihukum mati.&lt;br /&gt;Kaum Novatian mempertahankan independensi jemaat dan menerapkan separasi antara jemaat mereka dengan gereja Roma. Mereka mengatakan: “Separasi lebih baik daripada korupsi.” Kaum Novatian tidak setuju dengan system kepausan, mereka mengakui persamaan martabat dan otoritas dari semua gembala. Menolak baptisan bayi dan hanya membaptis orang dewasa yang sudah bertobat dan percaya dengan cara selam. Sebagian sejarahwan menyebut mereka “Baptis Trinitarian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Donatis 311 AD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Donatist muncul di Numidia dan menyebar luas di Afrika. Mereka mempertahankan kekudusan jemaat oleh sebab itu mereka tidak bisa menerima seseorang menjadi anggota dengan sembarangan, kecuali orang yang jelas-jelas diketahui sudah bertobat dan percaya dan hidup kudus. Mereka membaptis ulang setiap orang yang mau mengabungkan diri masuk ke dalam jemaat mereka.&lt;br /&gt;Donatus dari Carthage 347 AD menentang kaisar atas kekuasaannya yang mengendalikan gereja. Gembala Donatus dari Petilian menentang tulisan Agustinus. &lt;br /&gt;Ia mengatakan: “Apakah engkau mengira telah melayani Tuhan dengan membunuh kami dengan tanganmu? Engkau salah, jika engkau manusia fana yang berpikir demikian; Tuhan tidak mengantung orang hanya karena orang itu menjadi imam. Kristus mengajar kita untuk menahan diri terhadap kesalahan, bukan dengan membalasnya.”&lt;br /&gt;Kaum Donatist memperjuangkan kebebasan berpikir dan beragama tetapi ditentang greja negara, sehingga mereka dikejar dan dianiaya oleh negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAULICIAN 653 AD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jemaat Paulician berasal dari masa para rasul dan dimulai di Taron, Armenia pada abad pertama, kemudian menyebar ke Mesopotamia dan Persia melalui Antiokhia dan Palmyra. Para kaisar mengusir mereka dari wilayahnya sehingga mereka melarikan diri ke Gurun pasir yang penuh dengan orang Arab (Islam). Akhirnya orang Arab menyebut mereka “Sabian Baptis.” (Sabian bahasa Arab artinya Baptis).&lt;br /&gt; Pada tahun 690 AD. Salah satu pemimpin mereka Constantine dirajam sampai mati dan penerusnya dibakar hidup-hidup. Kaisar Theodora melakukan penganiayaan dimana disebutkan  seratus ribu orang Paulician di Grecian Armenia meninggal. Kaum Paulician menyerukan kebebasan beragama, menjaga jemaat yang kudus, membaptis dengan selam, sehingga mereka dikenal dengan nama Anabaptis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WALDENSES 1100 Ad.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Peter Waldo demikianlah nama pemimpin kelompok Waldenses. Mereka tinggal di lembah Valleys, Piedmont di barat laut Italia. Semboyan mereka adalah “Terang bersinar dalam kegelapan.” Beberapa dasar iman yang mereka yakini adalah Alkitab adalah  satu-satunya firman Tuhan, menentang baptisan bayi dan hanya membaptis orang dewasa, menolak gereja Roma dan yakin bahwa mereka adalah jemaat Kristus, menolak Purgatory, doa kepada santo atau santa dan misa.&lt;br /&gt; Pada masa penganiayaan kaum Waldenses di  Merindol dan Provence seorang biarawan ditugaskan oleh uskup dari Cavaillon untuk berdiskusi tentang kebenaran firman Tuhan dengan mereka agar tidak terjadi pertumpahan darah. Sang biarawan menjadi kagum terhadap pengetahuan mereka  pada kitab suci sehingga biarawan tersebut menjadi bertobat dan memihak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALBIGENSES 1100 AD. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Di kota kecil Albi distrik Albigeois, perancis selatan merupakan pusat penyebaran kelompok ini.  Mereka dikenal oleh masyarakat sekitarnya dengan julukan “”orang yang baik.”  Mereka membentuk jemaat yang terdiri dari orang-orang yang sudah percaya, membaptis dengan cara selam dan menolak baptisan bayi. Bagi mereka gereja tidak boleh memaksa dan menganiaya orang-orang yang tidak sepaham dengan gereja.&lt;br /&gt; Karena sikap mereka yang tidak setuju dengan gereja negara sehingga membuat Paus marah. Pada tahun 1139 mereka dikutuk oleh sidang Lateran dan sidang Tours pada tahun 1163. Misi-misi Katolik dikirim untuk membujuk mereka kembali ke Katolik. Kardinal Henry tahun 1180 menggunakan kekuatan dan Paus Innocent III mengumumkan perang terhadap mereka. &lt;br /&gt;  Mereka di kejar, dibakar hidup-hidup sehingga hidup mereka tidak pernah tenang dan melarikan diri dari satu kota ke kota lainya. “Namun semuanya menjadi ringan bagi kami karena kami bukan dari dunia ini.” Demikian salah satu kalimat yang ditulis Everwin dari Steinfeld.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter dari Bruys 1100 AD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seorang pengkhotbah yang cukup terkenal pada masa itu di Languedoc dan Provence, Perancis. Ia menganggap Injil harus dipahami secara literal dan jemaat adalah tubuh Kristus yang terdiri dari orang-orang yang sudah percaya. Ia menolak anak-anak yang belum mencapai usia dewasa  untuk dibaptis, karena baptisan tidak menyelamatkan, melainkan iman orang tersebut yang menyelamatkan.&lt;br /&gt; Kepopuleranya yang sudah meluas tidak dapat membendung orang-orang  untuk datang mendengar ia berkhotbah. Selama dua puluh lima tahun  melayani ia  memiliki banyak pengikut. Pada tahun 1126 ia tangkap oleh yang berkuasa dan dibakar di St. Gilles. Akhirnya kelompok ini dikenal dengan nama Petrobrusian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Henry Lausanne 1116-1148 AD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Henry adalah murid Peter dari Bruys. Henry dikenal dengan orang yang sangat pintar meyakinkan pendengarnya. Dengan khotbahnya ia dengan mudah menggerakan hati yang keras menjadi menyesal dan bertobat.  Banyak orang keluar dari gereja mereka dan bergabung bersama Henry untuk membentuk jemaat yang kudus.&lt;br /&gt;Hampir sama dengan gurunya, Henry menolak baptisan bayi dan hanya membaptis orang dewasa yang sudah bertobat. Pada tahun 1148 di Toulouse, Paus Eugene III mengirim Bernard dari Clairvaux yang terkenal pemburu bidat untuk berkhotbah menentang Henry.&lt;br /&gt; Henry terpaksa lari menyelamatkan nyawanya dan dalam waktu yang singkat ia tertangkap dan dibawa ke sidang Rheims lalu dipenjarakan dalam penjara yang tertutup. Tidak lama kemudian tahun 1148 ia meninggal dan menghadap Juruslamatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arnoldist 1100-1148 AD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Arnold dari Brescia memiliki pengikut yang cukup banyak. Ia sangat terkenal di Lombardy, selama ia di Roma musuh-musuhnya mengatakan, ia mendirikan sebuah sekte bidat. Kepercayaan Arnold hampir sama dengan kaum Waldenses dan Albigeses yaitu menolak baptisan bayi dan baptisan percik. &lt;br /&gt;Arnold menentang keras kekuasaan Paus dan memperjuangkan kebebasan bragama, karena pandangannya ia dihukum oleh sidang Lateran yang dipimpin Paus Innocent II, 1139 AD. Ia dipenjarakan, digantung, tubuhnya dibakar, dan abunya ditebarkan ke dalam sungai Tiber.&lt;br /&gt;Para pengikutnya terkenal dengan kelompok Arnoldist, kira-kira tahun 1130 AD. Para pengikut Peter Bruys, Henry Lousanne dan Arnol bersatu membentuk satu tubuh karena memiliki pandangan dan iman yang sama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-5108378287926449115?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/5108378287926449115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/tokoh-tokoh-anabaptist.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/5108378287926449115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/5108378287926449115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/tokoh-tokoh-anabaptist.html' title='TOKOH-TOKOH ANABAPTIST'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-6710041509571411846</id><published>2009-02-22T18:28:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T18:29:22.118-08:00</updated><title type='text'>MUNCULNYA KAUM ANABAPTIST</title><content type='html'>Kebenaran membutuhkan keberanian, jika Anda hanya memiliki salah satu lihatlah orang cacat berjalan tanpa satu kaki&lt;br /&gt;John Sung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sejak rasul-rasul tiada, sekelompok kecil orang tetap setia mempertahankan kebenaran dan membentuk jemaat lokal yang independen sesuai dengan karakteristik jemaat Kristus di Perjanjian Baru. Mereka dikejar dan dianiaya dan dipaksa oleh gereja negara untuk bersatu tetapi mereka tetap tidak mau bersatu dengan negara. Mereka menjaga kehidupan yang kudus dan membentuk jemaat yang disiplin tinggi di gua-gua, desa-desa terpencil sehingga jauh dari pengaruh kekuasaan Roma. Ketika mereka menjumpai orang-orang yang menganut kepercayaan Katolik, mereka akan mulai menginjili dan menceritakan kebenaran jemaat Kristus. Seandainya orang yang mereka beritakan Injil bertobat maka mereka menuntut orang tersebut untuk dibaptis ulang yaitu dengan cara selam. Karena bagi mereka cara percik tidak berkenan kepada Tuhan Yesus Kristus.  Tetapi jika orang tersebut tidak bertobat maka nyawa mereka menjadi taruhanya karena akan dilaporkan pada gereja negara. Di Grecian Armenia tercatat 100.000 orang meninggal karena penganiayaan kaisar Theodora.&lt;br /&gt; Karena tuntutan mereka kepada setiap orang yang datang dan ingin bergabung dengan jemaat mereka untuk dibaptis ulang. Maka orang-orang gereja negara menyebut mereka ana-baptis (baptis ulang/lagi). Sehingga nama ana-baptis terkenal dan menjadi sebuah sebutan yang umum untuk menunjuk kelompok ini. Beberapa kelompok dari mereka lebih setuju dipanggil “Cathari” (orang yang murni/baik), karena mereka beranggapan baptisan cukup satu kali tetapi dilaksanakan dengan benar.  &lt;br /&gt;Pada tahun 1517 Marthin Luther seorang rahib Katolik protes pada gerejanya sendiri dikarenakan gerejanya menjual surat pengampunan dosa. Sedangkan menurut Luther keselamatan hanya dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus.  Sebelum Luther protes tercatat John Wycliffe (13291384) di Inggris, John Hus (1373-1415) di Bohemia, dan Girolamo Savonarola (1452-1498) di Italia telah lebih dahulu menentang gereja universal/katolik/am. Namum mereka mati  demi kebenaran lebih dahulu.&lt;br /&gt;Pada saat Luther protes sepertinya waktunya cukup tepat untuk membawa perubahan kebebasan beragama. Kelompok anabaptis merasa mendapatkan teman perjuangan dan segera keluar dari persembunyian dan ingin bergabung dengan Luther.  Di Swiss John Calvin dan Zwingly juga melakukan hal yang sama dengan Luther sehingga pengaruh para reformator ini segera disambut baik oleh kaum anabaptis. Namun celaka, apa yang dipraktekan di Katolik yaitu baptisan bayi, baptisan percik, baptisan orang sakit, sakramen perjamuan kudus juga dilakukan para “bapak reformator.” Kaum ana-baptis merasa sangat kecewa dan kembali ke persembunyian mereka karena para reformator pun tidak mengerti inti penyebab kesalahan Katolik. Hal yang sangat menyedihkan adalah ketika para reformator juga menggabungkan gereja mereka dengan negara dan menjadi penganiaya, penindas, pembunuh orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka.&lt;br /&gt;Kaum anabaptis melihat bahwa sesungguhnya ada kesalahan pada iman para reformator sebab mereka menganiaya orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka. Apakah Kristus juga menganiaya orang-orang yang tidak sepaham dengan-Nya?&lt;br /&gt;Penganiayaan dan penindasan yang begitu berat tidak sedikit pun melemahkan semangat para anabaptis. Dimana mereka berada, mereka selalu bersaksi akan Injil Kristus dan membentuk jemaat Kristus. Sampai saat ini kelompok anabaptis tersebar diseluruh dunia  memperjuangkan kebebasan beragama dan memberitakan Injil Kristus. &lt;br /&gt;Beberapa  karakteristik jemaat dan iman Anabaptis, antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Alkitab dari kejadian 1:1 sampai Wahyu 22:21 adalah satu-satunya kebenaran firman Tuhan yang mutlak tidak ada kesalahan. Dasar iman dan praktek kehidupan semuanya berdasarkan Alkitab sebagai otoritas tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gereja/jemaat besifat lokal dan independen (Ef 1:23). Tidak takluk kepada kuasa apa pun bahkan alam maut pun tidak akan menguasainya. Hanya takluk kepada kepala jemaat yaitu Kristus (Ef 5:23). Jemaat juga adalah “Tiang penopang dan dasar kebenaran.” (I Tim 3:15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Di dalam jemaat ada dua ordinances sebagai simbolis dari Injil Tuhan Yesus Kristus, yaitu: Baptisan dan perjamuan Tuhan. Baptisan yang benar dengan cara selam dan orang yang dibaptis harus sudah sungguh-sungguh bertobat dan percaya. Perjamuan Tuhan hanya merupakan peringatan bukan alat yang menyucikan. ( Mat 28:1919-20, I Kor 11:23-25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jabatan pertama dalam jemaat lokal adalah Gembala, yang biasa disebut Penatua dan Penilik. Titus I:5-16, Kis 20:17-28. Gembala jemaat haruslah seorang laki-laki, suami dari satu istri dan kepala keluarga yang baik. I Tim 3:1-7. Jabatan lain di dalam jemaat adalah Diaken, Penginjil dan Guru Injil. I Tim 3:8-13, Ef 4:11. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mempercayai ada pemisahan yang jelas antara anggota jemaat dengan orang dunia ( Roma 12:1-2, I Yoh 2:15-17, II Kor 6:17-18). Pemisahan antara jemaat/gereja dengan gereja tidak alkitabiah (II Kor 6:14-17). Pemisahan gereja dengan negara (Mat 22:21).&lt;br /&gt; Demikian beberapa poin dasar iman mereka yang biasanya berbeda dengan gereja-gereja yang kebanyakan yang ada di dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-6710041509571411846?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/6710041509571411846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/munculnya-kaum-anabaptist.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/6710041509571411846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/6710041509571411846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/munculnya-kaum-anabaptist.html' title='MUNCULNYA KAUM ANABAPTIST'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-1436989217016937704</id><published>2009-02-22T18:25:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T18:28:09.353-08:00</updated><title type='text'>KESESATAN GEREJA SETELAH RASUL-RASUL TIADA</title><content type='html'>Kebenaran sejati tidak pernah melawan argumentasi dengan mencaci maki dan menyakiti. Kebenaran sejati berargumentasi dengan kasih.&lt;br /&gt;John Sung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah rasul-rasul tiada munculah kesesatan yang mulai mengerogoti kekristenan sejati. Kesalahan-kesalahan kecil dilakukan sehingga timbulah kesalahan yang besar yang mengakibatkan kesesatan yang dahsyat.&lt;br /&gt; Ignatius (30-107 AD.) adalah orang pertama yang memasukan “Katolik” kedalam “jemaat.” Ia mengatakan: “Dimanapun Yesus Kristus ada, di situ ada gereja katolik.” Faham gereja bersifat universal mulai dikembangkan, sampai pada tahun 313 AD Constantine naik tahta dan mengawinkan antara negara dan agama. Setiap orang yang warga negara Roma otomatis menjadi agama Kristen, sehingga menimbulkan banyak orang menjadi Kristen karena terpaksa namun tidak mengerti dan bertobat.&lt;br /&gt;Cyprian (200-258 AD.) mengatakan: “extra nulla salus ecclesian” (“di luar gereja tidak ada keselamatan”). Faham kekatolikan mulai dikembangkan menjadi suatu organisasi yang absolut., sehingga sampai pada kesimpulan barangsiapa tidak berada di dalam katolik maka tidak dapat keselamatan.&lt;br /&gt;Gregorius Agung (590-604 AD.) merupakan paus pertama, bersama dengannya mulailah berkembang system kepausan absolut. Leo I (440-461 AD.) tercatat sebagai pemimpin katolik di Roma yang diresmikan negara dan memiliki kekuasaan.&lt;br /&gt; Bersamaan dengan penyatuan antara negara dan gereja, praktek-praktek di dalam gereja sudah jauh dari kebenaran. Faham mengenai baptisan berkhasiat menghapuskan dosa, baptisan dapat menyembuhkan penyakit, mengusir setan dan bahkan membawa masuk surga sudah popular dalam gereja. Sehingga menyebabkan ibu-ibu beramai-ramai membawa bayinya untuk dibaptis dan karena bayi tidak bisa diselam maka timbulah cara percik. Tertulian (185 AD.) tercatat orang yang paling awal menentang baptisan bayi. Sedangkan Cyprian orang yang pertama mendukung baptisan bayi. Kemudian diteruskan Agustinus (353-430 AD.) yang membela baptisan bayi dengan sangat semangat. Agustinus mengatakan: “Juga, merupakan hal yang menyenangkan bagi para uskup untuk memerintahkan bahwa terkutuklah barangsiapa yang menolak bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya untuk dibaptis” (Wall, the history of infant baptism, I, 205).  &lt;br /&gt; Praktek lain mengenai baptisan juga dilakukan pada orang yang sakit (baptisan klinis) adalah hal yang lazim karena mereka menganggap baptisan dapat menyembuhkan. Kesalahan demi kesalahan bermunculan sampai pada praktek perjamuan kudus. Sesuai dengan namanya perjamuan yang menguduskan  berarti orang yang mengikutinya akan dikuduskan oleh skramen ini. Sehingga gereja penuh dengan orang-orang yang datang hanya karena ingin dikuduskan oleh perjamuan ini, bukan karena ingin bertobat dan percaya pada Kristus. &lt;br /&gt; Pemujaan terhadap Maria, konsep kesucian maria (Immaculate Conception), patung-patung berhala, kesempurnaan Paus yang tidak mungkin salah sebagai wakil Kristus, berkembang menjadi sebuah dogma dan kebenaran absolut.&lt;br /&gt; Pada tahun 500- 1500 AD. Merupakan masa kejayaan gereja negara yang biasanya disebut kerajaan setan dalam mengontrol, menindas bahkan membunuh setiap orang yang bertentangan dengan iman mereka di atas.&lt;br /&gt; Ketika agama bersatu dengan negara pasti terjadi penganiayaan agama minoritas. Ini juga yang dilakukan bapak-bapak reformator menggabungkan gereja mereka dengan negara. Martin Luther 1517 memprotes katolik dan keluar dari katolik dan pergi ke Jerman dan mendirikan gereja negara. John Calvin dan Zwingli mendirikan gereja negara di Swiss. Tercatat dalam sejarah para bapak reformator juga menganiaya, menindas orang-orang yang tidak setuju dengan mereka.&lt;br /&gt; Baik Katolik maupun kaum Protestan sama-sama melakukan kesalahan yaitu menganiaya setiap orang yang tidak setuju dengan mereka. Begitu juga praktek dalam gereja  menggenai baptisan, perjamuan kudus, tidak banyak perbedaan dengan Katolik. Lalu masih adakah jemaat Kristus bertahan sampai zaman ini ?&lt;br /&gt; Ingatlah! Janji Tuhan Yesus pada orang percaya:&lt;br /&gt;“KepadaKu telah diberikan segala kuasa di Surga dan di Bumi, karena itu pergilah jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilahAku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” Mat 28:18-20&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-1436989217016937704?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/1436989217016937704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/kesesatan-gereja-setelah-rasul-rasul.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/1436989217016937704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/1436989217016937704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/kesesatan-gereja-setelah-rasul-rasul.html' title='KESESATAN GEREJA SETELAH RASUL-RASUL TIADA'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-8476579445010760347</id><published>2009-02-22T18:09:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T18:11:34.881-08:00</updated><title type='text'>TOKOH-TOKOH PERJANJIAN BARU YANG MEMBAPTIST</title><content type='html'>Biarlah Dia semakin besar dan aku semakin kecil&lt;br /&gt;John the Baptist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John The Baptist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Pada waktu itu tampilah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: “Bertobatlah, sebab kerajaan Sorga sudah dekat!” Sesungguhnya dialah yang dimaksud nabi Yesaya ketika ia berkata:&lt;br /&gt;“Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.”&lt;br /&gt;Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit dan makananya belalang dan madu hutan. Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan”(Mat 3:1-6).&lt;br /&gt; “Sesudah dibaptis Yesus segera keluar dari air…” (Mat 3:16). “Yohanes pun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air dan orang-orang pun datang ke situ untuk dibaptis.” (Yoh 3:23). Yohanes pernah menegor Herodes, katanya: “Tidak halal engkau mengambil istri saudaramu!” (Mrk 6:18). Ada beberapa hal yang ditekankan Yohanes pembaptis kepada setiap orang yang mau dibaptis pada zamannya;&lt;br /&gt;1. Menyerukan bertobat dan percaya lebih dahulu sebelum melakukan baptisan. Sudah pasti yang dibaptis orang dewasa bukan anak bayi, karena anak bayi tidak bisa bertobat dan percaya.&lt;br /&gt;2. Membaptis dengan cara selam. Yohanes membaptis di sungai Yordan dan di Ainon tempat yang banyak air. Ketika Yesus dibaptis, “Ia masuk ke dalam air dan keluar dari air.”&lt;br /&gt;3. Keberanian Yohanes dalam menegor dan menyatakan kesalahan.&lt;br /&gt;Kondisi kekristenan hari ini sangat jauh berbeda dengan semangat Yohanes, bahkan sampai pada tingkat dimana ada slogan “jangan mengatakan orang lain salah”, “kalau dia mau percik silakan, kalau mau selam silakan.”&lt;br /&gt;Keberanian  menyatakan kebenaran kepada setiap orang dan menegur Herodes mengakibatkan kepala Yohanes dipenggal. Ada  harga yang mahal harus dibayar bagi setiap pemberita kebenaran. Bagaimana dengan Anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petrus dan Rasul-rasul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada  kepada manusia&lt;br /&gt;Rasul Petrus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Maka bangkitalah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dengan suara nyaring berkata kepada mereka…” (Kis 2:14-36). “Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain:”Apakah yang harus kami perbuat saudara-saudara?” Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah…” (Kis 2:37). “Orang-orang yang menerima perkataanya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.” (Kis 2:41).&lt;br /&gt; Apa yang ditekankan Yohanes pembaptis juga diberitakan dengan tegas oleh Petrus dan rasul-rasul yaitu:&lt;br /&gt;1.Bertobat dan percaya lebih dahulu sebelum menerima baptisan. Sudah pasti yang dibaptis orang dewasa bukan anak bayi, karena anak bayi tidak bisa terharu dan  bertobat.&lt;br /&gt;2.Mengenai tempat baptisan yang digunakan para rasul ada beberapa tempat yang mungkin bisa dipakai untuk menyelamkan, antara lain:&lt;br /&gt;1.Kolam Bethesda, panjang 360kaki, lebar 130 kaki dan dalam 75                                                                                                                                                                                        &lt;br /&gt;   kaki.&lt;br /&gt;2.Kolam Siloam, panjang 56kaki, lebar 18kaki dan dalam 19kaki.      &lt;br /&gt;3.Kolam Salomo, panjang 582kaki, lebar 148-275kaki  dan                                                                                                                                                                                     &lt;br /&gt;           35-42kaki (Lower Pool) dan masih banyak tempat lain.&lt;br /&gt;3.Yang membaptis tiga ribu orang tentu  bukan hanya                                                             Petrus sendiri melainkan dibantu sebelas rasul lainnya. Sangat mungkin pembaptisan dilakukan dua belas rasul, karena rasul-rasul sudah pernah membaptis ketika bersama dengan Tuhan Yesus.  Injil Yohanes 4:2 berbunyi, “Membaptis murid lebih banyak dari Yohanes…Meskipun Yesus sendiri tidak membaptis melainkan murid-murid-Nya.” Jumlah jiwa yang memberi diri dibaptis 3000 : 12 rasul = 250, sulitkah jika satu rasul membaptis 250 orang ? Lagi pula murid Kristus bukan hanya 12 rasul tersebut melainkan ada 120 murid lain, kemungkinan besar mereka juga ikut membaptis orang-orang tersebut.&lt;br /&gt;Akhir hidup dari Petrus menurut catatan sejarah tradisi Yahudi, Ia disalib terbalik dengan kepala dibawah. Semua rasul-rasul mati karena membela kebenaran Injil hanya rasul Yohanes yang mati tua di pulau Patmos. Tetapi bukan berarti Yohanes tidak pernah disiksa karena membela kebenaran. Yohanes pernah direbus dengan minyak yang mendidih namun tidak mati. Apakah Anda menderita karena membela kebenaraan ? atau Anda seorang penakut yang tidak berani menyatakan kebenaran ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FILIPUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran tidak membuat engkau menjadi kaya tetapi kebenaran membuat engkau bahagia&lt;br /&gt;John Sung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “…Lalu kata Roh kepada Filipus: “pergilah kesitu dan dekatilah kereta itu!” Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: “mengertikah tuan apa yang tuan baca?” …maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya…lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halanganya jika aku dibaptis? Sahut Filipu: “Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya: “Aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.”… Dan keduanya turun kedalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia ( Kis 8:26-38).”&lt;br /&gt; Apa yang ditekankan Yohanes pembaptis juga ditegaskan oleh Filipus ketika ia membaptis sida-sida Etiopia, antara lain:&lt;br /&gt;1. Seseorang yang mau dibaptis harus sungguh-sungguh mengerti dan percaya akan Injil Yesus. Bayi atau anak kecil tidak mungkin bisa mengerti Injil.&lt;br /&gt;2. Filipus memberikan syarat baptisan yaitu orang yang bersangkutan harus sudah percaya. Apakah anak anak bayi bisa percaya?&lt;br /&gt;3. Membaptis dengan cara selam, “mencari tempat yang ada air dan keduanya turun ke dalam air.” Kalau boleh dengan cara percik maka tidak perlu cari tempat ada air dan keduanya turun ke dalam air, karena sida-sida pasti membawa bekal air. Berapa banyakah air yang diperlukan untuk memercik? Beberapa tetes sudah cukup.&lt;br /&gt;Filipus adalah seorang penginjil Baptis fundamental yang tidak memakai faham “tidak ada rotan akar pun jadi.” Walaupun di padang gurun sulit mencari air tetaplah kebenaran harus dilaksanakan dengan setepat-tepatnya. Sikap kompromi bisa saja ia ambil tetapi ia memilih taat pada perkataan Tuhan Yesus, “setialah dalam perkara-perkara kecil.”&lt;br /&gt;Hari ini setiap gembala yang melaksanakan baptis percik seharusnya malu pada Filpus, bukan malahan menambah dosa fitnah dengan mengatakan, “Filipus melaksanakan baptisan percik, karena di padang gurun tidak ada air.”  Saudara bertobatlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita hidup, kita hidup untuk TUHAN dan jika kita mati, kita mati untuk TUHAN. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik TUHAN&lt;br /&gt;Rasul Paulus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Ketika  Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. Katanya kepada mereka:”Sudahkah kamu menerima Roh Kudus ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum bahkan kami belum pernah mendengar bahwa ada Roh Kudus.” Lalu kata Paulus kepada mereka:”Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes.” Kata Paulus: “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak itu bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang akan datang kemudian daripadanya yaitu Yesus. Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri dibaptis…” (Kis 19:1-5)&lt;br /&gt; Apa yang ditekankan Yohanes pembaptis yaitu orang yang menerima baptisan harus sudah bertobat lebih dahulu juga ditekankan Paulus, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. &lt;br /&gt;1. Ketika bertemu dengan beberapa murid ia langsung bertanya, “sudahkah kamu menerima Roh Kudus ketika kamu menjadi percaya?” ini konsisten dengan Efesus 1:13 “ketika seseorang percaya dimeteraikan dengan Roh Kudus.” Paulus mendapati ternyata mereka belum sungguh bertobat, walaupun sudah dibaptis. Ada kemungkinan mereka ikut-ikutan orang banyak ketika dibaptis Yohanes (Bagaimana pun Yohanes tidak tahu isi hati manusia). Akhirnya Paulus menjelaskan Injil kepada mereka dan mereka bertobat sehingga Paulus membaptis ulang mereka.&lt;br /&gt;2. Paulus membaptis orang yang bertobat dan mereka memberi diri dibaptis, ini pasti orang sehat bukan orang sakit dan tentu bukan anak kecil. &lt;br /&gt;3. Paulus membaptis ulang, ini menunjukan baptisan pertama yang mereka lakukan ketika belum mengerti, tidak sah dihadapan Allah. Seharusnya orang yang dibaptis sudah bertobat dan mengerti Injil lebih dahulu. &lt;br /&gt;Banyak orang mengatakan, “Baptisan ulang sesat” itu sama saja dengan mengatakan “Paulus sesat.” Silakan baca perikop di atas dengan baik dan teliti. Paulus adalah seorang rasul sekaligus penginjil yang mengorbankan segala-galanya untuk Juruslamatnya, tidak terhitung penderitaan yang ia alami demi Injil. Akhir hidup rasul Paulus menurut sejarah, ia mati dipenggal kepalanya oleh kaisar Nero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Profesor ahli sejarah dan ahli bahasa memberikan komentar mengenai baptisan dalam Perjanjian Baru:&lt;br /&gt;Dean Stanley berkata, “John the Baptist seharusnya diterjemahkan John the Immerser.”&lt;br /&gt;Conant, the great philologist and translator, mencari arti kata Baptizein dengan mengumpulkan literature Yunani dari  500 B.C. sampai abad kesebelas A.D. dengan 168 contoh literature Yunani dan mendapatkan bahwa kata Baptizein memiliki makna, ‘ To immerse, immerge, submerge, to dip, to plunge, to imbathe, to whelm’ (membenamkan, menyelam, mencelup, semua kata tersebut memiliki arti memasukan sesuatu ke dalam air).&lt;br /&gt;Dollinger, seorang ahli Katolik, professor dibidang sejarah gereja di Universitas Munich mengatakan; “Tidak ada bukti atau tanda-tanda di dalam Perjanjian Baru bahwa para rasul membaptis bayi atau memerintahkan bayi-bayi dibaptis.” (John Joseph Ignatius Dollinger, The first age of the church,11,184).&lt;br /&gt;“Encyclopedia of Religion and Ethic” yang diedit oleh Profesor James Hastings dan Profesor Kirsopp Lake dari Universitas Leyden, mengatakan; “ Tidak ada indikasi baptisan bayi dalam Perjanjian Baru.”&lt;br /&gt;DR. Dosker, Profesor sejarah gereja dari Presbyterian Theological Seminary Louisville mengatakan; “Setiap sejarahwan yang tulus akan mengakui bahwa kaum Baptis memiliki argumentasi lebih bagus, baik secara ketatabahasaan maupun mengenai sejarah bentuk baptisan yang berlaku. Kata baptiso berarti menyelam, baik dalam kesusastraan Yunani maupun Alkitab bahasa Yunani, kecuali secara nyata menunjukan pemakaian yang berubah makna.” (Dosker, The Dutch Anabaptists, 176,Philadelphia 1921.).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-8476579445010760347?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/8476579445010760347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/tokoh-tokoh-perjanjian-baru-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/8476579445010760347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/8476579445010760347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/tokoh-tokoh-perjanjian-baru-yang.html' title='TOKOH-TOKOH PERJANJIAN BARU YANG MEMBAPTIST'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-3922976094027443198</id><published>2009-02-22T18:01:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T18:07:28.703-08:00</updated><title type='text'>Jemaat Kristus Perjanjian Baru</title><content type='html'>Ketika Yohanes pembaptis tampil di padang gurun menyerukan pertobatan dan membaptis orang percaya di sungai Yordan, inilah awal dari sebuah jemaat Perjanjian Baru. Jemaat (gereja) adalah dimana dua atau tiga orang yang telah bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus (Mesias) dan dibaptis, secara tekun bersekutu bersama dalam menaati kebenaran firman Tuhan dan memberitakan Injil.&lt;br /&gt; Setelah Yohanes selesai melakukan tugasnya dan mati dipenggal kepalanya oleh Herodes, tugas pengembalaan dilakukan Tuhan Yesus. Penjelasan pada Matius 16:18 sebagai beriikut:&lt;br /&gt; “Dan Akupun berkata kepadamu, engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut pun tidak akan menguasainya.”  Siapakah batu karang itu ? Disini terjadi permainan kata Petrus yang adalah rasul Petrus  dan Petra adalah  Batu karang. Paulus memberitahukan bahwa batu karang itu ialah Kristus&lt;br /&gt;(I Kor 10:3-4) dan Petrus sendiri pun mengakui bahwa batu karang itu ialah Kristus ( I Petrus 2:4-8).&lt;br /&gt; Pernyataan “Aku akan mendirikan jemaatKu” (Oikodemeso mou ten ekklesian), memiliki makna membangun jemaat atau orang percaya yang sudah ada. Akar kata Oikodomein juga dipakai di Efesus  4:12, “…bagi pembangunan tubuh Kristus.”  Tuhan tidak mengatakan Ia akan memulai, menciptakan melainkan membangun, memperkuat tubuh Kristus.&lt;br /&gt; Kristus membangun jemaat dengan:&lt;br /&gt;1. Disiplin gereja. “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali, jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau mendengarkan jemaat, pandanglah ia sebagai orang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.”  (Mat 18:14-17). Kekudusan jemaat dijaga dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perjamuan Tuhan.  “Tuhan Yesus pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata:’inilah tubuhKu yang diserahkan bagi kamu perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku” (I Kor 11:23). Perjamuan Tuhan adalah suatu peringatan akan kematian Tuhan Yesus Kristus di kayu salib demi menebus dosa kita.  Ini bukan sakramen perjamuan kudus yang menguduskan, yang menghapuskan dosa, mengusir setan atau menyembuhkan penyakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Baptisan. “Karena itu pergilah jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh kudus”(Mat 28:19). Setiap orang yang ingin bergabung menjadi murid Tuhan harus memberi diri dibaptis. Apakah bayi bisa jadi murid ? Baptisan melambangkan Injil yaitu kematian, penguburan dan kebangkitan, oleh sebab itu caranya harus selam (Kol 2:12, Roma 6:3-4). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Roh kudus. “…RohKu akan kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat engkau hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya (Yeh 3625-27). Kapankah Roh kudus masuk ke dalam hati seseorang ? Paulus berkata: “… karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu, di dalam Dia kamu juga ketika kamu percaya dimeteraikan dengan Roh kudus yang dijanjikanNya itu” (Efesus 1:13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang dimaksud dengan, “alam maut tidak akan menguasainya?” Jemaat Kristus harus bersifat independen/lokal artinya jemaat tidak berada di bawah kuasa siapa pun, baik organisasi, sinode, yayasan, pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, roh-roh di udara dan alam maut sekalipun.  Tubuh Kristus itu bersifat lokal bukan universal/am/katolik, karena pada akhir zaman antikristus (Lucifer) akan menyatukan semua gereja dalam satu organisasi dan menguasainya (Why 13:8-10). Paulus menegaskan jemaat adalah tubuh Kristus. “Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu” (Efesus 1:23). Jemaat juga adalah “Tiang penopang dan dasar kebenaran” (I Tim 3:15).&lt;br /&gt;Jemaat Kristus dalam Perjanjian Baru sangat mengetahui bahwa pemisahan sebuah negara dengan gereja adalah hal yang penting. Tuhan Yesus menegaskan “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Alla” (Mat 22:21). Negara tidak berhak ikut campur,  masalah keyakinan setiap pribadi apalagi memaksa, menganiaya sekelompok orang yang melakukan ibadah, karena iman adalah urusan pribadi dan hak asasi manusia.&lt;br /&gt;Jabatan pertama dalam jemaat lokal adalah Gembala, yang biasa disebut Penatua dan Penilik. Titus I:5-16, Kis 20:17-28. Gembala jemaat haruslah seorang laki-laki, suami dari satu istri dan kepala keluarga yang baik. I Tim 3:1-7. Jabatan lain di dalam jemaat adalah Diaken, Penginjil dan Guru Injil. I Tim 3:8-13, Ef 4:11. Tidak ditemukan ada seorang wanita yang menjadi gembala di dalam jemaat Perjanjian Baru. Syarat menjadi seorang gembala sangat jelas ditulis oleh rasul Paulus. Jika pada zaman ini ada wanita yang menjadi gembala dengan berbagai macam alasan maka jemaat Kristus tidak memiliki kebiasaan seperti itu. Memang ada beberapa wanita yang disebut sebagai pelayan tetapi tidak dikatakan sebagai gembala.  Demikian juga tidak ditemukan jabatan majelis di dalam jemaat Perjanjian Baru yang ditemukan adalah Diaken. &lt;br /&gt;Sebuah jemaat dikatakan milik Kristus apabila jemaat tersebut memiliki karakteristik dan ketaatan pada perintah Kristus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-3922976094027443198?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/3922976094027443198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/jemaat-kristus-perjanjian-baru.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/3922976094027443198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/3922976094027443198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/jemaat-kristus-perjanjian-baru.html' title='Jemaat Kristus Perjanjian Baru'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-9167847947319756381</id><published>2009-02-21T00:34:00.000-08:00</published><updated>2009-02-21T00:37:53.090-08:00</updated><title type='text'>KESALAHAN POINT 2 CALVINIS / UNCONDITIONAL ELECTION</title><content type='html'>Hampir semua Kalvinis bergantung kepada point ini. Unconditional Election dibangun atas dasar Total Depravity. Ini merupakan konsekuensi dari kebobrokan total yang dipercayai oleh Kalvinis. Bila manusia tidak bisa merespon, tidak bisa percaya dan tidak bisa melakukan yang baik dan benar, maka tidak ada cara lain yang Allah pakai selain memilih siapa yang Ia suka tanpa melihat kondisinya. Inilah pengertian dari unconditional election. Allah memilih orang untuk masuk Surga tanpa melihat kondisi atau tanpa kondisi. &lt;strong&gt;Apakah orang itu jahat, salah dan tidak mengenal kebenaran tidak menjadi patokan bagi Allah asalkan Allah sudah pilih, maka ia pasti masuk Surga.&lt;/strong&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Benarkah manusia tidak bisa merespon, tidak bisa percaya dan tidak bisa berbuat yang baik?&lt;/strong&gt; Pertanyaan ini menentukan kebenaran poin kedua dari Kalvinisme. Bila Total Depravity yang Kalvinis jabarkan salah atau tidak Alkitabiah, maka point kedua ini perlu diragukan. Karena TULIP yang Kalvinis ajarkan adalah doktrin yang saling kait-mengkait satu dengan yang lain. Bila satu salah, maka yang lain juga salah.&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam pemahaman Kalvinis, Election (pemilihan) sama dengan Decree of God. Di mana mereka menjabarkan keputusan Allah sebagai keputusan yang Allah buat dalam kekekalan berdasarkan kedaulatanNya yang bebas, dimana Ia memilih bagi diriNya suatu umat yang akan Ia kasihi dan Ia tebus dari dosa dan maut melalui Yesus Kristus ke dalam kemuliaan kekal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bila hanya kepada orang yang Ia kasihi dan yang Ia pilih masuk ke Surga, bagaimana dengan mereka yang tidak Allah pilih masuk Surga? Bila ini ditanya kepada mereka yang percaya Unconditional Election mereka akan berkata bahwa itu berdasarkan foreknowledge of God ( pengetahuan Allah sebelumnya)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Menurut Kalvinis, Decree Of God bersifat:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Singular (Allah hanya memiliki satu dekret saja)&lt;br /&gt;2. Eternal (kekal)&lt;br /&gt;3. Sovereign (berdaulat)&lt;br /&gt;4. All-Compassing (mencakup, melingkupi segalanya)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Komentar Kalvinis: &lt;/strong&gt;keputusan Allah itu tunggal, tetapi banyak manifestasi. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini sudah Allah tentukan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini &lt;strong&gt;beberapa komentar tokoh Kalvinis mengenai keputusan Allah:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Buswell &lt;/strong&gt;“Keputusan Allah tidak akan berubah dari kekal hingga kekal dan menyangkut segala sesuatu yang kompleks. ”Allah menentukan segala sesuatu termasuk di dalamnya:&lt;br /&gt;1. Pikiran manusia&lt;br /&gt;2. Tindakan manusia&lt;br /&gt;3. Setiap kejadian&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Melanthon&lt;/strong&gt; “Segala sesuatu terjadi atas keputusan ilahi termasuk apa yang ada di dalam dan di luar pikiran manusia.”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Arthur Pink&lt;/strong&gt; “Adalah kehendak Allah dosa masuk ke dalam dunia, kalau tidak demikian dosa tidak akan masuk ke dalam dunia, ini suatu keputusan Allah.”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Palmer&lt;/strong&gt; “adalah Alkitabiah untuk mengatakan, bahwa Allah menetapkan lebih dahulu dosa masuk ke dalam dunia.”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Boettner&lt;/strong&gt; “ketika kita berhenti merenung, untuk mengamati di antara non-Kristen misalnya agama Muhammad ada sejumlah agama yang percaya takdir dan dipegang oleh negara non-kristen. Perlu kita pelajari dan tidak perlu menolaknya.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dari beberapa hal di atas, saya mengajak kita untuk menganalisa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Benarkah bahwa keputusan Allah itu tunggal?&lt;br /&gt;Benarkah bahwa keputusan Allah tidak berubah?&lt;br /&gt;Decree Of God (keputusan Allah) dalam KJV ada 56 decree. Di mana 46 kali berhubungan dengan manusia. Artinya bukan berhubungan dengan Allah. 8 kali berhubungan dengan keputusan Allah, yakni:&lt;br /&gt;1. Ayub 28:26 “ketetapan Allah atas hujan, angin dan alam”&lt;br /&gt;2. Ayub 38:10 “Allah menetapkan batas laut”&lt;br /&gt;3. Amsal 28:29 “Allah menetapkan batas laut”&lt;br /&gt;4. Mazmur 2:7 “Menceriterakan ketetapan Yesus Kristus”&lt;br /&gt;5. Mazmur 148:6 “ketetapan untuk tidak dapat dilanggar”&lt;br /&gt;6. Yesaya 10:22 “ketetapan Allah akan datangnya kebinasaan”&lt;br /&gt;7. Yeremia 5:22 “membuat ketetapan batas laut”&lt;br /&gt;8. Daniel 4:24 “Inilah keputusan yang Mahatinggi”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari hal ini kita dapat menyimpulkan:&lt;br /&gt;Ternyata keputusan Allah tidak tunggal (singular) seperti yang terdapat dalam contoh di atas.&lt;br /&gt;Ternyata keputusan Allah dapat berubah. Karena dunia ciptaan Tuhan akan berlalu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Apakah Kedaulatan Allah mutlak? Ya! &lt;/strong&gt;Saya mengimani Allah berdaulat penuh atas apapun (akan di bahas dalam postingan berikut), tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan&lt;br /&gt;Tidak ada keputusan Allah agar dosa masuk ke dalam dunia.&lt;br /&gt;Tidak ada keputusan Allah agar manusia masuk Surga dan Neraka.&lt;br /&gt;Tidak ada keputusan Allah, bahwa manusia tidak bisa percaya.&lt;br /&gt;Kalvinis selalu berkelit dengan berkata: Manusia itu tidak bisa berkehendak bebas, tetapi manusia harus mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang ia lakukan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini adalah doktrin yang sangat berbahaya yang dibangun untuk menghancurkan iman kekristenan. Kalvinis cenderung tidak konsisten terhadap doktrin-doktrinnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalvinis sangat mengagumi sifat kedaulatan Allah, sehingga Allah hanya berdaulat kalau Ia menetapkan segala sesuatu terlebih dahulu. Konsep ini sangat menghina Allah karena Allah akan berdaulat bila menetapkan sesuatu. Konsekuensi dari itu adalah Allah tidak akan berdaulat bila Ia tidak menetapkannya terlebih dahulu. Pengertian lain dari itu adalah Allah Mahatahu karena Ia sudah tetapkan. Akibatnya, bila Allah tidak menetapkannya lebih dahulu, maka Allah itu tidak tahu atau tidak akan pernah mengetahuinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kembali kaum Kalvinisme berkomentar:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gunn&lt;/strong&gt; “Ide bahwa Allah mengetahui masa depan tanpa merencanakannya itu tidak ada dalam Alkitab”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;David West&lt;/strong&gt; “Jika Allah tidak menetapkan segala sesuatu, maka Ia tidak mengetahui masa depan. Allah lebih dahulu tahu karena Ia sudah tetapkan.”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Arthur Pink&lt;/strong&gt; “Pengetahuan lebih dahulu ini dilandaskan kepada ketetapan-ketetapan Allah lebih dahulu.”&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;strong&gt;Pandangan yang Alkitabiah&lt;/strong&gt; “Allah tahu manusia akan jatuh ke dalam dosa, karena manusia itu memang akan memakan buah itu atas dasar keinginan manusia itu sendiri dan sesuai dengan kehendak bebas yang Allah berikan kepada manusia sejak semula. Hal ini pasti terjadi karena Allah telah melihatnya demikian dan bukan atas ketetapanNya. Hal itu tidak harus Adam dan Hawa lakukan, tetapi itu pasti terjadi karena mereka akan melakukannya atas keinginan hatinya sendiri. &lt;p&gt;Timbul pertanyaan. Kalau Allah sudah mengetahui sebelum penciptaan, mengapa Ia menciptakan mereka? Bukankah lebih baik jika mereka tidak diciptakan sehingga tidak ada yang binasa? Menurut manusia memang baiknya begitu. Tetapi Ia adalah Allah yang Mahakuasa yang berhak menciptakan apa saja. Sekalipun manusia itu akan jatuh ke dalam dosa yang mengakibatkan kebinasaan, Allah berhak menciptakannya dan Allah memiliki cara bagaimana supaya manusia itu selamat..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para penganut Covenat Theology berpendapat, bahwa tujuan akhir Allah atas manusia adalah untuk Keselamatan. Tetapi bagaimana setelah manusia itu diselamatkan berhentikah sampai di sana? Pandangan Dispenzationalism Keselamatan adalah fase awal bagi manusia untuk melihat kemuliaan Allah yang akan Ia nyatakan kepada manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jadi tujuan akhir Allah bagi manusia adalah untuk menyatakan kemuliaanNya.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;Kedaulatan Allah&lt;/strong&gt; &lt;p&gt;Ini adalah konsep Alkitab, karena memang Allah itu berdaulat penuh atas apapun. Kedaulatan Allah juga harus dilihat dari sudut pandang Alkitab karena konsep kedaulatan Kalvinis berbeda dengan konsep Alkitab dan nalar logis manusia. Kalvinis terlalu menekankan kedaulatan tanpa melihat sifat Allah yang lain (Mahakasih, Mahaadil, Mahabenar dan Mahakudus). Bahkan di dalam Alkitab Kekudusan Allah dan Kasih Allah lebih ditekankan daripada Kedaulatan Allah. Kalvinis sering memakai analogi kedaulatan seorang raja yang berkuasa atas negaranya sendiri secara otoriter seperti Saddam Husein atau Hitler. Tetapi harus diingat, bahwa Saddam dan Hitler memakai kedaulatannya untuk hal-hal yang jahat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari sisi kedaulatan Allah, bahwa Ia berdaulat melakukan dan memutuskan apa saja, tetapi selalu disertai Kasih dan KeadilanNya. Kalvinis tidak melihat sifat-sifat Allah yang lain, yang tidak mungkin saling bertentangan. Karena Allah tidak akan melakukan sesuatu hal yang bertentangan dengan diriNya sendiri. Allah tidak akan meminta pertanggunganjawab dari manusia atas dosa-dosanya jika Allah sendirilah yang menjadi sumber dosa atau yang membuat manusia itu berdosa. Bila Allah yang memasukkan dosa ke dalam dunia, maka hal ini akan bertentangan dengan sifat Kekudusan dan kasihNya. Sifat kasih, kekudusan dan keadilan Allah tidak akan memakai kedaulatanNya untuk membuat manusia jatuh dalam dosa. Jadi kedaulatan Allah yang terdapat dalam Alkitab tidak akan bertentangan dengan Kasih, keadilan dan kekudusan Allah. &lt;strong&gt;Allah mengijinkan manusia melakukan segala sesuatu, karena manusia diciptakan dengan kehendak bebas yang sejati. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kaum Kalvinis akan berdalih dan mengatakan bahwa itu adalah hak Allah untuk berbuat ini dan itu menurut kedaulatanNya. Namun yang harus diperhatikan, &lt;strong&gt;pokok permasalahannya bukanlah pada Allah berhak atau tidak berhak, tetapi apakah Allah akan seperti itu? Apakah Natur Allah yang Mahakudus, Mahaadil, dan Mahakasih akan berbuat seperti itu?&lt;/strong&gt; Dengan demikian Allah bukanlah Pribadi yang menyebakan dosa masuk ke dalam dunia. Hanya kelompok Kalvinislah yang berani mengatakan demikian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ketetapan Allah (God’s Decree)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah Mahatahu karena Allah sudah menetapkannya. Ini adalah konsep Kalvinis yang sangat merendahkan Allah. Dimana Allah menjadi Pribadi yang tidak Mahatahu. Mengapa? Karena Allah harus menetapkan dahulu baru Ia tahu!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah Alkitab mencatat, bahwa Allah mempengaruhi manusia? Ya!&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Allah bisa mempengaruhi, mencegah, dan menuntun manusia untuk melakukan sesuatu, tetapi Allah tidak memaksa atau menetapkan.&lt;/strong&gt; Kej 20:6 “Aku tahu juga, engkau telah melakukan itu dengan hati yang tulus, maka Akupun mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia (Sara)” ; Mazmur 73:24 “dengan nasehatMu, Engkau menuntun aku dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan” Sekalipun Allah berdaulat mempengaruhi manusia, tetapi manusia itu berhak menolak atau menerima pengaruh dari Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ayat-ayat yang dipakai Kalvinis, bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Amsal 16:1 “Manusia menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari Allah”&lt;br /&gt;2. Amsal 16:9 “hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah jalannya”&lt;br /&gt;3. Amsal 19:21 “banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana.”&lt;br /&gt;4. Amsal 20:24 “Langkah orang ditentukan oleh TUHAN, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?”&lt;br /&gt;5. Amsal 21:1 “hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN dialirkanNya ke mana Ia ingin.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tetapi timbul satu pertanyaan, apakah ayat-ayat di atas menyatakan bahwa Allah menentukan segala sesuatu?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Amsal 6:1 Apakah Allah menetapkan segala perkataan manusia? Bila demikian Allahkah yang menetapkan manusia berbohong, menipu, memfitnah, menyumpah serapah orang lain? Kalau demikian Allah adalah sumber perkataan yang kotor dan najis. Maka Allah juga yang menetapkan nabi palsu bernubuat dan penyangkalan Petrus, Allah yang tetapkan? Apakah Allah yang Alkitab mengajarkan demikian?&lt;br /&gt;Hati manusia menimbang-nimbang justru membuktikan hatinya bebas untuk memikirkan apa yang mau ia omongkan atau yang mau ia katakan. Allah yang Mahakudus tidak akan mengeluarkan yang najis dan kotor dari dalam diriNya. Ia tidak akan menghasut atau mempengaruhi manusia untuk mengatakan hal yang tidak benar atau tidak patut.&lt;br /&gt;Amsal 16:9 “hal ini juga membuktikan, bahwa manusia bebas berfikir apa saja, tetapi Allah dapat mengintervensi atau mengubah rancangan manusia itu. Misalnya A mau membunuh X, tetapi Allah dapat membelokkan atau membatasi atau mencegah pembunuhan itu terjadi. Dengan cara apa? Tuhan punya berbagai cara untuk menyelamatkan manusia dari rancangan manusia yang tidak bertanggungjawab ataupun dari Iblis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Amsal 19:21, Ya. Manusia bisa merancang apa saja dalam hatinya, tetapi Allah dapat mencegah rancangan manusia, bila bertentangan dengan kehendakNya. Hal ini juga membuktikan, bahwa manusia memiliki kehendak bebas yang sejati. Dan ini bukan TAKDIR.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Amsal 20:21, dalam ajaran ayat ini juga membuktikan, bahwa raja bukanlah robot, tetapi hati raja bisa Tuhan pakai untuk melakukan kehendakNya tanpa memaksa atau memperkosa kebebasan si raja. Hal ini dapat ditemukan dalam Ezra 1:1-2 ”Allah menggerakkan hati Koresy” Koresy sadar, bahwa ia mendapat kasih karunia dari Allah, sehingga ia menjadi raja yang berkuasa. Allah menggerakkan hati Koresy melalui kesaksian Daniel dan kawan-kawan tentang Yehova Israel. Allah juga dapat menciptakan suatu “sikon” untuk tujuanNya. Allah membuat Ahasyweros tidak bisa tidur, sehingga ia pergi membaca, dan di sana ia melihat catatan tentang Mordekhai, dan maksud Allah terlaksana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ayat-ayat yang juga sering dipakai oleh Kalvinis:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kisah Para rasul 2:23 “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencanaNya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.” Kalvinis akan berkata, bukankah semua terjadi sesuai dengan maksud dan rencana Allah? Dalam bahasa Yunani maksud dan rencana adalah boule dan prognosei , dimana prognosei berasal dari kata pro=sebelum dan gnowsis=pengetahuan, yang dalam KJV diterjemahkan foreknowledge. Artinya Allah tahu karena manusia itu berencana seperti itu. Dengan kata lain, Allah menetapkan karena kemahatahuanNya akan apa yang dilakukan manusia, bukan Allah mengetahui karena Allah telah menetapkan manusia untuk berbuat demikian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Argumen Kalvinis: mana lebih dahulu &lt;strong&gt;&lt;em&gt;boule &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;atau &lt;em&gt;&lt;strong&gt;prognosei&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Memang dalam kalimat ini boule lebih dahulu. Sepertinya ayat ini mendukung Kalvinis, bahwa Penentuan dulu baru Allah tahu. Tetapi dalam hal ini tidak selalu seperti itu. Contoh ayat lain dalam 2 Timotius 1:9 “Dia yang telah menyelamatkan kita dan yang telah memanggil kita” Mana lebih dahulu, diselamatkan atau dipanggil? Kalau sudah diselamatkan untuk apa Allah memanggil dengan panggilan kudus? Kata “dan” dalam ayat ini memisahkan diselamatkan dan dipanggil, tetapi dalam hal ini diselamatkan dan dipanggil harus sama-sama benar untuk mendapatkan hal yang tetap atau sama. &lt;strong&gt;Atau dengan kata lain kata “dan” tidak harus selalu menyatakan urutan kejadian ataupun proses.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kis 4:28 “untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendakMu.”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menurut Kalvinis ayat ini menyimpulkan, bahwa:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Yesus telah ditetapkan untuk dibunuh.&lt;br /&gt;2. Allah telah menetapkan siapa yang akan membunuh Yesus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam fakta benar bahwa Yesus telah mereka bunuh, tetapi Allah tidak pernah memaksa atau menentukan mereka untuk membunuh Yesus Kristus. Itu terjadi karena manusia itu sendiri memang akan melakukan hal demikian kepada Yesus. Yesus memang harus mati, tetapi tidak harus mereka yang menggenapi nubuatan itu. Seperti halnya kasus Yudas yang menjual Kristus. Kristus berkata, “Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” Apakah yang dimaksud oleh ayat ini? Mengapa Yesus berkata bahwa lebih baik dia tidak dilahirkan? &lt;strong&gt;Jadi, hal ini sangat jelas mengindikasikan adanya tanggung jawab manusia. Logikanya, kalau Allah yang telah menentukan, harusnya mereka dapat reward karena telah melakukan program Allah?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;I Petrus 1:20 “Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan” Ya. Benar bahwa Allah telah memilih Yesus sebelum dunia dijadikan dan bukan manusia yang dipilih sebelum dunia dijadikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahyu 13:8 “Kristus telah disembelih sebelum dunia dijadikan” Yesus memang telah ditetapkan menjadi penebus yang akan menanggung dosa manusia. Manusia belum tercipta, lalu mengapa Allah sudah menyediakan penebusan? Ya, benar bahwa Allah menyediakan penebusan melalui Kristus sebelum dunia dijadikan karena Allah tahu bahwa manusia yang diciptakanNya itu akan jatuh ke dalam dosa. Sama sekali tidak berarti Allah menetapkan manusia jatuh dalam dosa, tetapi manusia itulah yang memilih untuk menentang Allah dengan mengikuti Iblis dari pada laranganNya. Allah sudah mengetahui hal ini sebelum manusia diciptakan dan secara otomatis sebelum manusia jatuh ke dalam dosa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kaum Kalvinis terlalu mengabaikan tanggungjawab manusia atas penyaliban Yesus.&lt;/strong&gt; Dalam Kisah Para Rasul 2:36 Rasul Petrus menuduh bangsa Israel menyalibkan Yesus dan Allah menuntut tanggungjawab dari bangsa Israel. Dalam Kis 4:10; 7:52 Petrus menyalahkan orang-orang Yahudi yang telah menyalibkan Yesus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yesaya 45:7 “Yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semua ini”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalvinis sering memakai ayat ini untuk membuktikan, bahwa Allah telah menentukan segala sesuatu termasuk yang baik dan yang jahat terhadap seseorang. “Malang” “Evil” (KJV), artinya “jahat” bila diperhatikan sekilas tanpa melihat atau bertanya, maka kita akan mengambil kesimpulan bahwa Allahlah yang merancangkan hal yang jahat. Yang harus kita pertanyakanlah adalah, mengapa Allah mendatangkan kemalangan kepada seseorang?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena Allah tidak pernah menciptakan atau menjadikan hati manusia jahat. Maka ketika manusia kena musibah itu karena dosa yang telah masuk ke dalam dunia. Ini adalah konsekuensi dari dosa yang telah masuk ke dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ratapan 3:38 “Bukankah dari mulut Yang Mahatinggi keluar yang buruk dan yang baik?” Dalam ayat ini seolah-olah Tuhan adalah sumber yang buruk dan yang baik. Ayat ini sama sekali tidak salah karena Allah akan mendatangkan hal yang buruk atau hukuman bagi yang melanggar kesucian Allah. Dan Allah akan mendatangkan hal yang baik atau berkat kepada mereka yang percaya dan melakukan perintahNya. Ini adalah konsekuensi dari melakukan dan tidak melakukan kehendak Allah. Hal ini dapat dibandingkan dengan ayat-ayat dalam Kitab yang yang lain. Karena Alkitab tidak akan mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan sifat-sifat Allah. Allah yang Mahakudus tidak akan tercemari dengan dosa atau kenajisan. Karena itu, tidaklah mungkin Allah menjadi sumber kejahatan sekaligus sumber kebaikan. Baik itu adalah sifat Allah, sementara buruk itu adalah sikap Allah kepada mereka yang tidak melakukan atau mengikuti kehendakNya. Hal ini dapat dilihat dalam ayat-ayat sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Ayub 34:10 “Oleh sebab itu, kamu orang-orang yang berakal budi dengarkanlah aku: Jauhlah dari pada Allah untuk melakukan kefasikan dan dari pada Yang Mahakuasa untuk berbuat curang”&lt;br /&gt;2. Mazmur 5:5 “Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan menumpang padaMu”&lt;br /&gt;3. Habakuk 1:13 “MataMu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman. Mengapa Engkau memandangi orang-orang yang berbuat khianat itu dan Engkau berdiam diri, apabila orang fasik menelan orang yang lebih benar dari dia?”&lt;br /&gt;4. Yeremia 19:5 “mereka telah mendirikan bukit-bukit pengorbanan bagi Baal untuk membakar anak-anak mereka sebagai korban bakaran kepada Baal, suatu hal yang tidak pernah Aku perintahkan atau Kukatakan dan yang tidak pernah timbul dalam hatiKu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia adalah TUHAN, Allah yang Maha Suci dan tidak pernah timbul sesuatu yang buruk dari dalam diriNya. Kemalangan yang manusia alami itu disebabkan oleh dosa manusia itu sendiri. Sekali lagi ini adalah konsekuensi dari dosa yang telah masuk ke dalam dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalvinis melihat Efesus 1:11 “kami dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendakNya”&lt;br /&gt;Allah bekerja dalam segala sesuatu adalah benar, tetapi Allah tidak menetapkan segala sesutau bila bertentangan dengan sifa-sifatNya. Allah bisa memakai siapa dan apa saja, termasuk memakai Iblis untuk malaksanakan kehendakNya (kasus Ayub, Allah menguji Ayub).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ada keputusan Allah, itu benar. Tetapi Allah tidak menetapkan segala sesuatu yang bertentangan dengan sifat-sifatNya. Berbeda dengan konsep Kalvinis yang percaya, bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu termasuk:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; 1. Masuknya dosa&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; 2. Malapetaka&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; 3. Kesombongan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; 4. Dusta dan lain-lain&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam konsep Alkitab mengajarkan bahwa Allah mengijinkan segala sesuatu terjadi, tetapi setiap hal yang terjadi pasti ada konsekuensinya. (Postingan berikut akan membahas topik 9 hal yang membuktikan bahwa Allah tidak menetapkan segala sesuatu.&lt;/p&gt;  &lt;strong&gt;sumber: http://gbiasemarang.blogspot.com&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-9167847947319756381?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/9167847947319756381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/kesalahan-point-2-calvinis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/9167847947319756381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/9167847947319756381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/kesalahan-point-2-calvinis.html' title='KESALAHAN POINT 2 CALVINIS / UNCONDITIONAL ELECTION'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-757650868718350323</id><published>2009-02-21T00:11:00.000-08:00</published><updated>2009-02-21T00:12:26.090-08:00</updated><title type='text'>KESESATAN CALVINIS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="storycontent"&gt;   &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Pendahuluan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kalvinisme &lt;/strong&gt;adalah sebuah sistem teologia yang mengambil nama seorang tokoh Reformasi, yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yohanes Kalvin atau John Calvin.&lt;/span&gt; Namun dalam perkembangannya banyak pendukung Kalvinis yang tidak suka dengan nama “Kalvinisme”, mereka lebih suka memakai istilah “Reformed”, “Doktrin Kasih Karunia”, “Doktrin Kedaulatan Allah”, “Doktrin Pemilihan”, atau “Predestinasi”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fanatisme terhadap Kalvinisme sangatlah besar di antara para pendukungnya. Beberapa kutipan di bawah ini menunjukkan pendapat para pendukungnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* “Kalvinisme adalah agama dalam puncak dalam pemikirannya. Kalvinisme adalah ekspresi keinjilan yang paling murni dan stabil…Kalvinisme tidak kurang dan tidak lebih adalah harapan dunia ini.” (Warfield)&lt;br /&gt;* “Pemikiran pusat dalam Kalvinisme adalah pemikiran besar Allah.” (Henry Meeter)&lt;br /&gt;* “Theologia Kalvinisme adalah subjek paling agung yang pernah dipikirkan manusia.” (Boettner)&lt;br /&gt;* “Sangat diragukan bahwa ada Theologia yang tidak bersifat Kalvinistik yang benar-benar Kristiani” (Talbot dan Crampton)&lt;br /&gt;* Kalvinisme adalah Injil, dan mengajarkan Kalvinisme, pada faktanya adalah mengajarkan Injil” (Custance)&lt;br /&gt;* Kalvinisme hanyalah nama panggilannya. Kalvinisme adalah Injil, dan tidak lain daripada itu.” (Spurgeon)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang Kalvinis sangat bangga dengan Kalvinisme, dan sering menegaskan bahwa Kalvinisme membawa dampak positif bagi dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* “Hanya Kalvinisme yang menjamin adanya aktivitas sains dan intelektual yang sejati.” (Singer)&lt;br /&gt;* “Coba tanya pada dirimu sendiri, apa jadinya Eropa dan Amerika, jika pada abad ke16, bintang Kalvinisme tidak tiba-tiba timbul di Eropa Barat.” (Kuyper)&lt;br /&gt;* “Negara-negara yang Kalvinistik menjadi negara-negara dimana sistem kapitalisme berkembang.” (Dakin)&lt;br /&gt;* “Etos kerja ‘Protestan’ dikembangkan dari pengajaran Calvin.” (Crampton)&lt;br /&gt;* Ke mana saja Kalvinisme pergi, ia telah membawa serta sekolahan bersama dengannya, dan meberikan dorongan yang kuat untuk kemajuan pendidikan umum.” (Boettner)&lt;br /&gt;* “Sangat sulit untuk melebih-lebihkan hutang umat manusia pada Calvin…sebagai pejuang bagi demokrasi yang terdepan.” (John Fiske)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai tambahan, &lt;strong&gt;Kaum Kalvinis sering bangga dengan nama besar para penganutnya seperti:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* Charles Haddon Spurgeon&lt;br /&gt;* Warfield,&lt;br /&gt;* MacArthur,&lt;br /&gt;* George Whitefield,&lt;br /&gt;* Jonathan Edwards,&lt;br /&gt;* William Carey,&lt;br /&gt;* Judson Taylor&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; * Loraine Boettner&lt;br /&gt;&lt;p&gt; * Hogde&lt;br /&gt;* Louis Berkhof&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi semua pernyataan manusia, seberapa besarpun namanya, tidaklah dapat dijadikan standar kebenaran. Segala hasil pemikiran manusia haruslah diukur menurut standar Alkitab (Firman Tuhan), sebagai satu-satunya standar yang absolut dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;konsep penafsiran yang literal, gramatikal, verbal, dan plenary.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber: http://gbiasemarang.blogspot.com/2009/01/kalvinisme-pendahuluan.html&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-757650868718350323?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/757650868718350323/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/kesesatan-calvinis.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/757650868718350323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/757650868718350323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/kesesatan-calvinis.html' title='KESESATAN CALVINIS'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-585423422693519942.post-6609231334580788977</id><published>2009-02-21T00:07:00.000-08:00</published><updated>2009-02-21T00:10:25.080-08:00</updated><title type='text'>USKUP EPISKOPAL MENYANGKAL ADANYA NERAKA DAN MENGATAKAN BAHWA MANUSIA TIDAK PERLU LAHIR BARU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Uskup Episkopal yang telah pensiun, John Spong, mengatakan bahwa Neraka adalah ciptaan gereja. Dalam sebuah wawancara dengan Keith Morrison dari "Dateline NBC," 31 Agus. 2006, uskup yang sangat kacau ini berkata: "Saya rasa neraka tidak eksis. Saya percaya ada kehidupan setelah kematian, tetapi saya rasa tidak akan ada istilah pahala dan penghukuman. Agama selalu mencoba untuk mengendalikan. ....Gereja tidak suka orang bertumbuh, karena anda tidak bisa mengendalikan orang-orang dewasa. Itulah sebabnya kita sering berbicara mengenai lahir baru. Kalau anda lahir baru, anda kembali menjadi anak kecil. Manusia tidak perlu lahir baru, mereka perlu menjadi dewasa. Mereka perlu menerima tanggung jawab atas diri mereka sendiri dan atas dunia." Dalam bukunya, "Rescuing the Bible from Fundamentalism, " tahun 1991, Spong mengatakan: "Apakah saya mengusulkan bahwa cerita tentang kelahiran dari perawan adalah tidak benar secara literal? Jawabannya secara sederhana adalah `Ya.' Tentu saja narasi-narasi ini tidak secara literal benar. Bintang tidak bergerak-gerak, malaikat tidak bernyanyi, perawan tidak melahirkan, orang majus tidak pergi ke negeri yang jauh untuk memberikan hadiah kepada seorang anak kecil, dan gembala-gembala tidak mencari-cari juruselamat yang baru lahir." Denominasi yang membiarkan satu saja pengkhotbah untuk memegang kesesatan dan penghujatan seperti ini tanpa melakukan disiplin padanya, tidak berhak untuk disebut Kristen, dan Gereja Episkopal di Amerika telah mengizinkan hal seperti ini untuk terjadi sejak awal abad kedua puluh. Tidak heran mereka kini menahbiskan homoseksual. Sebuah "gereja" yang liberal theologinya, akan menjadi immoral dalam tingkah lakunya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber : Way of Life&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penerjemah : Dr. Steven Liauw (GITS)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/585423422693519942-6609231334580788977?l=gbiapontianak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/feeds/6609231334580788977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/uskup-episkopal-menyangkal-adanya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/6609231334580788977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/585423422693519942/posts/default/6609231334580788977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gbiapontianak.blogspot.com/2009/02/uskup-episkopal-menyangkal-adanya.html' title='USKUP EPISKOPAL MENYANGKAL ADANYA NERAKA DAN MENGATAKAN BAHWA MANUSIA TIDAK PERLU LAHIR BARU'/><author><name>GBIA JOHN THE BAPTIST PONTIANAK</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08543034338230040269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_8J-MUdpGWXw/SaIGp2oYJwI/AAAAAAAAAAY/gvxAvZuvqk0/S220/foto+john.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
